BerandaPasar Kreatif
Sabtu, 23 Feb 2018 06:58

Sarung Goyor Khas Tegal Menyarungi Warga Dunia

Sarung goyor khas Tegal (metronews.com)

Sarung goyor khas Tegal berbahan sejuk dengan corak eksklusif. Produk ini menembus pasar dunia. Itu artinya, sarung dari Tegal ini sudah menyarungi orang di dunia.

Inibaru.id – Para lelaki, pasti nggak asing lagi dengan yang namanya kain sarung. Jenis kain ini memang sudah begitu akrab bagi orang kita. Berupa kain panjang yang dijahit sisi-sisinya sehingga membentuk tabung ini digunakan sebagai penutup bagian perut sampai mata kaki dengan cara dililitkan. Bisa digunakan lelaki maupun perempuan, sarung biasa digunakan untuk kepentingan adat maupun keseharian.

Nah, dari sekian banyak jenis sarung yang ada di Indonesia, sarung goyor merupakan salah jenis sarung yang cukup banyak diminati. Kamu yang dari Kota Tegal, Jawa Tengah, pasti nggak asing lagi dengan sarung itu. Ya, dibuat dengan alat tenun bukan mesin (ATBM), sarung goyor ini memang menjadi produk tekstil khas Tegal.

Diproduksi secara turun-temurun oleh warga Kota Tegal khususnya kelompok etnis Arab, kain sarung goyor berukuran 125 x 120 meter. Eits, tentunya ini bukan ukuran asli saat di tenun ya. Karena sarung ini perlu sambungan untuk menghasilkan satu kain sarung. Lebar hasil penenunan adalah 60 cm.

Kenapa di sebut sarung goyor? Mengutip choerun.blogspot.co.id, dalam bahasa Jawa, goyor artinya “lembek”. Dan memang jika dipakai, kainnya jatuh, lembek, nggak kaku. Karena itu, disebutlah sarung goyor. Ada juga yang menyebut kain pyur yang artinya juga sama.

Baca juga:
Cokelat Tempe, Kreasi Unik dari Boyolali
Hoki Pengrajin Barongsai jelang Imlek

Nah, menjadi salah satu daerah yang masih memproduksi kain ini, pemasaran sarung khas Tegal ini sudah mencapai ke berbagai daerah di Tanah Air. Bahkan, sudah di ekspor ke berbagai negara juga, lo. Mulai dari Jepang, Timur Tengah, hingga negara-negara Afrika. Wih, luar biasa bukan? Produk asli buatan Indonesia yang menembus dunia.

Banyak diminati, sarung goyor khas Tegal ini sudah sejak dikenal sejak 1986. Memiliki corak ekslusif karena dibuat secara manual (handmade), ini menjadikan hasil produksinya menjadi terbatas. Produk sarung goyor yang berkualitas juga memiliki harga jual yang bervariasi. Dari Rp 300 ribu hingga Rp 800 ribu per sarung. Terbilang mahal memang, karena memang memiliki proses yang nggak gampang. Proses pembuatannya rumit, membutuhkan ketekunan, ketelitian, dan kesabaran untuk sampai menjadi selebar kain sarung yang layak jual.

Bayangkan saja, untuk membuat kain sarung ini sampai ke konsumen ada sekitar 18 langkah yang harus dilalui dan membutuhkan waktu sekitar dua minggu. Tapi, karena proses pembuatan yang panjang itulah, kain ini juga telah membuka luas lapangan pekerjaan bagi orang-orang yang terlibat di dalamnya. Seenggak-enggaknya ada 18 orang yang terlibat dalam 18 proses pembuatannya.

Memiliki ciri khas yang nggak dibuat di negara mana pun itu, meski terbilang mahal sarung goyor ini memiliki banyak peminat, lo. Pasalnya sarung jenis ini tergolong sarung yang berkualitas dan memiliki nilai seni tinggi. Nggak heran jika sarung goyor memiliki penggemar tersendiri, terutama kalangan menengah ke atas.

Perlu kamu tahu nih, sarung goyor ini memiliki keistimewaan tersendiri. Apa itu? Bisa menyesuaikan dengan kondisi. Kain ini dirasakan sejuk dan nyaman bila dipakai di negara berhawa agak panas. Juga hangat bila kondisi cuaca agak dingin. Jadi, jika saat panas, kain sarung ini akan merasa sejuk dibadan. Sebaliknya, jika musim hujan, pemakai sarung ini akan merasa hangat. Nggak hanya itu saja, motif-motif yang dimilikinya juga menjadi keunikan tersendiri.

Baca juga:
Ong Eng Hwat, Generasi Ketiga Pembuat Kue Keranjang
Perpaduan Corak Jawa-Tiongkok dalam Lembaran Batik Tulis Lasem

Yap, dilihat dari jenis motifnya, sarung goyor ini terbagi menjadi dua motif yaitu motif botolan atau timuran dan motif balian atau tegalan. Pada motif botolan, jenis motifnya kecil-kecil dan relatif lebih rumit dibandingkan motif balian. Proses pembuatannya juga lebih lama. Jadi, wajar saja jika harganya juga lebih mahal.

Adapun untuk motif balian, motifnya lebih besar. Pengerjaannya juga lebih mudah, begitu juga proses pembuatannya, sehingga harganya juga lebih murah.

Well, di antara Sobat Millens adakah yang jadi penggemar dan pemakai sarung goyor? Kalau belum, yuk mulai mencintai produk dalam negeri! (ALE/SA)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: