Ringin Sepuh, Penjaga Mata Air Kotagede yang Ditanam Sunan Kalijaga

Ringin Sepuh, Penjaga Mata Air Kotagede yang Ditanam Sunan Kalijaga
Ringin Sepuh, pohon beringin yang ditanam Sunan Kalijaga di Kotagede. (Kumparan/Widi Erha Pradana)

Kalau mampir ke Kotagede Yogyakarta, pasti kamu bakal melihat pohon raksasa. Pohon ini adalah Ringin Sepuh yang konon ditanam Sunan Kalijaga. Berkat pohon inilah, mata air di sekitarnya terus melimpah meski di musim kemarau.

Inibaru.id – Di mana pohon beringin berdiri, di situ pula sumber air melimpah. Agaknya, hal ini memang benar adanya. Realitanya pohon beringin memang dikenal sebagai penahan air yang sangat baik.

Pengetahuan ini pun telah diterapkan Sunan Kalijaga. Menurut cerita yang dipercaya masyarakat, ialah yang menanam Ringin Sepuh yang ada di dekat pintu masuk utama Masjid Ageng Kotagede, Yogyakarta.

Budi Raharjo atau Mas Panewu Hastono menjelaskan kalau nggak ada catatan resmi kapan pohon beringin berukuran raksasa ini ditanam. Namun, ada cerita turun-temurun kalau pohon ini ditanam Sunan Kalijaga sebelum Kerajaan Mataram Islam berdiri.

“Dari turun-temurun, dari bapak saya, dari kakek saya, semuanya kan juga Abdi Dalem. Di buku sejarah singkat Makam Kotagede ini juga ditulis kalau yang menanam itu Kanjeng Sunan Kalijaga,” ungkap Budi, (14/8/2020).

Sunan Kalijaga memang dikenal suka berkelana ke berbagai daerah untuk melakukan syiar agama. Ia tercatat pernah tinggal di Alas Mentaok yang kini jadi lokasi tempat Kotagede berada. Di sinilah, ia menanam pohon beringin yang kemudian dikenal dengan nama Ringin Sepuh.

“Beliau menaman sambil berkata bahwa besok tempat ini akan menjadi rejo (makmur),” lanjut Budi.

Alas Mentaok kemudian diserahkan kepengurusannya kepada Ki Ageng Pamanahan. Nah, waktu itu, Sunan Kalijaga berpesan kepadanya untuk membangun pemerintahan di dekat pohon tersebut. Saran itu dipenuhi sehingga Kotagede jadi lokasi pendirian Kerajaan Mataram pada 1556, Millens.

Sendang Seliran, mata airnya terus melimpah berkat keberadaan Ringin Sepuh. (Kumparan/Widi Erha Pradana)
Sendang Seliran, mata airnya terus melimpah berkat keberadaan Ringin Sepuh. (Kumparan/Widi Erha Pradana)

Masyarakat Kotagede modern merasakan betul manfaat dari keberadaan Ringin Sepuh. Mata air di sekitarnya selalu melimpah, nggak terkecuali saat kemarau panjang. Karena alasan inilah, nggak ada satupun warga yang mau mengusik keberadaan pohon yang kerap dikeramatkan orang Jawa ini.

“Kalau sampai ditebang, saya jamin mata air di sekitar sini mati semua. Akarnya kan ke mana-mana. Pas musim hujan banyak menyerap air dan disimpan sehingga saat kemarau ketersediaan air tetap aman,” kata Budi.

Di dekat pohon ini, ada dua sendang besar dengan air yang melimpah, yaitu Sendang Seliran dan Sendang Kemuning. Menurut juru kunci Sendang Seliran Pujohastono, Sunan Kalijaga dulu sengaja menanamnya sebagai penjaga mata air.

“(Ringin Sepuh) memang ditanam istilahnya untuk sumber mata air di sekitar sini,” jelasnya.

Di Sendang Seliran, ada Sendang Putri dan Sendang Kakung yang dulu hanya dipakai keluarga kerajaan. Tapi, kini masyarakat umum bisa menggunakannya. Sementara itu, Sendang Kemuning berada di luar benteng. Airnya dipakai masyarakat sekitar untuk kebutuhan harian.

Rimbunnya dedaunan Ringin Sepuh membuatnya jadi tempat hewan seperti burung, tupai, dan bunglon tinggal. Saat malam hari, banyak juga kelelawar pemakan buah yang singgah. Budi pun percaya jika kehadiran pohon beringin ini memang memberi berkah bagi manusia, hewan, dan alam sekitarnya.

Duh, jadi pengin menikmati rindangnya suasana di bawah Ringin Sepuh Kotagede, ya Millens? (Kum/IB09/E05)