BerandaHits
Jumat, 3 Jul 2026 12:27

Tabung CNG 3 Kg Segera Diuji, Diklaim Lebih Aman dari LPG

Penulis:

Tabung CNG 3 Kg Segera Diuji, Diklaim Lebih Aman dari LPGAdministrator
Tabung CNG 3 Kg Segera Diuji, Diklaim Lebih Aman dari LPG

Gambar ilustrasi, Prototipe Tabung Merah Putih CNG 3 kg akan menjalani uji keamanan di Lemigas sebelum ditargetkan mulai diedarkan kepada masyarakat pada 2026. (Chatgpt AI)

Pemerintah mulai menguji coba Tabung Merah Putih berbahan bakar CNG berkapasitas 3 kg sebagai alternatif LPG yang diklaim lebih aman, tetap kompatibel dengan kompor rumah tangga, dan berharga setara LPG subsidi.

Inibaru.id - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyiapkan alternatif baru bahan bakar untuk memasak bagi masyarakat. Mulai Juli 2026, pemerintah akan menguji coba tabung Compressed Natural Gas (CNG) berkapasitas 3 kilogram yang diberi nama Tabung Merah Putih.

Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah mengurangi ketergantungan terhadap impor liquefied petroleum gas (LPG) sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan cadangan gas bumi dalam negeri yang melimpah. Jika diterapkan secara luas, penggunaan CNG diperkirakan mampu menekan beban subsidi energi hingga 30 persen.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan, tahap awal program akan dimulai dengan mendatangkan sekitar 15 unit tabung CNG sebagai prototipe untuk menjalani serangkaian pengujian.

"Jadi bulan Juli ini sedang dibuat prototype untuk diuji. Jadi diuji itu. Belasan lah mungkin sekitar 15. Saat ini dari Cina aja," ujar Laode seperti dikutip dari CNBC Indonesia, Senin (29/6/2026).

Meski menggunakan jenis gas yang berbeda dengan LPG, masyarakat tidak perlu mengganti kompor yang selama ini digunakan.

Pemerintah merancang tabung CNG 3 kilogram agar tetap kompatibel dengan kompor rumah tangga yang saat ini digunakan untuk tabung LPG 3 kilogram. Selain itu, harga jualnya juga direncanakan setara dengan harga LPG subsidi sehingga tidak menambah beban masyarakat.

Melansir dari CNBC Indonesia, tabung CNG yang didatangkan dari China menggunakan teknologi tipe 4 berbahan komposit. Material ini dipilih karena bobotnya jauh lebih ringan dibandingkan tabung baja konvensional sehingga lebih mudah digunakan masyarakat.

"Material tabung ini itu sudah sampai ke tipe 4. Tipe 1 semua logam, tipe 2 sudah mulai ada campuran yang meringankan sampai dengan tipe 3 tapi masih berat. Oleh karena itu kita harus membuat yang lebih ringan agar emak-emak nanti nggak merasa oh ini kok penggantinya berat, enggak," tambahnya.

Setelah tiba di Indonesia, seluruh prototipe akan menjalani pengujian di Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas). Pengujian meliputi ketahanan tekanan tinggi hingga aspek keamanan katup (valve) sebelum nantinya diedarkan kepada masyarakat.

"Kita uji di Lemigas, kan dia kan harus ada uji tekanan, dan seperti itu yang paling penting safety dari valve dan tabungnya seperti apa. Satu tahap lagi sudah bisa di-implement, di-edarkan tahun ini," lanjutnya.

Apa Bedanya CNG dan LPG?

CNG dan LPG sama-sama digunakan sebagai bahan bakar, tetapi memiliki karakteristik yang berbeda.

CNG disimpan pada tekanan sangat tinggi, yakni sekitar 200–250 bar, sedangkan tekanan LPG hanya sekitar 5–10 bar.

Perbedaan lainnya terletak pada sifat gasnya. LPG memiliki massa jenis lebih berat daripada udara sehingga apabila terjadi kebocoran gas akan cenderung mengendap di dekat lantai. Sebaliknya, CNG lebih ringan daripada udara sehingga akan lebih cepat naik dan menyebar di ruang terbuka.

Mengutip dari CNN Indonesia, pemerintah memperkirakan harga Tabung Merah Putih akan disamakan dengan harga LPG 3 kilogram bersubsidi yang berlaku saat ini. Dengan skema tersebut, masyarakat tidak perlu membayar lebih mahal, sementara beban subsidi negara diproyeksikan dapat berkurang hingga 30 persen.

"Sama dengan harganya sama. Sekarang simulasinya masih disamakan, dengan disamakan pun subsidi bisa turun sampai dengan 30%. Ada peluang untuk itu (produksi domestik). Kalau jumlahnya masif kan kita punya bargaining untuk minta mereka bangun di sini," pungkas Laode.

Ke depan, pemerintah juga membuka peluang bagi investor untuk membangun fasilitas produksi tabung CNG di Indonesia apabila kebutuhan pasar semakin besar. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat industri dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan pada produk impor. (Ning/E01)

Tags:

Inibaru Indonesia Logo

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

Sosial Media

Copyright © 2026 Inibaru Media - Media Group. All Right Reserved