BerandaTradisinesia
Sabtu, 9 Sep 2022 13:05

Mitos Sumur Panguripan Kudus dan Segala Kemungkinannya

Ada mitos mengenai keberadaan sumur yang konon dapat membangkitkan seseorang dari kematian di bawah Menara Kudus. (Inibaru.id/ Rafida Azundhani)

Hampir setiap kali mengadakan Ta'sis (hari jadi) Menara Kudus, ada agenda kirab dan bagi-bagi Banyu Penguripan. Keberadaan air ini nggak lepas dari mitos Sumur Panguripan yang konon telah ditutup bangunan Menara. Katanya, air dari sumur ini mampu menghidupkan orang mati sehingga Sunan Kudus merasa perlu menutupnya agar nggak disalahgunakan.

Inibaru.id – Di kompleks Menara Kudus, ada satu mitos terkenal yang hingga kini masih dipercaya yaitu adanya Sumur Penguripan. Banyak orang yakin bahwa di bawah Menara yang dibangun Sunan Kudus ini terdapat sumur yang airnya dapat menghidupkan orang mati. Itulah sebabnya dinamakan Sumur Penguripan atau sumur yang membawa kehidupan.

Konon, keberadaan sumur itu merupakan bagian dari karomah Sunan Kudus. Sebagaimana yang dipercaya masyarakat golongan tua di Kudus dan diceritakan kembali di kanal Youtube Ngopi Santai (5/3/2022), pada zaman dahulu pernah terjadi pembunuhan. Sayangnya, nggak diketahui siapa pelakunya hingga menimbulkan fitnah.

Bingung karena nggak tahu harus meminta pertanggungjawaban kepada siapa, pihak keluarga kemudian mendatangi Sunan Kudus untuk memecahkan masalah ini. Nah, untuk menemukan pelaku, Sunan Kudus mengambil air dari sumur dan membasuh jenazah malang tersebut. Tanpa diduga, orang tersebut hidup kembali dan mengungkap siapa yang telah membunuhnya.

Peristiwa itu lantas menyebar dan banyak orang pengin menggunakan air dari sumur tersebut. Hm, ternyata banyak di antara mereka yang menyalahgunakannya. Sedih dan kecewa melihat hal itu, Sunan Kudus akhirnya menutup sumur tersebut dengan sebuah menara.

Eits, ada versi lain yang nggak kalah menarik, lo, Millens. Dulu, orang-orang di masa Sunan Kudus mengetahui jika air sumur tersebut bertuah dan bisa membawa nyawa kembali pada jasad karena peristiwa katak dan gagak. Saat itu, seekor katak mati kemudian terkena cipratan air dari bulu-bulu gagak. Diketahui, burung tersebut basah setelah minum dan mandi di sumur panguripan. Masyarakat kala itu lalu berasumsi jika air sumur tersebut ajaib.

Khawatir jika iman umatnya goyah, Sunan Kudus akhirnya menutupnya dengan menara yang kita kenal sekarang. Menarik ya versi yang dilansir dari menatapdesa (19/9/2016) ini?

Sumur di Bawah Menara Benar-Benar Ada?

Sumur Kembar yang terletak sebelum makam Sunan Kudus. (Bagusmaulana.Blogspot)

Memang kebenaran cerita-cerita soal kehebatan air dari Sumur Panguripan tadi masih menjadi tanda tanya. Namun, beberapa pihak meyakini memang terdapat sumur di bawah menara.

Salah seorang di antaranya adalah pengurus Yayasan Masjid, Makam serta Menara Sunan Kudus (Y3MSK) Denny Nur Hakim. Dia menerangkan bahwa sebetulnya air yang disebut- sebut sebagian warga sebagai Banyu Penguripan itu untuk memelihara batu bata yang menjadi bahan utama Menara agar nggak lapuk oleh alam serta cuaca.

Sumur tersebut juga punya peran penting dalam mengendalikan suhu agar bangunan bertahan lama. Namun klaim ini belum bisa dipastikan kebenarannya karena batu bata Menara Kudus yang kita jumpai sekarang ini khusus didatangkan dari Tuban dan berbeda dari bangunan dari tahun 1685 M yang didirikan Sunan Kudus.

Warga dari berbagai daerah di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, berebut “banyu penguripan” atau air penghidupan yang berasal dari 51 sumber mata air usai dikirab dari Alun-alun Kudus menuju Masjid Menara Kudus, Rabu [11/3/2020]. (Akurat)

Meski begitu, bukti adanya sumur di bawah Menara Kudus juga diungkap pengurus Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) Abdul Jalil.

“Secara empiris, kami juga menemukan adanya petunjuk. Tiga tahun lalu, Menara ini kami keduk (gali-red) muter diameter satu meter. Pengedukan ini dilakukan karena adanya getaran jalan yang ditimbulkan kendaraan lewat. Biar tidak terdampak getaran kendaraan, maka kami keduk. Pada saat kedalaman 120 cm, yang mengeduk tidak berani. Karena menemukan air yang baunya wangi,” terangnya ketika menjadi ketua panitia Ta’sis (hari jadi) Masjid Menara Kudus, (25/3/2019) dilansir dari Suarabaru.

Hm, pernyataan Jalil di atas malah bikin makin penasaran ya, Millens? Ditambah lagi, ada yang mengatakan jika sumber air itu kembar. Padahal, kalau kamu ke kompleks makam Sunan Kudus, ada sumur kembar yang kerap dipakai peziarah untuk berwudu atau membasuh kaki sebelum masuk makam. Di dalamnya juga dipelihara ikan-ikan jumbo yang menggemaskan.

Terus, bagaimana cerita yang benar? Begini, bisa jadi cerita mengenai sumber air kembar atau mata air yang katanya ditutup itu hanyalah bentuk filosofis tentang diakhirinya zaman Hindu-Buddha dan digantikan zaman Islam. Sementara Air Penguripan yang dimaksud adalah agama. Setidaknya, seperti itulah pendapat Sholichin Salam, penulis buku Kudus Purbakala Dalam Perjuangan Islam (Penerbit Menara Kudus 1962 dan 1976).

Sebab orang hidup itu perlu air. Hidup itu tidak mungkin tanpa air. Jadi agama = air itu adalah tiang hidup manusia. Kedua sumber yang memancarkan banyu panguripan ini kemudian ditutup dengan pancaran Islam. Tempat ini dijadikan untuk menyeru orang sholat. Menegakkan sembahyang lima kali sehari untuk menyempurnakan hidupnya,” tulis Sholichin Salam.

Wah, panjang juga ya pembahasan mengenai mitos Sumur Panguripan Menara Kudus ini? Menurutmu, sumur yang airnya dapat menghidupkan makhluk mati ini beneran ada apa nggak, Millens? (Siti Zumrokhatun/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: