BerandaPasar Kreatif
Sabtu, 8 Agu 2025 15:01

Clarified Coffee; Ketika Kopi Nggak Lagi Hitam dan Pekat

Nggak lagi berwarna hitam dan pekat, teknik penjernihan memungkinkan kemunculan produk kopi bening yang dikenal sebagai clarified coffee. (Theweepearl)

Bukan lagi hitam pekat, eksplorasi teknik penyeduhan kopi telah membawa kita jauh menuju jenis kopi yang sejernih air mineral tapi dengan aroma dan cita rasa yang masih sama; yang dikenal sebagai clarified coffee.

Inibaru.id - Sebagai salah satu minuman paling populer di dunia, produk kopi terus mengalami perubahan. Para barista dan pemilik kedai kopi di pinggir jalan saling berlomba menciptakan pelbagai inovasi.

Setelah menjamurnya kopi susu gula aren, kopi moktail menyusul kemudian. Belakangan, salah satu tren terbaru di dunia perkopian adalah clarified coffee, yang kalau diterjemahkan secara harfiah berarti "kopi bening".

Yap, kamu nggak salah baca. Bayangkan, kamu menyeruput secangkir kopi yang terkenal dengan rasa dan aroma yang khas, tapi warnanya nggak pekat alias jernih seperti teh, bahkan pada sejumlah produk bisa jauh lebih bening.

Itulah clarified coffee, kopi yang disaring hingga nggak berwarna laiknya air mineral, tapi tetap meninggalkan rasa getir dan aroma wangi yang bikin mata terjaga. Mirip moktail, tapi jauh lebih halus dan menyegarkan.

Mengenal Clarified Coffee

Perlu kamu tahu, clarified coffee atau kopi bening adalah produk minuman berbasis kopi yang tercipta dari hasil penyaringan berlapis-lapis untuk menghilangkan partikel padat dengan cara mengendapkannya terlebih dulu hingga tersisa cairan beningnya.

Kendati tampak seperti teh atau air bening, kepekatan kopi masih tersisa di dalamnya, tapi dengan mouthfeel yang lebih ringan dan bersih. Ada beberapa metode yang dipakai. Yang pertama adalah teknik gelatin clarification, yang awalnya dipopulerkan di dunia kuliner molekuler.

Kuliner molekuler atau gastronomi molekuler adalah teknik memasak dengan memasukkan pengetahuan, misalnya ilmu kimia, ke dalamnya. Nah, pada kopi bening, gelatin ditambakan pada kopi untuk menyerap partikel padat sebelum disaring hingga menyisakan cairan bening.

Selain gelatin, teknik kedua adalah menggunakan susu atau dikenal sebagai milk clarification atau milk-washed coffee. Metode ini lebih terkenal di kalangan barista karena menghasilkan rasa yang lembut dan agak creamy.

Sejarah Clarified Coffee

Dengan tampilan yang transparan tapi tetap kaya rasa, kopi bening pun mulai mendapatkan tempat di hati para pencinta kopi. Meski keberadaannya belum semasif cold brew atau latte, banyak pemilik coffee shop dan barista inovatif yang menyediakannya sebagai salah satu menu spesial mereka.

Nggak ada yang tahu siapa yang kali pertama menciptakan kopi bening ini, karena "klarifikasi" atau penjernihan sebetulnya merupakan salah satu teknik kuliner yang telah digunakan di dunia gastronomi sejak abad ke-18. Teknik ini biasa dipakai dalam pembuatan kaldu bening (consommé) dan minuman koktail.

Ada banyak teknik klarifikasi, tapi yang paling umum adalah dengan memasukkan protein seperti putih telur atau gelatin ke dalam kaldu, lalu dipanaskan hingga partikel padat dan minyak menggumpal. Setelah disaring, cairan yang dihasilkan akan tampak jernih dan bersih.

Menjernihkan Kopi dengan Susu

Curdling atau teknik menggumpalkan susu dengan bantuan zat asam seperti cuka atau jus lemon biasa digunakan untuk membuat clarified coffee. (Unileversolutions)

Dari makanan, teknik ini kemudian diadopsi dalam dunia koktail oleh para bartender inovatif sekitar awal 2000-an dengan menjernihkan jus buah untuk menciptakan visual yang mengejutkan dan rasa yang lebih halus.

Salah satu metode yang paling umum adalah dengan menambahkan susu dan mengendapkannya. Produk minuman salah satunya dikenal sebagai milk punch. Susu yang dicampurkan dalam minuman atau jus kemudian diberi zat asam seperti air perasan lemon agar menggumpal dan mudah disaring.

Teknik ini pula yang kemudian dipakai dalam produk kopi. Sekitar pertengahan 2010, eksplorasi teknik penyeduhan kopi kontemporer memang tengah merebak di dunia. Hasilnya, terciptalah clarified coffee yang creamy dengan rasa pahit yang halus dan lembut.

Salah satu produk kopi bening yang saat ini cukup dikenal luas adalah Clear Coffee (CLR CFF) buatan dua bersaudara asal Slovakia, Adam dan David Nagy. Dikutip dari Reuters, mereka yang memulai eksperimen sekitar 2012–2013 menciptakan kopi transparan yang diklaim nggak meninggalkan noda kuning di gigi.

Membuat Kopi Bening Sendiri di Rumah

Clear Coffee dibuat dari biji Arabica dan air murni tanpa tambahan pengawet, pemanis, aroma sintetis, atau stabilizer. Hanya kopi dan air. Sejumlah barista menuturkan, rasanya mirip lungo (espresso dengan lebih banyak air) dingin, tapi dengan warna yang tampak seperti air.

Hm, terasa menyegarkan, ya? Pertanyaannya, bisakah kita membuat sendiri di rumah? Tentu saja! Meski jauh lebih ribet ketimbang teknik pour over atau cold brewing, pada dasarnya siapa pun bisa membuat kopi bening sederhana asalkan memiliki kopi, susu, dan jus lemon atau cuka.

Begini salah satu caranya:

  1. Seduh kopi hitam seperti biasa (boleh dengan V60, Aeropress, atau cold brew);
  2. Panaskan susu, lalu campurkan dengan jus lemon atau cuka agar menggumpal (proses curdling).
  3. Campurkan susu yang sudah menggumpal dengan kopi, aduk, lalu diamkan;
  4. Saring menggunakan kertas saring atau kain tipis beberapa kali hingga tersisa cairan bening. Bersabarlah, karena proses ini bisa memakan waktu cukup lama.

Variasi teknik lain, susu lebih dulu dicampur kopi sebelum ditambahkan air lemon atau cuka. Namun, apa pun itu, hasil akhir dari teknik yang dikenal sebagai milk-washed clarification ini adalah kopi jernih beraroma harum kopi yang creamy berpadu dengan rasa pahit yang sopan banget.

Keberadaan kopi bening ini menunjukkan bahwa dunia perkopian terus berkembang. Nggak hanya tentang teknik, jenis, aroma, dan aftertaste, eksplorasi kopi bahkan telah mencakup bentuk dan tampilan yang jauh berbeda. Tertarik membuatnya sendiri nggak, Gez? (Siti Khatijah/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Blok GM, Surga Anak Skena, dan Wajah Baru Kota Semarang saat Malam

9 Apr 2026

Puting Beliung Terjang Banyumanik, Pemkot Semarang Akan Perbaiki Rumah Warga Terdampak

9 Apr 2026

Kembalikan Ruh, Tiket Masuk Resmi Ditiadakan dalam Tradisi Bulusan

9 Apr 2026

Pecinan Semarang Bakal Dikelilingi Arak-arakan 50 Kelenteng Akhir Pekan Ini!

10 Apr 2026

30 Persen Jemaah Haji asal Semarang Masuk Kategori Muda, Puluhan di Antaranya Gen Z

10 Apr 2026

Kolaborasi AMSI dan Meta untuk Dukung Jurnalisme Berkualitas

10 Apr 2026

Jaga Produksi, Pengusaha Tahu Semarang Putar Otak saat Harga Kedelai dan Plastik Naik

10 Apr 2026

Ogah Cuma Jadi Formalitas, Sumanto Pengin Bedah LKPJ 2025 Hasilkan Solusi Nyata buat Jateng

11 Apr 2026

Investasi buat Anak Cucu, Sumanto Ajak Relawan Jaga Kali-Rawat Bumi

12 Apr 2026

Kecelakaan (Lagi) di Silayur Semarang, Mau sampai Kapan?

12 Apr 2026

Bernuansa Spiritual, Tradisi Kirab Kelenteng di Pecinan Semarang

13 Apr 2026

Lansia Dominasi Calhaj Asal Semarang, Kesehatan jadi Tantangan Serius

13 Apr 2026

ASN Jateng WFH Tiap Jumat, Sumanto: Jangan Sampai Pelayanan Publik Malah Libur

13 Apr 2026

Dishub Perketat Akses Masuk ke Silayur, Dua Portal Disiapkan untuk Batasi Truk Tronton

14 Apr 2026

Forbasi Matangkan Struktur Organisasi via Rakernas dan Sertifikasi Juri-Pelatih

14 Apr 2026

Ikhtiar Warga Silayur, Kembalikan Tradisi Ruwatan untuk Keselamatan Pengguna Jalan

14 Apr 2026

Grup Cowok: Batas Tipis antara Bercanda dan Pelecehan Seksual

15 Apr 2026

Menanti Surpres, Nasib RUU PPRT Kini di Tangan Presiden

15 Apr 2026

Temuan Fosil Purba di Bumiayu, Diduga Lebih Tua dari Sangiran

16 Apr 2026

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: