BerandaPasar Kreatif
Senin, 15 Feb 2026 15:47

Jalanan Pecinan Semarang jadi Panggung Hiburan selama Pasar Imlek Semawis

Atraksi pertunjukan barongsai yang menjadi magnet pembukaan Pasar Imlek Semawis. (Inibaru.id/ Sundara)

Pasar Imlek Semawis kembali meramaikan Pecinan Semarang dengan lampion warna-warni, kuliner, dan hiburan khas Tionghoa.

Inibaru.id - Gang pinggir di Pecinan Kota Semarang langsung ramai tak terkira pada Jumat (13/2/2026) malam. Warga memadati setiap sudut jalan untuk merasakan langsung serunya dan suasana Pasar Imlek Semawis.

Bagi warga yang datang dari arah utara akan disambut gerbang selamat datang bernuansa Imlek. Lampion berwarna-warni menghiasi jalan, ditemani lima patung kuda di pintu masuk yang semakin memperkuat semarak perayaan.

Di sepanjang jalan, stan-stan berjajar menawarkan berbagai sajian. Ada kuliner yang menggoda lidah hingga stan unik yang menawarkan pembacaan kartu tarot. Malam itu, semua orang seakan terhanyut dalam keseruan Pasar Imlek Semawis.

Langkah kaki pengunjung banyak terhenti di mini theater jalanan untuk menonton pertunjukan barongsai. Area jalan tersebut mendadak jadi panggung terbuka yang memikat ratusan pasang mata.

Atraksi Barongsai Jadi Tontonan

Rohmah bersama suami dan anaknya awalnya cuma jalan-jalan santai. Namun, begitu sang anak melihat barongsai yang atraktif, mereka pun ikut berhenti menonton.

"Tadi cuma lihat-lihat Pasar Semawis. Tiba-tiba melihat kerumunan orang lagi nonton Barongsai. Sekarang lebih tertata, ada bangku buat penonton," cerita Rohmah.

Rohmah dan pengunjung lain pun larut dalam gemuruh sorak pertunjukan barongsai. Tak jauh dari situ, orang-orang juga antusias menonton wayang potehi yang tak kalah seru.

Gerbang ke Pasar Imlek Semawis masuk dihiasi ornamen khas Tionghoa. (Inibaru.id/ Sundara)

Ketua Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata (Kopi Semawis), Harjanto Halim bilang, Pasar Imlek Semawis bukan cuma ajang perayaan, tapi juga promosi untuk pelaku usaha di Pecinan dan Kota Semarang.

"Dengan banyaknya pengunjung, setiap stan punya peluang dikenal lebih luas. Tempat usaha mereka nanti bisa dikunjungi pelanggan yang datang ke Pasar Semawis," terang Harjanto.

Mini theater jalanan jadi warna baru di Pasar Imlek Semawis. Ruang terbuka ini menampilkan berbagai hiburan, mulai dari barongsai, legenda Tiongkok, wayang orang, sampai pertunjukan lain yang menghibur.

"Tahun Kuda ini unpredictable, susah ditebak. Tahun 2025 memang masa yang tidak mudah untuk usaha maupun kehidupan," ungkap Harjanto. "Kita belajar dari 2025, bagaimana kita bisa mengendalikan kuda yang liar. Sebenarnya, kalau bisa dikendalikan, ini justru bisa bermanfaat."

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, mengaku takjub dengan kerukunan yang tetap terjaga di tengah keragaman warga. Baginya, keberagaman itu seperti bunga mawar, mau dipuji atau tidak, tetap mekar dan harum.

"Keberagaman di Semarang sudah jadi bagian dari keseharian. Malam ini jelas terlihat, ada Pasar Semawis di sini, di sebelahnya Pasar Dugderan," papar Agustina saat memberikan sambutan pembukaan Pasar Imlek Semawis.

Dia menjamin perayaan Imlek dan Ramadan yang waktunya cukup berdekatan bisa berjalan harmonis. Suasana damai itu bisa bikin pedagang nyaman berjualan, anak-anak belajar dengan tenang, dan roda perekonomian tumbuh lebih matang.

"Di tahun Kuda ini, semoga kita semua sehat, rezeki melimpah, usaha berkembang pesat, dan suami menyayangi istri. Semoga doa kita diamini," tandasnya.

Buruan, Gez! Nikmati keseruan Pasar Imlek Semawis yang cuma berlangsung tiga hari. Besok Senin terakhir, lo! (Sundara/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Tumpeng, Simbol Syukur dan Harmoni dalam Tradisi Jawa

12 Mei 2026

Dolar AS Sentuh Rp17.500, Apa Dampaknya bagi Masyarakat?

13 Mei 2026

Rahasia Sehat dari Isi Piring Warna-Warni

13 Mei 2026

Jamu, Warisan Leluhur yang Tetap Relevan di Tengah Gaya Hidup Modern

14 Mei 2026

Saat Rupiah Melemah, Apa yang Bisa Kita Lakukan?

15 Mei 2026

Rahasia Matematika di Balik Motif Batik, dari Simetri hingga Pola Fibonacci

16 Mei 2026

ARTOTEL Gajahmada Semarang Hadirkan Pameran Seni Kontemporer “Episentrum”

16 Mei 2026

Nyandhang Tradisi untuk Menjaga Ingatan Batik Kudus

18 Mei 2026

9 WNI dalam Misi Kemanusiaan ke Gaza Dicegat Israel, Ada Wartawan Media Nasional

19 Mei 2026

Margin Kian Tipis, Banyak Seller Mulai Tinggalkan Marketplace

20 Mei 2026

SMA Negeri 1 Kemalang Resmi Berdiri, Anak Lereng Merapi Tak Perlu Sekolah Jauh Lagi

20 Mei 2026

Jateng Media Summit 2026 Bahas Masa Depan Media Lokal di Era Digital

21 Mei 2026

Di Tengah Gempuran AI dan Buzzer, Media Lokal Diajak Kembali ke Jurnalisme Publik

22 Mei 2026

Jejak Panjang Pecel, Lotek, dan Gado-Gado: Saat Salad Nusantara Punya Cerita Peradaban

22 Mei 2026

BI Jateng Ingatkan Bahaya Penipuan Digital di Tengah Tren Transaksi QRIS

23 Mei 2026

Belajar dari Estonia, China, dan Singapura dalam Membangun Infrastruktur Digital

23 Mei 2026

Walkot Semarang Resmi Luncurkan LOFF 2026, Perkuat Ekosistem Perfilman Kreatif

24 Mei 2026

Peluang “Godzilla El Nino” 2026 di Indonesia Relatif Kecil, Ini Kata BRIN

25 Mei 2026

Jadi Wisudawan Terbaik UNRIYO, Pemuda Asal Semarang Ini Ingin Ciptakan Banyak Peluang Kerja

25 Mei 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: