BerandaTradisinesia
Sabtu, 17 Jun 2022 17:00

Atap Rumah dan Status Sosial Masyarakat Jawa

Atap rumah masyarakat Jawa yang menyerupai gunung disebut tajug. (Facebook/Berkah Jaya Mandiri)

Tahu nggak, bentuk atap rumah adat Jawa ternyata berbeda-beda dan juga menggambarkan status sosial pemiliknya. Seperti apa, ya penjelasannya?

Inibaru.id – Di Indonesia, masih banyak ditemukan rumah-rumah tradisional yang memiliki karakteristik unik. Rumah adat Jawa misalnya, bagian rumahnya yang paling mudah untuk dikenali adalah bentuk fisik atapnya. Bentuk atap pada bangunan tradisional Jawa ini seperti piramida atau menyerupai gunung, Millens.

Omong-omong, bentuk atap rumah adat Jawa ini berbeda-beda, lo. Yang unik, setiap bentuk atap menunjukkan kedudukan sosial dan ekonomi pemilik rumahnya. Lalu, apa saja bentuk atap pada rumah masyarakat Jawa ya? Yuk simak!

Atap <i>kampung </i>memiliki bentuk yang paling sederhana. (Instagram/Rinto Jatilawas)

Bentuk Atap Rumah Kampung

Atap rumah kampung adalah bentuk atap yang paling sederhana. Bentuk rumah kampung sangat umum dipakai oleh masyarakat biasa. Orang Jawa zaman dulu beranggapan bahwa pemilik rumah dengan bentuk atap kampung memiliki kondisi ekonomi kurang mampu. Jarang orang dari kalangan ningrat yang tinggal di rumah dengan atap jenis ini.

Betewe, kata kampung ini berasal dari kata kapung atau katepung yang artinya dihubungkan. Atapnya berbentuk persegi empat panjang. Selain itu, bagian utama atap ini berbentuk seperti pelana yang miring ke dua arah.

Bentuk atap <i>limasan </i>berbentuk menyerupai jajargenjang. <i> </i>(Facebook/Mudhoffir)

Bentuk Atap Rumah Limasan

Limasan merupakan pengembangan dari atap kampung. Biasanya, atap jenis ini digunakan untuk rumah keluarga Jawa dengan status sosial lebih tinggi. Atap limasan berbentuk seperti perisai.

Bila atap kampung memiliki bentuk yang miring ke dua arah, limasan memiliki bentuk atap utama yang miring ke empat arah. Biasanya sih atapnya akan dilanjutkan ke arah depan atau belakang. Ada juga yang ke samping namun dengan kemiringan yang cenderung landai.

<i>Joglo </i>menjadi bentuk atap yang paling rumit. (Instagram/Dekorasi Rumah Jawa)

Bentuk Atap Rumah Joglo

Bagi masyarakat awam, rumah dengan bentuk atap joglo sering dianggap sebagai satu-satunya bentuk rumah tradisional Jawa. Tapi siapa sangka, rumah dengan bentuk atap joglo menunjukkan bahwa pemilik rumahnya berasal dari golongan bangsawan atau golongan menengah ke atas. Maklum, untuk membangun rumah joglo dibutuhkan bahan bangunan yang banyak dan mahal.

Kata joglo berasal dari kata tajug-loro, yang artinya dua buah tajug. Hal ini karena atap joglo adalah penggabungan dari dua atap tajug yang disatukan.

Rumah dengan atap joglo menjadi bentuk atap yang paling rumit di antara rumah tradisional Jawa lainnya. Bentuk dasar dari atap joglo mempunyai ciri atap yang menjulang tinggi dan ditumpu oleh belandar bersusun.

Atap utama rumah yang menjadi penutup bagian tengah rumah juga memiliki kemiringan yang curam. Atap rumah ini disangga dengan empat tiang yang cukup unik karena terdiri atas balok-balok berlapis yang disebut tumpang sari.

Di daerah tempat tinggalmu, apakah masih ada rumah dengan bentuk atap seperti di atas, Millens? (Ner, Ind, Rum/IB32/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

TikTok Jadi Media Sosial Paling Sering Diakses Warganet Indonesia pada 2026

16 Jun 2026

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Warga Jateng Diminta Sambut Petugas dengan Baik

17 Jun 2026

Keraton Solo Keluarkan 14 Pusaka dan Kebo Bule dalam Kirab Malam 1 Suro

17 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: