BerandaPasar Kreatif
Kamis, 25 Feb 2026 14:31

AMSI: Perjanjian Dagang RI–AS Jangan Gerus Kedaulatan Kebijakan Pers Kita!

AMSI menyampaikan prihatin atas ketentuan dalam perjanjian perdagangan terbaru Indonesia-AS yang membatasi kewajiban kompensasi platform digital ke perusahaan pers Tanah Air. (AMSI)

Menyoroti perjanjian dagang RI–AS yang membatasi kewajiban kompensasi platform digital ke perusahaan pers, AMSI menegaskan bahwa kebijakan perdagangan internasional seharusnya nggak menggerus kedaulatan Indonesia dalam mengatur ekosistem informasi domestik.

Inibaru.id - Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) menyampaikan keprihatinan atas ketentuan dalam perjanjian perdagangan terbaru Indonesia-AS yang membatasi kewenangan pemerintah RI dalam mewajibkan platform digital AS membayar kompensasi atau lisensi kepada perusahaan pers Indonesia.

Menurut AMSI, ketentuan tersebut berpotensi bertentangan dengan semangat dan arah kebijakan nasional yang selama ini berupaya membangun hubungan yang lebih adil antara platform digital dengan perusahaan pers.

Upaya tersebut telah diatur dalam regulasi nasional mengenai kerja sama antara platform digital dan perusahaan pers, termasuk mekanisme lisensi berbayar dan bagi hasil atas pemanfaatan konten berita. AMSI menilai, masuknya klausul ini nggak lepas dari tekanan politik dan ekonomi AS terhadap Indonesia.

Kondisi ini menempatkan Indonesia dalam posisi dilematis; di satu sisi harus menjaga hubungan dagang bilateral dan membuka peluang peningkatan nilai ekonomi dari sektor unggulan, tapi di sisi lain berisiko mengorbankan kepentingan industri pers nasional serta kedaulatan kebijakan digital.

Benturan dengan Kebijakan Nasional

Indonesia sebelumnya telah mengambil langkah progresif melalui Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2024 tentang Tanggung Jawab Platform Digital untuk Jurnalisme Berkualitas.

Kebijakan ini lahir dari kesadaran bahwa jurnalisme adalah barang publik (public good) dan keberlanjutan media nasional merupakan prasyarat bagi demokrasi yang sehat. Maka, menurut AMSI, larangan menerapkan kewajiban kompensasi untuk perusahaan platform digital justru buruk untuk bisnis media di Tanah Air.

Ketiadaan kompensasi berpotensi memperlebar ketimpangan nilai ekonomi antara platform global dan penerbit lokal. Selama ini, perusahaan pers lokal sudah menghadapi tekanan berat akibat perubahan algoritma, dominasi distribusi oleh platform, serta pergeseran pendapatan iklan ke perusahaan teknologi.

Meski demikian, AMSI tetap meyakini bahwa platform digital global akan terus membutuhkan dan bekerja sama dengan perusahaan pers Indonesia. Konten jurnalistik berbasis fakta, investigasi, dan pelaporan mendalam dinilai tetap menjadi fondasi kredibilitas ekosistem informasi digital.

Lindungi Perusahaan Pers Nasional

AMSI berharap platform tetap menjalin kemitraan lisensi dengan penerbit karena kebutuhan akan konten berkualitas dan terpercaya. Dalam era kecerdasan buatan (AI), ketergantungan platform terhadap data dan konten jurnalistik yang kredibel justru semakin tinggi.

Maka, perubahan dalam kerangka perjanjian dagang seharusnya nggak otomatis menghentikan kerja sama komersial antara platform dan penerbit. AMSI mengakui, tanpa kerangka kebijakan yang kuat, posisi tawar penerbit Indonesia akan semakin lemah dalam negosiasi dengan perusahaan platform digital.

Karena itulah AMSI meminta pemerintah, khususnya Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), untuk tetap konsisten melindungi kepentingan perusahaan pers nasional.

Perlindungan tersebut semakin krusial pada era sekarang ini ketika konten jurnalistik banyak digunakan untuk pelatihan model bahasa besar (large language models), ringkasan otomatis, serta berbagai layanan berbasis generative AI.

Dalam pandangan AMSI, hubungan antara platform AI dan penerbit harus dibangun di atas prinsip:

  1. Kompensasi yang adil atas penggunaan konten jurnalistik;
  2. Transparansi distribusi dan pemanfaatan konten;
  3. Pengakuan hak cipta dan hak ekonomi penerbit; dan
  4. Mekanisme negosiasi kolektif yang setara.

Menjaga Ruang Kebijakan Negara

Tanpa kerangka atau keempat prinsip tersebut, risiko eksploitasi konten jurnalistik Indonesia akan semakin besar, sedangkan manfaat ekonominya mengalir ke luar negeri. Maka, AMSI menegaskan bahwa kebijakan perdagangan internasional nggak boleh menggerus kedaulatan Indonesia.

Kedaulatan tersebut, termasuk di dalamnya adalah untuk mengatur ekosistem informasi kita. Media di Tanah Air, menurut asosiasi tersebut, bukan sekadar pelaku bisnis, melainkan infrastruktur demokrasi dan bagian dari ketahanan nasional di bidang informasi.

Untuk itu, AMSI berharap pemerintah tetap memastikan implementasi perjanjian perdagangan memberi ruang kebijakan (policy space) bagi negara dalam:

  1. Mengatur hubungan antara platform digital dan perusahaan pers;
  2. Mengembangkan kerangka regulasi AI yang adil; dan
  3. Menjamin keberlanjutan media nasional sebagai pilar demokrasi.

Sebagai organisasi industri, AMSI menyatakan kesiapannya untuk berdialog dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan guna merumuskan solusi yang menjaga keseimbangan antara kepentingan perdagangan internasional dan perlindungan industri pers nasional.

Semoga berhasil dan kedaulatan pers di Tanah Air tetap terjaga, agar para jurnalis dan orang-orang yang bernaung di dalamnya juga turut sejahtera. (Siti Khatijah/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Blok GM, Surga Anak Skena, dan Wajah Baru Kota Semarang saat Malam

9 Apr 2026

Puting Beliung Terjang Banyumanik, Pemkot Semarang Akan Perbaiki Rumah Warga Terdampak

9 Apr 2026

Kembalikan Ruh, Tiket Masuk Resmi Ditiadakan dalam Tradisi Bulusan

9 Apr 2026

Pecinan Semarang Bakal Dikelilingi Arak-arakan 50 Kelenteng Akhir Pekan Ini!

10 Apr 2026

30 Persen Jemaah Haji asal Semarang Masuk Kategori Muda, Puluhan di Antaranya Gen Z

10 Apr 2026

Kolaborasi AMSI dan Meta untuk Dukung Jurnalisme Berkualitas

10 Apr 2026

Jaga Produksi, Pengusaha Tahu Semarang Putar Otak saat Harga Kedelai dan Plastik Naik

10 Apr 2026

Ogah Cuma Jadi Formalitas, Sumanto Pengin Bedah LKPJ 2025 Hasilkan Solusi Nyata buat Jateng

11 Apr 2026

Penyebab Tubuh Cepat Lelah saat Cuaca Panas

29 Mar 2026

Kuliner Malam Legendaris Yogyakarta; Bubur Pawon Mbah Sadiyo

29 Mar 2026

Waspada El Nino 'Godzilla'! Ini 7 Penyakit yang Mengintai saat Kemarau Panjang 2026

29 Mar 2026

Studi Temukan Kandungan Timbal pada Baju Fast Fashion Anak, Warna Cerah Paling Rawan

29 Mar 2026

Lezatnya Opor Enthok di Warung Enthok Bu Siti, Kuliner Legendaris Wonosobo

30 Mar 2026

Cuma 53 Detik di Udara, Begini Cerita Penerbangan Terpendek di Dunia

30 Mar 2026

Pahitnya Rahasia Secangkir Kopi Luwak

30 Mar 2026

Jemaah Umrah Wajib Pulang Sebelum 18 April!

30 Mar 2026

Tanggapan Warga Terkait Kemungkinan Harga BBM Naik pada 1 April 2026

31 Mar 2026

Benar Nggak Sih Mengaktifkan Mode Pesawat Bikin Durasi Ngecas HP Jadi Lebih Cepat?

31 Mar 2026

April Mop atau April Panas? Intip Bocoran Cuaca BMKG Sepekan ke Depan!

31 Mar 2026

Stres Kok Sampai Meriang? Mari Kenalan dengan Demam Psikogenik

31 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: