BerandaTradisinesia
Selasa, 1 Okt 2018 15:00

Makna Mendalam Tari Tayub Tentang Keselarasan Hidup

Tari tayub bisa ditampilkan untuk menyambut tamu undangan. (timurjawa.com)

Tari tayub merupakan salah satu kesenian khas Jawa Tengah yang nggak kalah memesona dengan tari lain. Sayangnya banyak yang memasang stigma negatif pada kesenian ini. Kamu juga sempat berpikir seperti itu? Simak ulasan ini deh!

Inibaru.id –Dilansir timurjawa.com, (10/5/2017), tayub memiliki nilai positif yang adiluhung. Tarian ini kaya akan makna pemahaman hidup manusia dengan Sang Pencipta, serta mempunyai bobot filosofis tentang jati diri manusia juga.

Millens, tayuban berakar dari kisah kadewatan (para dewa-dewi): saat dewa-dewi matya (menari berjajar-jajar) dengan tubuh serasi atau guyup. Nah, lewat cerita itu, tari tayub menjadi ajang bersosialisasi antarperempuan dengan pria.

Dalam Tari Tayup, ledhek bakal mengalungkan sampur ke pria untuk diajak menari bersama

Dalam Tari Tayup, ledhek bakal mengalungkan sampur ke pria untuk diajak menari bersama. (jogja.tribunnews.com)

Kalau kamu pernah menonton tari tayub, sepintas tari ini mirip dengan tari jaipong, meski di Jawa Tengah tayub nggak setenar tari gambyong. Biasanya tari ini dipentaskan di acara pernikahan, khitan, menjamu tamu penting, perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia, serta pelantikan penjabat daerah.

Dalam satu grup tayub, terdiri atas sinden, piñata gamelan, serta penari pria maupun wanita. Nggak ada pakem mengenai jumlah penari tayub.

Terdapat keindahan di setiap gerak Tari Tayub. Selain itu, ada makna tentang keselarasan hidup manusia.

Terdapat keindahan di setiap gerak tari tayub. Selain itu, ada makna tentang keselarasan hidup manusia. (tantyadwiaprianti.blogspot.com)

Tari tayub merupakan tarian pergaulan yang ditampilkan untuk menjalin hubungan sosial masyarakat. Sesuai arti dari tayub, yang berasal dari kata tata dan guyup (Jawa: kiratha basa), berarti tarian untuk mewujudkan sifat romantis antara lelaki ke perempuan. Nggak dipungkiri jika tari tayub dianggap negatif oleh banyak orang lantaran ledhek mengajak pria menari dengan mengalungkan selendang (sampur) dan kerap memicu rasa iri antarpria. Terjadilah aksi-aksi sawer untuk menarik simpati ledhek.

Sebagai bagian dari budaya kejawen, tari tayup sarat unsur filosofis: jati diri manusia dengan sifat keempat nafsu. Nah, dalam Tayupan, biasanya ada penari pria yang menjadi sentral, alias sebagai visualisasi keberadaan mulhimah. Dengan adanya 4 penari pria yang mendampingi, disebut sebagai pelarih, memiliki maka akan gambaran sifat empat nafsu manusia: alumah (hitam), amarah (merah), sufiah (kuning), dan mutmainah (putih), sedangkan ledhek menggambarkan cita-cita keselarasan hidup yang diinginkan manusia.

Jadi, anggapan jika tayupan nggak perlu dilestarikan karena memiliki dampak negatif itu nggak benar, ya, Millens. Sudah saatnya millenials memiliki pikiran terbuka dan nggak menghakimi. (MG10/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Cantiknya Pemandangan Air Terjun Penawangan Srunggo di Bantul

20 Jan 2026

Cara Unik Menikmati Musim Dingin di Korea; Berkemah di Atas Es!

20 Jan 2026

Kunjungan Wisatawan ke Kota Semarang sepanjang 2025 Tunjukkan Tren Positif

20 Jan 2026

Belasan Kasus dalam Dua Tahun, Bagaimana Nasib Bayi yang Ditemukan di Semarang?

20 Jan 2026

Ratusan Perjalanan Batal karena Banjir Pekalongan, Stasiun Tawang Jadi Saksi Kekecewaan

20 Jan 2026

Viral 'Color Walking', Tren Jalan Kaki Receh yang Ampuh Bikin Mental Anti-Tumbang

20 Jan 2026

Nggak Suka Dengerin Musik? Bukan Aneh, Bisa Jadi Kamu Mengalami Hal Ini!

20 Jan 2026

Duh, Kata Menkes, Diperkirakan 28 Juta Warga Indonesia Punya Masalah Kejiwaan!

21 Jan 2026

Jika Perang Dunia III Pecah, Apakah Indonesia Akan Aman?

21 Jan 2026

Ki Sutikno; Dalang yang Tiada Putus Memantik Wayang Klithik Kudus

21 Jan 2026

Statistik Pernikahan Dini di Semarang; Turun, tapi Masih Mengkhawatirkan

21 Jan 2026

Kabar Gembira! Tanah Sitaan Koruptor Bakal Disulap Jadi Perumahan Rakyat

21 Jan 2026

Ternyata Bumi Kita Nggak Seburuk Itu, Simak Kabar Baik Pemulihan Alam Belakangan Ini!

21 Jan 2026

Kata Pakar Soal Makanan yang Bisa Bertahan Lebih dari 12 Jam

22 Jan 2026

Apakah Indonesia Sudah Memasuki Puncak Musim Hujan?

22 Jan 2026

Tradisi Unik jelang Ramadan; Nyadran 'Gulai Kambing' di Ngijo Semarang

22 Jan 2026

Bukan Cuma Rokok, Tekanan Finansial Juga Jadi Ancaman Serius buat Jantung

22 Jan 2026

Pantura 'Remuk' Pasca-Banjir, Pemprov Jateng Mulai Hitung Kerugian dan Siapkan Strategi Baru

22 Jan 2026

Menurut PBB, Dunia Sudah Memasuki Fase Kebangkrutan Air Global!

23 Jan 2026

Waktu-waktu Terburuk untuk Liburan ke Jepang pada 2026

23 Jan 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: