BerandaTradisinesia
Jumat, 21 Agu 2025 09:01

Intip Keseruan Tradisi Mandi Safar di Jambi!

Tradisi Mandi Safar di Jambi selalu digelar meriah pada Rabu terakhir bulan Safar. (Antara/Wahdi Septiawan)

Kali terakhir tradisi Mandi Safar digelar adalah pada Rabu (20/8/2025) alias Rabu terakhir pada bulan Safar tahun ini. Apa alasan tradisi ini selalu digelar pada waktu tersebut, ya?

Inibaru.id - Pernah kebayang nggak, mandi bareng ribuan orang di tepi pantai, lengkap dengan doa-doa dan simbol budaya Melayu yang kental? Di Desa Air Hitam Laut, Provinsi Jambi, aktivitas seru ini jadi tradisi tahunan yang dinanti-nanti bernama Mandi Safar!

Kali terakhir tradisi ini digelar adalah pada Rabu (20/8/2025) alias Rabu terakhir bulan Safar pada kalender Hijriah tahun ini.

Tapi, jangan buru-buru mengira ini cuma ajang seru-seruan, ya. Mandi Safar punya makna yang dalam dan merupakan warisan budaya yang telah dilakukan secara turun-temurun sejak zaman Kesultanan Abdulrahman Muazamsyah (1883–1911).

Asal-Usul dan Waktu Pelaksanaan

Mengapa digelar setiap Rabu terakhir bulan Safar dalam kalender Hijriah? Masyarakat percaya, pada hari itu akan turun 120 ribu bala atau musibah ke bumi. Untuk menangkalnya, dilakukanlah mandi bersama menggunakan air yang telah didoakan. Nggak heran, banyak yang menganggap kegiatan ini sebagai bentuk penyucian diri dan ikhtiar menolak bala.

Kalau kamu datang ke Desa Air Hitam Laut saat Mandi Safar digelar, siap-siap disambut ribuan warga yang tumpah ruah di pantai. Bukan cuma dari Jambi, tapi juga dari berbagai daerah lain yang penasaran sama tradisi unik ini.

Warga melakukan persiapan tradisi Mandi Safar di Jambi. (Antara/Wahdi Septiawan)

Yang bikin tradisi ini makin menarik, ada banyak elemen simbolis yang menyertainya. Malam sebelum acara, para santri akan menulis lafaz Allah di atas daun-daun dengan jumlah ganjil, bisa sampai lebih dari seribu. Daun itu kemudian diselipkan di ikat kepala putih untuk laki-laki atau dikenakan di lengan kanan untuk perempuan.

Kain putih ini nggak sekadar aksesoris. Warna putih melambangkan pikiran yang bersih dan hati yang suci, sejalan dengan tujuan Mandi Safar itu sendiri, yaitu membersihkan diri dari energi negatif.

Menara dan Makna Filosofis

Satu hal yang nggak kalah ikonik adalah dihadirkannya menara adat yang diarak ke laut. Bentuknya persegi, melambangkan empat elemen utama: air, tanah, udara, dan api. Menaranya juga bertingkat tiga yang melambangkan iman, ihsan, dan Islam. Simbolis banget, ya?

Setelah menara diarak sampai ke tepi pantai, warga mulai siram-siraman air laut. Pokoknya, nggak boleh ada yang kering. Kalau ada yang masih bersih, siap-siap aja dicemplungin rame-rame. Jadi kalau kamu datang ke sini, lebih baik siap basah daripada malu-malu!

Tradisi ini udah diakui secara resmi loh, Gez! Sejak 2022, Mandi Safar Air Hitam Laut ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Provinsi Jambi. Selain nilai budayanya yang kuat, tradisi ini juga jadi daya tarik wisata tahunan. Pemerintah daerah pun aktif mendukung pelestariannya.

Meskipun mengandung unsur keislaman lewat doa-doa dan waktu pelaksanaannya, Mandi Safar bukan bagian dari syariat Islam. Ini murni tradisi masyarakat Melayu yang sarat kearifan lokal.

Jadi, kalau kamu lagi mencari pengalaman budaya yang unik, spiritual, sekaligus meriah, coba deh mampir ke Desa Air Hitam Laut waktu Mandi Safar berlangsung. Siapa tahu kamu bisa pulang dengan hati lebih bersih dan baju yang basah kuyup! (Arie Widodo/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Indonesia dan India Berkolaborasi Konservasi Candi Prambanan, Perkuat Pariwisata Budaya Kelas Dunia

14 Jul 2026

Warisan Sejarah Indonesia Kembali, Dua Arca Buddha Kuno Dipulangkan dari AS

14 Jul 2026

4 Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Makanan Berbahan Tepung Tapioka Terbaik 2026 Versi Taste Atlas

15 Jul 2026

Istana Kepresidenan Yogyakarta Kini Bisa Dikunjungi Gratis, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

16 Jul 2026

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: