BerandaTradisinesia
Kamis, 2 Jul 2025 13:36

Dana Indonesiana; Upaya Negara untuk Dukung Seniman Tetap Berkarya

Ilustrasi: Keberadaan 'dana abadi' untuk kebudayaan menjadi salah satu cara yang bisa membuat para seniman, khususnya yang berkutat di seni pertunjukan rakyat, bertahan. (Instagram/bpk_wilayah_11)

Dana Indonesiana resmi dibuka untuk mendukung kemajuan kebudayaan di seluruh Indonesia. Dana ini berasal dari dana abadi kebudayaan dan terbuka bagi individu, komunitas, hingga lembaga budaya.

Inibaru.id - Andaikan tahu lebih dini bahwa Indonesia memiliki "dana abadi" untuk kebudayaan, Iswahyudi mungkin nggak akan melepas mimpinya untuk tetap nguri-uri kesenian Sintren warisan orang tuanya. Namun, nasi sudah jadi bubur. Sejak kematian kedua orang tuanya, sudah nggak ada lagi yang meneruskan.

"Saya menyukai kesenian ini. Tapi, untuk apa menghidupi jika saya nggak bisa hidup, kan?" kata lelaki asal Brebes tersebut, Rabu (2/7/2025). "Saya memilih merantau saat sintren mulai nggak laku lagi. Waktu itu Bapak-Mamak masih sugeng (sehat) dan merestui kepergian saya."

Hidup berkesenian pada zaman itu diakui Yudi, sapaan akrabnya, nggak mudah. Menurutnya, modernisasi benar-benar membuat pertunjukan rakyat seperti sintren, lengger, ebeg, barongan, bahkan wayang sepi penonton.

"Dulu, saat sintren berjaya, Bapak bilang, rombongannya bisa hidup cuma dengan 'ngamen' di tanah lapang atau diundang untuk memeriahkan pesta rakyat; tapi di era saya kemudahan itu sudah hilang. Pemerintah juga sepertinya nggak peduli. Ya, sudah, saya banting setir jadi buruh pabrik di Ibu Kota," ujarnya.

Dana Abadi untuk Kebudayaan

Kendati sudah nggak pernah lagi berurusan dengan kesenian, Yudi mengaku senang dengan adanya "dana" abadi" dari pemerintah untuk memajukan kebudayaan di Tanah Air. Menurutnya, kebudayaan, termasuk tradisi dan kesenian rakyat, hanya akan bertahan jika pemerintah ikut ambil bagian.

"Saya senang mendengar ada teman di dekat rumah yang dapat pendanaan dari pemerintah untuk merawat kebudayaan di kampung halamannya. Andai masih berkesenian, saya mungkin akan lebih bersemangat juga jika mendapatkan dukungan itu," kelakar lelaki 45 tahun ini.

Dana abadi yang dimaksud Yudi adalah Dana Indonesiana, program dari Kementerian Kebudayaan yang diluncurkan kali pertama pada 2022. Bertujuan untuk memajukan kebudayaan nasional, pendanaan ini menyasar kegiatan budaya dan para pelakunya, baik secara individu maupun kelompok.

Untuk tahun ini, instrumen pendanaan yang menegaskan komitmen negara dalam menjaga, mengembangkan, dan memanfaatkan kekayaan budaya nasional di seluruh pelosok Tanah Air ini telah resmi dibuka sejak 5 Mei lalu di Gedung Kemendikdasmen Jakarta.

Menjadi Kewajiban Negara

Perlu kamu tahu, sumber pendanaan dari Dana Indonesiana berasal dari Dana Abadi Kebudayaan LPDP di bawah Kementerian Keuangan yang hingga kini telah terkumpul sebesar Rp5 triliun. Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengungkapkan, pendanaan untuk kebudayaan ini bukanlah hibah, tapi keniscayaan.

“Bahasa konstitusinya adalah perintah. Negara wajib memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia,” tuturnya belum lama ini.

Ilustrasi: Produksi kegiatan kebudayaan menjadi salah satu kategori yang berhak mendapatkan gelontoran 'dana abadi' Dana Indonesiana. (Dinkominfo Purbalingga)

Dia mengatakan bahwa sejak awal, Dana Indonesiana telah dirancang untuk mendukung berbagai rangkaian kegiatan budaya, mulai dari karya maestro hingga inisiatif lokal, dari desa hingga perkotaan, serta melibatkan warisan masa lalu dan visi masa depan.

Untuk tahun ini, pendanaan yang dialokasikan sekitar Rp465 miliar. Direktur Fasilitasi Riset LPDP Ayom Widipaminto mengatakan, penyerapan dana tersebut menunjukkan perkembangan yang bisa dibilang cukup positif.

“Kami berharap akan semakin banyak gagasan kreatif yang muncul dari komunitas dan pelaku budaya lokal,” ungkapnya sebelum menekankan pentingnya transparansi dan pertanggungjawaban di kalangan penerima dana.

Cara Mendaftar dan Kategori Kegiatan

Dana Indonesiana terbuka untuk individu yang aktif bergerak dalam bidang budaya, komunitas kebudayaan, dan lembaga kebudayaan formal. Syaratnya, pendaftar telah aktif sekurangnya dalam dua tahun terakhir. Pastikan dokumen administratif seperti proposal berisi RAB, KTP, NPWP, serta pengesahan hukum (untuk komunitas dan lembaga) tersedia.

Kategori kegiatan

Empat lini utama layanan Dana Indonesiana berdasarkan Perpres No. 111 Tahun 2021 adalah untuk memfasilitasi bidang kebudayaan, produksi kegiatan kebudayaan, produksi media, kajian pemajuan kebudayaan, dan pelestarian cagar budaya.

Selain itu, untuk tahun ini, terdapat 11 kategori kegiatan, antara lain: Pendayagunaan ruang publik, karya kreatif‑inovatif, sinema Indonesia, dokumentasi maestro, kajian dan cagar budaya, kewirausahaan budaya, restorasi artefak, dll.

Cara mendaftar

Kalau kamu merasa memenuhi kriteria dan berminat mendaftarkan diri, perlu diketahui bahwa proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui situs resmi Dana Indonesiana.

Pendaftar wajib membuat akun, mengunggah proposal dan dokumen pendukung, lalu mengirimkan formulir yang sudah diverifikasi. Proposal yang sudah dikirim nggak bisa lagi diubah, maka dari itu, usahakan untuk memastikan nggak ada lagi data yang salah.

Nantinya, proses seleksi bakal dilakukan secara ketat oleh tim kurator dan Dewan Penyantun. Bagi para penerima, mereka akan didampingi Program Manager Dana Indonesiana dari Kemdikbud mulai dari tahap perencanaan hingga pelaporan.

Jangkauan Dana Abadi Kebudayaan

Sejak mulai dibuka pemerintah pada 2022, tercatat hingga akhir April 2025 lalu Dana Abadi Kebudayaan telah membiayai 757 kegiatan publik dengan jangkauan langsung mencapai 1,3 juta masyarakat, melibatkan 25.848 pelaku budaya, 10.346 komunitas, dan 15.106 tenaga teknis.

Pendanaan ini juga telah melahirkan 384 karya baru seperti buku, film, tarian, dan aplikasi digital; yang sebanyak 118 di antaranya sudah terlindungi hak cipta. Pelatihan juga telah menjangkau 6.800 peserta, dengan dukungan dokumen strategis untuk 128 organisasi budaya.

Keberadaan Dana Indonesiana ini seharusnya bisa menjadi angin segar untuk memperkuat ekosistem kebudayaan di Indonesia. Semoga dana abadi ini benar-benar berhasil mengabadikan kebudayaan di negeri ini, ya! (Siti Khatijah/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: