BerandaTradisinesia
Sabtu, 24 Mei 2019 16:05

Ketika Wayang Potehi Ikut Bagi-Bagi Takjil

Sambil memegangi wayang, umat klenteng mencegat pengguna jalan untuk diberikan takjil. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Umat Klenteng Ling Hok Bio ini punya cara yang unik untuk melestarikan budaya. Wayang potehi yang menjadi kebudayaan warga Tionghoa ini nggak cuma diperkenalkan di panggung pertunjukan. Dengan membagikan takjil gratis sambil menunjukkan berbagai wayang warna-warni ini jadi satu pemandangan yang menarik mata.

Inibaru.id - Apa yang melintas di pikiranmu kalau lagi ngomongin budaya Tionghoa? Kalau yang kamu kenal hanya barongsai, berarti kamu harus mengenal budaya unik yang satu ini. Wayang potehi! Yup, Indonesia punya banyak wayang termasuk wayang yang diadopsi dari Tiongkok ini.

Meskipun di Semarang pertunjukan wayang potehi ini cuma bisa ditemui dua kali saja dalam setahun, nggak membuat warga Tionghoa jadi patah arang untuk tetap memperkenalkan wayang potehi ke masyarakat luas. Hal inilah yang dilakukan oleh umat Klenteng Ling Hok Bio yang memperkenalkan wayang potehi dengan cara membagikan takjil kepada pengguna jalan.

Agung Kurniawan, umat Klenteng Ling Hok Bio sedang menunjukkan wayang potehi. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

“Kita pengen memperkenalkan wayang potehi karena di Semarang sudah jarang dimainkan dan dalangnya pun sudah meninggal,” tutur Agung Kurniawan sambil mempersiapkan wayang. Inisiasinya untuk memperkenalkan wayang potehi dengan cara ini turut disetujui oleh umat klenteng yang lain.

Beberapa umat klenteng pun turut datang untuk turut membagikan takjil. Meskipun mereka nggak bisa memainkan, tapi mereka tetap bersemangat lo. Dengan memakaikan wayang potehi warna-warni yang sekilas berbentuk seperti boneka tangan, para umat klenteng mencegat pengguna jalan yang lalu-lalang di depan klenteng.

Suasana pembagian takjil kepada pengguna jalan. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Hal ini tentu saja menyita perhatian pengguna jalan yang melintas, Millens. Agung mengatakan langkah ini dilakukan supaya wayang potehi nggak punah. “Kalau barongsai sudah banyak yang ngerti, sekarang kita pakai potehi,” tuturnya.

Dia dan teman-temannya yang sudah siap dengan wayang potehi di tangan kiri dan takjil di tangan kanan dengan sabar melayani pengguna jalan, mereka juga dengan senang hati jika ada pengguna jalan yang berhenti untuk bertanya tentang wayang yang mereka pegang tersebut.

Meskipun budaya berbagi takjil ini sudah beberapa kali dilakukan, tapi pembagian dengan wayang potehi baru dilakukan sekali ini. Kegiatan ini dilakukan oleh umat Klenteng Ling Hok Bio selama enam hari lo. Wah, semoga wayang potehi nggak punah ya, Millens! (Zulfa Anisah/E05)

 

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Cantiknya Pemandangan Pantai Dasun Lasem, Kabupaten Rembang

3 Mar 2026

Saat Takjil War, Waspada dengan Sejumlah Pembungkus Takjil Nggak Sehat Ini

3 Mar 2026

OTT Edisi Ramadan, KPK Bawa Bupati Pekalongan Fadia Arafiq ke Jakarta

3 Mar 2026

Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto, Jemaah Maiyah yang Lantang Kritik Program MBG

3 Mar 2026

Tren 'Grading Card', Autentifikasi Kartu Koleksi agar Nilai Jual Lebih Tinggi

3 Mar 2026

Mulai Maret Ini, Anak di Bawah 16 Tahun Dibatasi Main Medsos

3 Mar 2026

Kartu Mebel Jepara, 'Tiket Emas' biar UKM Ukir Naik Kelas

3 Mar 2026

Sejuk dan Alami, Begini Keindahan Air Terjun Kyai Buku Jepara

4 Mar 2026

Sepanjang 2025, Uang Hilang Setara Rp355 Miliar di Jepang Kembali ke Pemiliknya

4 Mar 2026

Opsi 'Sekolah Swasta Gratis' Akan Terintegrasi dengan SPMB 2026 di Kota Semarang

4 Mar 2026

Ponpes Raudhatul Qur'an; Cetak Ratusan Hafiz dengan Biaya Bulanan Murah Meriah

4 Mar 2026

Menguliti Asal Usul Nama Kurma

4 Mar 2026

Tragedi Cinta Mangir-Pembayun; Saat Asmara Jadi Senjata Penakluk Mataram

4 Mar 2026

Aneka Festival Musim Semi di Korea Selatan yang Bisa Kamu Datangi

5 Mar 2026

Benar Nggak Sih Sawit Bakal Menyelamatkan Indonesia dari Krisis Energi Global?

5 Mar 2026

Wajibkan Pencairan Maksimal H-7 Lebaran, Jateng Aktifkan Posko THR untuk Pengaduan

5 Mar 2026

Uji Coba Bus Listrik untuk Transportasi Publik yang Inklusif dan Ramah Lingkungan

5 Mar 2026

Kekerasan Seksual vs Main Hakim Sendiri; Undip Tegaskan Nggak Ada Toleransi!

5 Mar 2026

Siap-Siap Gerah! Kemarau 2026 Diprediksi Datang Lebih Cepat dan Lebih Kering

5 Mar 2026

Kok Bisa Sih Cadangan Minyak Indonesia Cuma 20 Hari?

6 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: