BerandaHits
Minggu, 15 Agu 2026 20:21

Pertalite Bakal Dibatasi untuk Desil 9-10, Siapa Saja yang Masuk Kelompok Ini?

Pemerintah mengkaji pembatasan subsidi Pertalite bagi masyarakat yang masuk kelompok desil 9 dan 10 sebagai bagian dari upaya penyaluran subsidi BBM yang lebih tepat sasaran. (Chatgpt)

Pemerintah mempertimbangkan pembatasan subsidi Pertalite bagi masyarakat yang masuk desil 9 dan 10, kelompok dengan tingkat kesejahteraan tertinggi, yang rencananya diterapkan secara bertahap dalam beberapa bulan mendatang.

Inibaru.id - Pemerintah berencana membatasi pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, khususnya Pertalite, bagi masyarakat yang dinilai memiliki tingkat kesejahteraan tinggi. Salah satu opsi yang tengah dibahas adalah membatasi subsidi Pertalite bagi masyarakat yang masuk desil 9 dan 10.

Rencana tersebut dibahas dalam rapat koordinasi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Purbaya mengatakan kebijakan tersebut tidak akan langsung diterapkan. Pemerintah masih menyiapkan mekanisme dan mempertimbangkan penerapannya secara bertahap dalam beberapa bulan mendatang.

"Jadi tadi kita bahas kemungkinan implementasi pembatasan subsidi Pertalite untuk yang tingkat atas, mungkin yang desil 9-10. Supaya nanti, bukan sekarang ya, beberapa bulan kemudian kita bisa kurangi secara bertahap," ujar Purbaya seperti dilansir dari Detik, Jumat (14/8/2026).

Lantas, siapa sebenarnya masyarakat yang masuk desil 9 dan 10?

Desil merupakan pengelompokan tingkat kesejahteraan masyarakat dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Pemerintah membagi masyarakat ke dalam 10 kelompok yang masing-masing mencakup sekitar 10 persen keluarga di Indonesia.

Desil 1 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan 10 persen terbawah, sedangkan desil 10 merupakan 10 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan tertinggi.

Artinya, desil 9 dan 10 merupakan kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi. Namun, penentuan desil tidak sesederhana melihat besaran gaji atau pendapatan seseorang.

Kementerian Sosial menjelaskan bahwa pemeringkatan desil dilakukan berdasarkan berbagai variabel sosial dan ekonomi. Di antaranya kondisi rumah, kepemilikan aset, pekerjaan, pendidikan, pengeluaran rumah tangga, daya listrik, serta akses terhadap layanan dasar.

Karena itu, tidak tepat jika desil 9 atau 10 langsung disamakan dengan kelompok masyarakat yang memiliki pendapatan tertentu. Pemerintah menggunakan pemeringkatan kesejahteraan berdasarkan kondisi sosial ekonomi secara lebih luas.

Desil 9-10 Kelompok Sejahtera

Dalam sistem desil DTSEN, semakin tinggi angka desil, semakin tinggi pula posisi kesejahteraan keluarga tersebut dibandingkan kelompok lainnya.

Desil 1 mewakili 10 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah. Sementara desil 9 berada pada kelompok 10 persen di bawah tingkat kesejahteraan tertinggi dan desil 10 merupakan 10 persen teratas.

Kelompok desil tinggi juga bukan menjadi sasaran utama sejumlah program bantuan sosial. Saat ini, misalnya, kelompok desil 1-4 menjadi sasaran PKH, sedangkan beberapa program bantuan lainnya menyasar hingga desil 5.

Dengan posisi tersebut, masyarakat yang masuk desil 9 dan 10 dapat dikategorikan sebagai kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif tinggi. Inilah yang kemudian menjadi pertimbangan pemerintah untuk mengkaji kembali pemberian subsidi Pertalite kepada kelompok tersebut.

Status desil bukan label yang bersifat permanen. Data tersebut dapat berubah mengikuti kondisi sosial ekonomi keluarga dan hasil pemutakhiran data.

Kemensos menyebut pemeringkatan dilakukan secara berkala oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Masyarakat juga dapat mengajukan pembaruan apabila data yang tercantum tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya melalui pemerintah desa atau kelurahan, dinas sosial, maupun aplikasi Cek Bansos.

Karena itu, rencana pembatasan subsidi Pertalite untuk desil 9-10 nantinya akan sangat bergantung pada mekanisme yang ditetapkan pemerintah, termasuk bagaimana data kesejahteraan tersebut digunakan untuk menentukan siapa yang masih berhak memperoleh subsidi.

Untuk saat ini, pembatasan tersebut masih berupa rencana dan belum diterapkan. Pemerintah menyatakan kebijakan akan dipertimbangkan secara bertahap, bukan dalam waktu dekat. (Ning/E01)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Sejarah Marga Kolopaking, Trah Bangsawan Kebumen yang Berasal dari Kisah Kelapa Aking

3 Agu 2026

Berkolaborasi dengan China, Lampung Siap Luncurkan Satelit Lampung-1

4 Agu 2026

Naik Lima Kali Lipat, Biaya Lepas Status WNI Resmi Naik Jadi Rp5 Juta, Ini Alasannya

5 Agu 2026

Kemenkeu Ambil Alih 60% Saham KCIC untuk Restrukturisasi Utang Whoosh

6 Agu 2026

CoreWeave Investasi Miliaran Dolar AS, Bangun Tiga Pusat Data AI Pertama di Indonesia

7 Agu 2026

Wayang Beber, Wayang Tertua di Nusantara yang Masih Bertahan hingga Kini

8 Agu 2026

Desa Giyombong Pernah Jadi Ibu Kota Jawa Tengah pada 1948, Ini Kisahnya

10 Agu 2026

Tari Lengger Banyumas: Warisan Budaya Penuh Makna yang Tetap Menari Melintasi Zaman

11 Agu 2026

AI Factory Terbesar di Asia Tenggara Bakal Dibangun di Indonesia, Kapasitas Capai 1 GW

12 Agu 2026

Pelajar SD-SMP di Yogyakarta Bakal Wajib Berbahasa Jawa Krama Inggil Sehari dalam Sepekan

13 Agu 2026

Temuan Situs Bongal Geser Linimasa Masuknya Islam ke Nusantara hingga Tujuh Abad

14 Agu 2026

HUT ke-81 RI, KAI Beri Diskon Tiket 17 Persen

14 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: