BerandaTradisinesia
Selasa, 23 Mar 2026 18:13

Halalbihalal: Tradisi Pemersatu Bangsa yang Lahir dari Diplomasi Politik dan Seruan Pedagang Martabak

Ilustrasi halal bihalal. (via Medcom)

Istilah Halalbihalal mungkin nggak bakal kamu temukan di kamus bahasa Arab di Timur Tengah. Soalnya, ini adalah tradisi khas Nusantara yang punya sejarah panjang. Mulai dari ritual sungkeman di istana, strategi politik Bung Karno, sampai teknik marketing pedagang martabak asal India, semuanya ikut andil mempopulerkan tradisi ini!

Inibaru.id - Habis maaf-maafan bareng keluarga inti, biasanya agenda berikutnya yang paling ditunggu adalah Halalbihalal. Entah itu bareng trah keluarga besar, alumni sekolah, sampai teman kantor, acara ini sudah jadi "menu wajib" setelah Lebaran.

Tapi, kamu tahu nggak sih kalau istilah yang terdengar sangat Arab ini ternyata asli produk lokal Indonesia? Bahkan, ada peran pedagang martabak di baliknya!

Secara bahasa, KBBI mengartikan halalbihalal sebagai acara maaf-memaafkan setelah puasa Ramadan. Tapi kalau kita bedah sejarahnya, istilah ini punya banyak versi, lo.

Jauh sebelum Indonesia merdeka, tepatnya pada abad ke-18, Raja Mangkunegara I di Surakarta sudah memulai tradisi berkumpul pasca-Lebaran. Saat itu, para punggawa dan prajurit istana mengadakan tradisi sungkem kepada raja dan permaisuri. Inilah cikal bakal silaturahmi besar yang kini kita kenal sebagai halalbihalal.

Strategi Marketing Pedagang Martabak Malabar

Siapa sangka, teriakan para pedagang martabak menginspirasi tradisi nasional. (iStock)

Nah, ini yang paling unik! Sekitar tahun 1935-1936 di Taman Sriwedari Solo, ada pedagang martabak asal India yang jualan pakai asisten. Buat menarik pembeli, mereka berteriak, "Martabak Malabar, halal bin halal, halal bin halal!"

Istilah itu ternyata nempel banget di telinga warga Solo. Akhirnya, setiap kali warga datang ke acara keramaian di Sriwedari pas Lebaran, mereka terbiasa menyebut momen kumpul-kumpul itu sebagai "Halalbihalal". Wah, nggak nyangka ya dari martabak bisa jadi tradisi nasional!

Diplomasi Politik Bung Karno (1948)

Istilah ini makin resmi dan mendunia berkat Presiden Soekarno. Pada tahun 1948, kondisi politik Indonesia lagi panas-panasnya karena konflik antartokoh. Atas saran KH Wahab Chasbullah, Bung Karno mengundang para tokoh politik ke Istana Negara untuk duduk bareng dalam acara bertajuk "Halalbihalal".

Idenya simpel: saling memaafkan dan menghalalkan kesalahan masa lalu demi persatuan bangsa. Sejak saat itulah, instansi pemerintah hingga masyarakat luas rutin menggelar acara serupa sampai sekarang.

Dari meja makan para raja sampai ke gerobak martabak, halalbihalal akhirnya jadi jembatan buat menyatukan kembali hati yang sempat renggang. Jadi, momen halalbihalal bukan cuma soal makan lontong sayur bareng ya, tapi soal melunturkan ego demi memulai lembaran baru yang bersih.

Kalau di keluarga kamu, biasanya menu apa nih yang wajib ada pas acara halalbihalal, Gez? (Siti Zumrokhatun/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Sejarah Marga Kolopaking, Trah Bangsawan Kebumen yang Berasal dari Kisah Kelapa Aking

3 Agu 2026

Berkolaborasi dengan China, Lampung Siap Luncurkan Satelit Lampung-1

4 Agu 2026

Naik Lima Kali Lipat, Biaya Lepas Status WNI Resmi Naik Jadi Rp5 Juta, Ini Alasannya

5 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: