BerandaKulinary
Rabu, 2 Okt 2018 09:00

Berkunjung ke “Kota Kelahiran Gongso", Jangan Lupa Mampir ke 5 Kedai Babat Gongso Legendaris Ini!

Babat Gongso Pak Karmin, salah satu babat gongo legendaris di Semarang. (Okberita.com)

Babat gongso menjadi menu wajib yang harus kamu jajal saat berkunjung ke Semarang. Sebagai kota kelahiran gongso, Kota ATLAS memang punya sejumlah kedai legendaris yang bakal bikin lidahmu bergoyang keenakan. Di mana saja?

Inibaru.id – Lunpia dan wingko babad adalah dua camilan khas yang nggak boleh kelupaan kalau kamu berkunjung ke Kota Semarang. Nah, kalau makan besar, jangan lupakan babat gongso. Yap, kendati beberapa kota di luar Kota ATLAS juga punya babat gongso, konon rasanya nggak ada yang seenak gongso dari "kota kelahiran"-nya.

Jongkie Tio dalam buku Semarang Tempo Doeloe menuliskan, gongso adalah istilah Jawa untuk cara memasak makanan setengah kering. Namun, dia ragu masakan tersebut khas Jawa, karena kala itu sebagian besar masakan Jawa dibakar. Besar kemungkinan masakan tersebut dipengaruhi budaya luar, misalnya Tiongkok.

Gongso biasanya dimasak dengan minyak di atas penggorengan. Bahan dasar berupa ayam, daging, ati-ampela, atau babat diorak-arik di atas wajan hingga setengah kering. Irisan bawang merah hampir selalu ada dalam pemasakan gongso. Konon, masakan yang digongso memiliki cita rasa dan aroma yang lebih ngena.

Nah, di Semarang, kamu bakal dengan mudah menemukan orang berjualan gongso, yang biasanya juga menjajakan nasi goreng. Namun, ada beberapa tempat yang legendaris, khususnya untuk masakan babat gongsonya. Mana saja? 

Babat Gongso Pak Karmin

Babat Gongso Pak Karmin. (Kompas.com/Nabilla Tashandra)

Kedai Babat Gongso Pak Karmin berada nggak jauh dari Jembatan Mberok, Kawasan Kota Lama Semarang. Berdiri sejak 1954, konon di sinilah babat gongso Semarang bermula. Selain gongso, kedai itu juga menjual nasi goreng.

Nasi babat gongso dan nasgor babat dibanderol Rp 25 ribu, sedangkan nasi telur Rp 10 ribu. Soal rasa, nggak perlu ditanya lagi, deh. Warung ini buka setiap hari dari pukul 08.00-22.00 WIB.

Babat Gongso Pak Hengky

Babat Gongso dan Nasi Goreng Pak Hengky. (Baca.co.id)

Gongso yang satu ini dari dulu menggunakan tungku kayu bakar sebagai alat masaknya. Cara tersebut membuat hidangan jadi lebih harum dan gurih. Nggak heran kalau nasgor Pak Hengky selalu ramai pembeli. Selain gongso, kamu juga bisa menikmati nasgor babat dan paru goreng di sana.

Berada di Jalan Puri Anjasmoro Blok K, kedai tersebut buka setiap hari dari pukul 17.00 sampai 23.00 WIB.

Babat Gongso Pak Taman

Nasi Goreng dan Babat Gongso Pak Taman. (Baca.co.id)

Kamu bisa menemukan kedai ini di Jalan Stadion Selatan, Karangkidul, Semarang Tengah. Nasi Goreng Pak Taman namanya. Berdiri sejak 1986, kedai legendaris yang buka pukul 07.00-16.00 WIB tersebut hampir selalu ramai dikunjungi pembeli, khususnya pada jam makan siang.

Seporsi makanan di Pak Taman dihargai sekitar Rp 28 ribu. Kendati nggak bisa dibilang murah, harga tersebut cukup sesuai untuk rasa yang mereka tawarkan, kok. Yuk, cobain!

Babat Gongso Pak Sumarsono

Babat Gongso Pak Sumarsono. (Cumibunting.com)

Seperti babat gongso Pak Hengky, babat gongso Pak Sumarsono juga menggunakan tungku kayu sebagai alat memasaknya. Kedai Pak Sumarsono berada di Jalan Puri Anjasmoro No 54. Kedai tersebut hampir selalu buka setiap hari mulai pukul 17.00 hingga tengah malam, dengan harga seporsi gongso sekitar Rp 25 ribuan.

Babat Gongso Pak Sabar

Nasi goreng babat Pak Sabar. (Ibupenyu.com)

Last but not least, ada kedai nasgor Pak Sabar yang berada di Jalan Depok. Kedai tersebut sejatinya merupakan spesialis tahu pong, satu kuliner yang juga khas Semarang. Namun, kamu bisa memesan nasgor atau babat gongsonya. Oya, nasgor babat di sana juara, lo, Millens!

Buka dari sore hingga menjelang tengah malam, seporsi makanan di sana hanya dibanderol antara Rp 7.000-8.000 saja. Murah campur meriah, ya?

Eh, babat gongsonya dicicipi satu per satu, ya. Jangan dicoba semuanya dalam sehari, lo, karena bisa memicu darah tinggi dan tentu saja menipiskan kantong. Ha-ha. Selamat mencoba! (IB07/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Tari Lengger Banyumas: Warisan Budaya Penuh Makna yang Tetap Menari Melintasi Zaman

11 Agu 2026

AI Factory Terbesar di Asia Tenggara Bakal Dibangun di Indonesia, Kapasitas Capai 1 GW

12 Agu 2026

Pelajar SD-SMP di Yogyakarta Bakal Wajib Berbahasa Jawa Krama Inggil Sehari dalam Sepekan

13 Agu 2026

Temuan Situs Bongal Geser Linimasa Masuknya Islam ke Nusantara hingga Tujuh Abad

14 Agu 2026

HUT ke-81 RI, KAI Beri Diskon Tiket 17 Persen

14 Agu 2026

Pertalite Bakal Dibatasi untuk Desil 9-10, Siapa Saja yang Masuk Kelompok Ini?

15 Agu 2026

Rerie Dorong Situs Patiayam Terus Dijaga sebagai Warisan Peradaban

16 Agu 2026

Unik! Upacara HUT RI di Gang Presiden Puntan Diramaikan Kostum Daur Ulang Sampah

17 Agu 2026

Motor Bensin Bisa Ditukar Motor Listrik, Pemerintah Siapkan Skema Baru

18 Agu 2026

Bukan Rekaman Asli 17 Agustus 1945, Ini Sejarah Suara Proklamasi Bung Karno

19 Agu 2026

Negara Pertama yang Mengakui Indonesia Merdeka

20 Agu 2026

Sinewara, Bioskop BUMN Besutan PFN Siap Meluncur 2027

21 Agu 2026

Garuda Indonesia Uji Internet Cepat di Udara, Video Call dari Ketinggian 30 Ribu Kaki

22 Agu 2026

Mulai 1 Oktober, Semua Merchant Bisa Nikmati Transaksi QRIS Bebas Biaya

24 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: