BerandaPendidikan
Jumat, 17 Mei 2018 10:43

Tenggelam Dalam Buku di Pondok Baca Ajar

Anak-anak melakukan kegiatan membaca secara berkelompok (dokumen pribadi)

Usaha untuk memajukan literasi di desa sudah mulai digagas sejumlah orang seperti yang dilakukan Pondok Baca Ajar ini. Apa saja ya aktivitas di Pondok Baca Ajar itu?

Inibaru.id – Budaya literasi kini santer terdengar di kalangan masyarakat. Di sekolah, budaya literasi mulai diberlakukan dengan cara menyediakan waktu bagi siswa untuk membaca buku selain buku pelajaran. Nggak mau ketinggalan, Heri Candra Santosa juga mendirikan Pondok Baca Ajar di desanya untuk menyokong berkembangnya budaya literasi.

“Saya merasa koleksi buku di perpustakaan sekolah belum maksimal. Penanaman pentingnya membaca dari para guru ke siswa juga masih belum menggembirakan,” ujar lelaki yang akrab dipanggil Heri CS ini.

Berawal dari pemikiran itulah, lelaki yang pernah mendapat penghargaan Prasidatama dari Balai Bahasa Jawa Tengah pada 2014 silam ini kemudian mendirikan Pondok Baca Ajar. Bersama beberapa kawannya yang juga giat berliterasi, Heri lantas mengajak anak-anak di lingkungannya untuk meramaikan perpustakaan yang berdiri pada 21 Juli 2007 tersebut.

Heri mengungkapkan, dengan perpustakaan itu, ada tiga target yang pengin dicapai yaitu menyediakan ruang bagi masyarakat untuk belajar dan berkreasi bersama meski di desa yang jauh dari pusat kota; mewujudkan budaya membaca dan menulis di masyarakat pedesaan; serta mengurangi dampak negatif akibat remaja atau pemuda desa yang menganggur.

“Kami berusaha meyakinkan khalayak melalui program kegiatan kami bahwa membaca dan menulis itu penting. Responnya beragam. Ada yang mengapresiasi, ada pula yang mencibir karena dianggap sepele. Apalagi sekarang dengan pesatnya teknologi, orang-orang lebih suka main gawai. Itu menjadi tantangan bagi kami,” tutur Heri.

Pondok Baca Ajar yang berlokasi di Jalan Margosari No. 42 Dusun Slamet, Desa Meteseh, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal ini diketuai Heri CS dibantu beberapa temannya Eko Wahyu Wulandari (sekretaris), Andina Deviani Sari (bendahara), dan Benu Nur Rahmad (seksi program). Di awal pendiriannya, Heri mengaku perpustakaan ini hanya memiliki 100 buku. Setelah mendapat bantuan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kendal, Kompas, dan PT. Astra International Tbk, koleksinya bertambah menjadi sekitar 2 ribu buku.

Untuk menambah koleksi buku di Pondok Baca Ajar, pengelola biasanya membeli buku dari uang kas. Uang kas itu diperoleh dari sumbangan pihak luar yang nggak mengikat.

Pengelola Pondok Baca Ajar. (Heri Candra Santoso)

Buku yang tersedia di Pondok Baca Ajar sangat beragam di antaranya sejarah, sastra, bahasa, agama, ilmu pengetahuan, jurnalistik, budaya, dan buku anak. Menurut Heri, jenis buku yang paling digemari anak-anak adalah buku tentang cerita rakyat dan ensiklopedia. Sementara itu, orang dewasa lebih senang meminjam buku tentang budi daya.

Di sini, anak-anak nggak hanya membaca buku lo, Millens. Mereka terlibat dalam kelompok baca dan belajar Bahasa Inggris yang diadakan setiap minggu. Menurut Heri, tujuan diadakannya kelompok baca ini adalah mengenalkan anak-anak pada sastra beserta cara menulisnya. Wah, asyik ya.

Selain kegiatan mingguan, ada pula kegiatan terjadwal seperti pentas drama dan lokakarya kreatif. Untuk pentas drama, Pondok Baca Ajar biasanya mengadakan kegiatan ini selama tiga kali dalam setahun. Pementasan drama itu kerap kali dibarengkan dengan peringatan Hari Anak Nasional, Hari Kemerdekaan, dan menjelang tahun baru. Penyaji drama itu nggak lain merupkan anak-anak yang tergabung dalam kelompok Teater Sanggarhati besutan Pondok Baca Ajar.

Teater Anak Sanggarhati (Heri Candra Santoso)

Seru nih, Millens. Nah, bagi kamu yang pengin menyumbang buku, boleh banget lo. Kamu tinggal berkunjung ke Pondok Baca Ajar dan menyerahkan sumbangan buku itu ke pengurus perpustakaan. Yuk, ke Pondok Baca Ajar! (Artika Sari/E04)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: