BerandaTradisinesia
Selasa, 27 Mar 2023 18:00

Mengenal Mata Uang Kerajaan Islam di Nusantara

Mata uang kerajaan Islam di Nusantara. (Wikipedia/Quistnix)

Sebelum Indonesia merdeka, banyak kerajaan Islam yang berdiri di Tanah Air. Mereka memakai mata-mata uang yang berbeda-beda dan unik. Seperti apa ya, mata uang kerajaan Islam di Nusantara saat itu?

Inibaru.id – Sebelum memakai Rupiah usai Indonesia merdeka, masyarakat Nusantara mengenal mata uangnya sendiri tatkala masih terpisah-pisah menjadi berbagai kerajaan. Uang-uang tersebut tentu punya keunikan dan ceritanya tersendiri.

Uang pada zaman dahulu tentu memakai aksara yang berbeda dengan yang dipakai pada zaman sekarang.

Cetakan dan bentuknya juga unik. Sebagai contoh, uang zaman dahulu banyak yang memakai aksara Arab atau Jawi.

Nah, akun Twitter @Lampuin pada Minggu (26/3/2023) mengungkap sejumlah mata uang yang berlaku pada kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara dahulu. Kalau kamu penasaran, yuk simak seperti apa sih uang-uang tersebut!

1.       Mata Uang Derham

Mata uang Derham. (Twitter @TeukuDjouhan)

Maroko, Uni Emirat Arab, dan Armenia masih memakai Dirham sebagai mata uang resminya. Di negara lain seperti Libya, Qatar, Yordania, and Tajikistan, Dirham juga masih dipakai sebagai sebutan lain di luar mata uang resminya.

Nah, ternyata, di Nusantara, dulu Dirham juga sempat dipakai sebagai mata uang, tepatnya di Kesultanan Samudra Pasai dan Kesultanan Aceh. Tapi, penyebutannya sedikit berbeda, yaitu Derham.

Sejarah mencatat Derham sudah eksis saat Samudra Pasai dipimpin oleh Sultan Malik Az-Zahir pada 1297-1327 M. Yang menarik, mata uang ini sudah bisa ditukar dengan mata uang asing dari Eropa, lo. Jadi, saat itu, 5 Derham setara dengan 4 Shilling Inggris, sementara 16 Derham sama dengan 1 Real Spanyol.

2.       Mata Uang Kasha

Mata uang Kasha. (Financialku)

Salah satu bukti peninggalan uang Kasha yang paling populer adalah koin dengan tulisan “Pangeran Ratu Ing Banten”. Uang ini diyakini eksis pada saat Kesultanan Banten dipimpin oleh Sultan Maulana Muhammad (1580-1596). Soalnya, tulisan pada koin yang dibuat dari tembaga tersebut adalah gelar dari sang sultan.

3.       Mata Uang Sumanap

Uang Sumanap. (iCollector/Daniel Frank Sedwick)

Sumanap adalah mata uang dari Kerjaan Sumenep dengan aksara Arab. Koin dari uang ini dikenal unik karena bentuknya yang nggak beraturan, bukannya mirip dengan lingkaran. O ya, asal kamu tahu, kerajaan yang ada di sisi timur Madura ini sudah eksis sejak 1269 lalu lo.

4.       Mata Uang Kampua

Uang kampua. (Wawan Erwiyansah/Nationaal Museum Van Wereldculturen)

Kampua adalah mata uang yang berasal dari Kesultanan Buton, kesultanan Islam yang ada di Pulau Bau Bau, Sulawesi Tenggara. Kesultanan ini eksis dari abad ke-16 sampai awal abad ke-20.

Ketika menjumpainya kamu mungkin kaget karena bentuk Kampua sama sekali nggak seperti uang koin atau kertas. Kampua justru terbuat dari selembar kain tenun dengan ukuran 17,5 cm x 8 cm. Saat itu, selembar Kampua dihargai setara dengan satu butir telur.

5.       Mata Uang Picis

Uang picis. (Pixabay)

Picis adalah mata uang yang beredar di Kerajaan Cirebon sejak abad ke-15 dan 16 Masehi. Menariknya, pembuatan uang yang memiliki lubang di tengah ini dipercayakan kepada orang-orang Tionghoa di Cirebon sehingga kamu bisa melihat aksara Tionghoa dan tulisan latin “Cheribon” pada koin.

Hm, menarik juga ya, Millens bahasan uang-uang pada masa Kerajaan Islam zaman dahulu. Omong-omong, kamu pernah melihatnya langsung nggak, nih? (Arie Widodo/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Di Korea Selatan, Siswa Pelaku Bullying Dipersulit Masuk Universitas

19 Jan 2026

Melegenda di Muntilan, Begini Kelezatan Bubur Mbah Gamping

19 Jan 2026

Terdampak Banjir, Warga Wonorejo Mulai Mengeluh Gatal dan Demam

19 Jan 2026

Antisipasi Doomscrolling, Atur Batas Waktu Youtube Shorts Anak dengan Fitur Ini!

19 Jan 2026

Opsi Layanan Kesehatan 'Jemput Bola' untuk Warga Terdampak Banjir Wonorejo

19 Jan 2026

Bijak Kenalkan Gawai dan Media Sosial pada Anak

19 Jan 2026

Bupati Pati Sudewo Kena OTT KPK! Terkait Kasus Apa?

19 Jan 2026

Jalur Pekalongan-Sragi Tergenang, Sebagian Perjalanan KA Daop 4 Semarang Masih Dibatalkan

19 Jan 2026

Cantiknya Pemandangan Air Terjun Penawangan Srunggo di Bantul

20 Jan 2026

Cara Unik Menikmati Musim Dingin di Korea; Berkemah di Atas Es!

20 Jan 2026

Kunjungan Wisatawan ke Kota Semarang sepanjang 2025 Tunjukkan Tren Positif

20 Jan 2026

Belasan Kasus dalam Dua Tahun, Bagaimana Nasib Bayi yang Ditemukan di Semarang?

20 Jan 2026

Ratusan Perjalanan Batal karena Banjir Pekalongan, Stasiun Tawang Jadi Saksi Kekecewaan

20 Jan 2026

Viral 'Color Walking', Tren Jalan Kaki Receh yang Ampuh Bikin Mental Anti-Tumbang

20 Jan 2026

Nggak Suka Dengerin Musik? Bukan Aneh, Bisa Jadi Kamu Mengalami Hal Ini!

20 Jan 2026

Duh, Kata Menkes, Diperkirakan 28 Juta Warga Indonesia Punya Masalah Kejiwaan!

21 Jan 2026

Jika Perang Dunia III Pecah, Apakah Indonesia Akan Aman?

21 Jan 2026

Ki Sutikno; Dalang yang Tiada Putus Memantik Wayang Klithik Kudus

21 Jan 2026

Statistik Pernikahan Dini di Semarang; Turun, tapi Masih Mengkhawatirkan

21 Jan 2026

Kabar Gembira! Tanah Sitaan Koruptor Bakal Disulap Jadi Perumahan Rakyat

21 Jan 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: