BerandaTradisinesia
Sabtu, 7 Okt 2022 19:56

Keluguan Saridin, Karomah Syekh Jangkung

Penggambaran dari Syekh Jangkung yang memiliki pelbagai anugerah. (Istimewa)

Setelah belajar dari kesalahan, Saridin jadi lebih bijaksana. Ia mendedikasikan diri sebagai penyebar agama Islam di Pati dan tetap hidup sederhana sebagai petani. Meski begitu, kisah tentang kehebatannya menyebar ke berbagai penjuru dan mengundang decak kagum.

Inibaru.id – Bagi warga Pati, Syekh Jangkung bukan sosok yang asing. Ada banyak legenda yang mengisahkan kehebatan orang bernama asli Saridin ini. Ada sumber yang mengatakan ia adalah anak angkat dari Ki Ageng Kingiran yang ditemukan di pinggir sungai. Sementara Babad Pati menulis bahwa seseorang yang bernama Branjung lah yang menemukan Saridin dan mengangkatnya sebagai saudara.

Ki Ageng Kingiran memiliki anak perempuan bernama Sumiyem. Setelah dewasa, Sumiyem menikah dengan Branjung, sedangkan Saridin dinikahkan dengan perempuan bernama Sumirah. Dikisahkan, Ki Ageng Kingiran memiliki pohon durian. Ia berwasiat jika buahnya jatuh pada malam, maka itu milik Saridin dan jika jatuh pada siang hari, maka buah itu hak Branjung.

Sayangnya, buah durian itu hanya jatuh pada malam hari. Timbullah rasa iri pada diri Branjung. Ia lantas berubah menjadi harimau pada malam hari untuk menakut-nakuti Saridin.

Mengetahui ada harimau di kebun, Saridin lalu menombaknya hingga tewas. Setelah mati harimau itu kemudian berubah wujud menjadi manusia.

Cerdik dan Terkesan Jemawa

Lantaran menghilangkan nyawa orang lain, Saridin kemudian dihukum oleh penguasa Pati. Anehnya, ketika hendak dihukum gantung, nggak ada yang kuat menarik tali yang melilit di leher Saridin. Eksekusi yang gagal itu membuat Saridin memiliki waktu untuk melarikan diri. Ditambah lagi, dirinya memang nggak merasa bersalah, makin yakinlah Saridin untuk pergi dari sana. Di tempat pelarian, ia berguru pada Sunan Kudus.

Sayangnya, kehadiran Saridin di perguruan Sunan Kudus nggak disukai santri lain. Kejengkelan mereka makin menjadi ketika Saridin pamer kesaktiannya.

Suatu hari, para santri harus mengisi tempat wudu dengan air. Lantaran semua ember sudah digunakan, salah seorang santri menyodorkan keranjang anyaman bambu kepada Saridin untuk mengisi penampungan air.

Meski terkesan percuma, Saridin tetap melakukannya. Ajaibnya, bak tersebut berhasil diisi hingga penuh dengan keranjang tadi. Saridin juga pernah menunjukkan kelebihannya di hadapan Sunan Kudus.

Saat itu, Saridin ditanya apakah di setiap air ada ikannya? Saridin menjawab iya. Untuk membuktikannya, Sunan Kudus meminta diambilkan buah kelapa. Ketika dibelah, terdapat beberapa ekor ikan di dalam air kelapa.

Demi menjaga wibawa dan keberlangsungan belajar para santri, begitu Patinews (27/4/2017) menulis, Sunan Kudus terpaksa mengusir dan melarang Saridin untuk menginjakkan kaki di Kudus.

Menjadi orang yang kerap ketiban sial membuat Saridin ngresulo (mengeluh). Ia lantas kembali kepada guru lamanya yaitu Sunan Kalijaga. Namun, Saridin nggak diterima begitu saja.

Makam Syekh Jangkung di Kabupaten Pati. (Instagram/@patisakpore)

Saridin diperintah untuk bertapa di lautan dan dibekali dua buah kelapa sebagai pelampung. Setelah berhari-hari di laut, ombak membawa Saridin tiba ke salah satu kerajaan di Sumatera. Di sana, Saridin bertemu dengan raja yang saat itu terlihat sedang meremehkan Sultan Agung.

Karomah

Saridin merasa nggak terima Sultan Agung diremehkan karena merasa berasal dari tanah yang sama yakni Jawa. Saridin memberi tantangan pada Raja Sumatera dengan menghitung berapa jumlah pasukan yang dimiliki raja tersebut dalam waktu cepat.

Saridin lalu bergerak secepat kilat dan menebak jumlah dihadapan raja dengan benar. Raja akhirnya tunduk pada Saridin namun Saridin menyarankan sang Raja untuk tunduk kepada Sultan Agung.

Saridin yang umurnya mendekati usia senja memilih menjadi seorang petani di perkampungan di wilayah Pati bernama Desa Landoh, Kecamatan Kayen. Dalam perjalanan Saridin hendak membeli dua ekor sapi. Namun, hewan yang ditawarkan kepadanya justru seekor kerbau yang mati.

Saridin kemudian menghidupkan kerbau tersebut dan membawanya pulang untuk membajak sawah. Ia berpesan jika kelak meninggal, kerbau itu harus disembelih dan dibagikan ke semua penduduk.

Pada akhirnya Saridin meninggal dan anaknya membagikan daging kerbau tersebut. Namun sang anak menyimpan bagian tulangnya dengan rapi. Suatu ketika ada seseorang yang sedang membutuhkan tulang untuk mengikat sapinya. Sapi yang mengenakan tulang kerbau milik Saridin tiba-tiba mengamuk dan kebal senjata. Putra Saridin kemudian melepaskan tulang tersebut sehingga sapi dapat dibunuh dengan mudah.

Dari kejadian tersebut, masyarakat tahu bahwa tulang kerbau Desa Landoh adalah salah satu jimat untuk kekebalan. Wah ternyata walau sudah meninggal Saridin a.k.a Syekh Jangkung masih mewariskan jimat untuk penduduk desa ya, Millens! (Kharisma Ghana Tawakal/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: