BerandaTradisinesia
Jumat, 20 Jul 2023 10:57

Ribuan Warga Jogja Mengikuti Tradisi Mubeng Beteng

Tradisi mubeng beteng di Yogyakarta. (Gudeg.net/Rahman)

Pada Kamis (20/7/2023) tengah malam sampai dini hari, ribuan warga Yogyakarta mengikuti tradisi Mubeng Beteng alias berjalan kaki mengitari benteng terluar Keraton Yogyakarta. Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk kontemplasi atau perenungan.

Inibaru.id – Setelah tiga tahun nggak diadakan karena pandemi Covid-19, tradisi Lampah Budaya Tapa Bisu Mubeng Beteng yang diadakan pada malam 1 Suro kembali digelar di Yogyakarta. Ribuan warga Yogyakarta ikut memeriahkan tradisi yang digelar pada Kamis (20/7/2023) mulai pukul 00.00 WIB tersebut.

Saat pandemi Covid-19 melanda Tanah Air, tradisi ini diganti dengan pembacaan doa dan mocopatan yang digelar di Keraton Yogyakarta. Nah, karena status Covid-19 kini sudah berubah menjadi endemi, tradisi yang pasti dijejali ribuan warga yang berjalan kaki mengitari beteng (benteng) keraton ini pun kembali diadakan.

“Sebenarnya, inti utama dari tradisi Mubeng Beteng ini bukan perjalanan mubeng (mengitari), melainkan pada maknanya, yaitu merenung atau kontemplasi atas kehidupan manusia dalam setahun belakangan. Setelah itu berdoa kepada Tuhan yang Maha Esa agar mendapatkan perlindungan untuk setahun ke depan,” ungkap Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Laksmi Pratiwi di acara tersebut sebagaimana dilansir dari Kompas, Rabu (19/7).

Omong-omong ya, dalam tradisi yang dimulai persis tengah malam ini, semua peserta nggak diperkenankan untuk berbicara. Bahkan, para abdi dalem akan berjalan kaki tanpa alas dan melepas kerisnya.

“Maksudnya melepas keris dan sandal agar saat berjalan bisa merasakan alam dan Tuhan. Perjalanan ini jadi simbol ritual tersebut,” lanjut Dian.

Rute jalan kaki peserta tradisi mubeng beteng. (Twitter/kratonjogja)

Perjalanan mengitari benteng keraton ini cukup jauh lo. Dengan arah berlawanan dengan jarum jam, peserta tradisi ini harus berjalan kaki sekitar 5 kilometer. Rute jalan kakinya dimulai dari Kompleks Kamandungan Lor dan dilanjutkan ke Pojok Beteng Kulon, Plengkung Gading, Pojok Beteng Wetan, Jalan Ibu Ruswo, Alun-Alun Utara, dan kembali ke Kamandungan Lor.

Meski jauh, karena sudah jadi tradisi dan selalu dihadiri oleh banyak orang, banyak orang yang merasa senang melakukannya dan nggak merasa capek.

“Hari ini saya datang dengan keluarga. Soalnya kan sudah tiga tahun nggak diadakan, jadi pengin mengikutinya lagi pada tahun ini,” ungkap salah seorang warga Kota Yogyakarta, Ardi.

Tradisi ini juga menarik perhatian banyak orang yang sebelumnya nggak pernah mengikutinya, termasuk para wisatawan atau mahasiswa dari luar Yogyakarta. Di media sosial, banyak yang mengungkapkan serunya mengikuti tradisi ini. Salah satunya diungkap akun @maujadiroti.

Seru banget ternyata ikut mubeng beteng. Asli aku kira nggak sejauh itu. Tapi berasa nggak jauh, sepanjang jalan ga berhenti dzikir sama shalawat ga kerasa capeknya. Mungkin kalau ngobrol baru capek, karena ini benar-benar hening,” tulis akun tersebut pada Kamis (20/7) dini hari.

Seru banget ya tradisi mubeng beteng di Yogyakarta. Semoga saja kita bisa ikutan pada tahun depan, Millens. (Arie Widodo/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Belajar dari Burung Dodo: Ketika Dunia Berubah, Bertahan Saja Tidak Cukup

1 Mei 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: