BerandaTradisinesia
Kamis, 8 Okt 2025 20:57

Ngilmu Pring, Sebuah Falsafah Hidup dari Bambu untuk Manusia Jawa

Bagi orang Jawa, bambu mengajarkan falsafah hidup. (via Yayasan Kehati)

Bagi orang Jawa, bambu bukan sekadar tanaman, melainkan guru kehidupan. Dari batangnya yang tegak tapi lentur, lahirlah falsafah ngilmu pring.

Inibaru.id - Bambu bukan sekadar tanaman yang tumbuh di halaman rumah atau tepi sungai. Dalam pandangan orang Jawa, bambu adalah guru kehidupan. Dari batangnya yang tegak namun lentur, lahirlah falsafah ngilmu pring yaitu belajar dari bambu tentang bagaimana menjalani hidup dengan seimbang dan bijak.

Bambu tumbuh cepat, kuat, tapi mudah menyesuaikan arah saat diterpa angin. Ia nggak melawan, hanya melengkung sebentar lalu kembali tegak setelah badai berlalu. Dari situlah orang Jawa belajar: hidup menuntut kekuatan, tapi juga keluwesan. Keras kepala hanya membuat patah; lentur membuat kita bertahan.

Setiap jenis bambu menyimpan pesan hidup tersendiri. Pring dheling mengingatkan agar manusia selalu wawas diri, nggak mudah mengeluh. Pring cendhani menasihati untuk berani menghadapi ketakutan, bukan lari darinya. Pring kuning menuntun agar selalu eling marang sing maringi atau ingat pada Sang Pemberi. Pring apus, yang tampak halus tapi mudah patah, menjadi simbol pentingnya kejujuran; hidup bisa rapuh tanpa kejujuran. Sementara pring petung mengajarkan ketenangan ketika hidup terasa suwung alias kosong dan tanpa arah. Tenanglah, jalan terus, karena setiap hampa punya waktunya sendiri.

Pring petung mengandung filosofi agar manusia tetap tenang saat hidup terasa suwung alias kosong dan tanpa arah. (via Mongabay)

Bambu juga menjadi pengingat bahwa hidup bersifat sementara. Dalam tradisi Jawa, bambu sering digunakan untuk mengusung jenazah. Seolah ingin berkata, dari bambu kita belajar bahwa semua yang hidup akan kembali ke bumi. Nggak ada yang abadi, termasuk kita.

Filosofi bambu menuntun manusia agar nggak serakah, nggak kaku, dan selalu selaras dengan alam. Ia tumbuh berumpun, saling menopang satu sama lain, seperti manusia yang semestinya hidup dalam kebersamaan.

Kalau falsafah bambu ini kita resapi, hidup terasa lebih ringan dan bermakna. Karena sejatinya, seperti bambu, manusia diciptakan untuk tegak tanpa angkuh, lentur tanpa kehilangan arah, dan tumbuh bersama alam, bukan menentangnya.

Apa kamu juga mengambil pelajaran hidup dari sebatang bambu, Gez? (Siti Zumrokhatun/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Blok GM, Surga Anak Skena, dan Wajah Baru Kota Semarang saat Malam

9 Apr 2026

Puting Beliung Terjang Banyumanik, Pemkot Semarang Akan Perbaiki Rumah Warga Terdampak

9 Apr 2026

Kembalikan Ruh, Tiket Masuk Resmi Ditiadakan dalam Tradisi Bulusan

9 Apr 2026

Pecinan Semarang Bakal Dikelilingi Arak-arakan 50 Kelenteng Akhir Pekan Ini!

10 Apr 2026

30 Persen Jemaah Haji asal Semarang Masuk Kategori Muda, Puluhan di Antaranya Gen Z

10 Apr 2026

Kolaborasi AMSI dan Meta untuk Dukung Jurnalisme Berkualitas

10 Apr 2026

Jaga Produksi, Pengusaha Tahu Semarang Putar Otak saat Harga Kedelai dan Plastik Naik

10 Apr 2026

Ogah Cuma Jadi Formalitas, Sumanto Pengin Bedah LKPJ 2025 Hasilkan Solusi Nyata buat Jateng

11 Apr 2026

Investasi buat Anak Cucu, Sumanto Ajak Relawan Jaga Kali-Rawat Bumi

12 Apr 2026

Kecelakaan (Lagi) di Silayur Semarang, Mau sampai Kapan?

12 Apr 2026

Bernuansa Spiritual, Tradisi Kirab Kelenteng di Pecinan Semarang

13 Apr 2026

Lansia Dominasi Calhaj Asal Semarang, Kesehatan jadi Tantangan Serius

13 Apr 2026

ASN Jateng WFH Tiap Jumat, Sumanto: Jangan Sampai Pelayanan Publik Malah Libur

13 Apr 2026

Dishub Perketat Akses Masuk ke Silayur, Dua Portal Disiapkan untuk Batasi Truk Tronton

14 Apr 2026

Forbasi Matangkan Struktur Organisasi via Rakernas dan Sertifikasi Juri-Pelatih

14 Apr 2026

Ikhtiar Warga Silayur, Kembalikan Tradisi Ruwatan untuk Keselamatan Pengguna Jalan

14 Apr 2026

Grup Cowok: Batas Tipis antara Bercanda dan Pelecehan Seksual

15 Apr 2026

Menanti Surpres, Nasib RUU PPRT Kini di Tangan Presiden

15 Apr 2026

Temuan Fosil Purba di Bumiayu, Diduga Lebih Tua dari Sangiran

16 Apr 2026

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: