BerandaKulinary
Jumat, 7 Mar 2019 11:00

Menikmati Semangkuk Sup Matahari di Warsop Cik Bun

Sop Matahari Cik Bun yang segar dan nikmat. (Inibaru.id/ Sitha Afril)

Kalau kamu sedang mencari sup dengan sensasi rasa yang berbeda, kamu bisa berbelok ke warung sup yang satu ini. Namanya Warsop Cik Bun. Sang pemilik menawarkan sup matahari yang bikin matamu melek dan lidah bergoyang.

Inibaru.id – Nama makanan ini Sop Matahari. Eits, ini bukan sup berbahan dasar bunga matahari, Millens. Diberi nama sop matahari lantaran penyajiannya memang mirip dengan bunga matahari yang mekar. Warnanya segar dan menggugah selera.

Warung Sop Cik Bun yang berlokasi di Mugasari ini memiliki berbagai varian Sup. (Inibaru.id/Sitha Afril)

Nah, kalau mau coba sup yang satu ini, kamu bisa mampir ke Warung Sop Matahari Cik Bun. Berlokasi di kawasan Pujasera, Jalan Kyai Saleh Nomor 10, Mugasari, Semarang, warung ini buka mulai pukul 9 pagi hingga 5 sore. Anyway, kalau kamu nggak suka suasana ramai, hindari datang saat jam makan siang. Kalau pas sedang ramai, kamu terancam nggak dapat tempat duduk. Jadi, datanglah saat pagi atau sore hari.

Isian dari sup ini terdiri atas irisan wortel, potongan jamur kuping, jamur putih, sosis, dan galantin. Semuanya dicampur menjadi satu dan dibungkus adonan telur. Setelah itu dikukus. Untuk kuahnya, sup ini menggunakan kaldu ayam yang ditambah merica, tumisan bawang bombay, dan cengkeh. Meski bahan dan bumbu sup matahari hampir mirip dengan sup pada umumnya, tapi aroma cengkih benar-benar membawa sensasi rasa yang berbeda. Cara penyajian sup ini juga sangat unik!

Sebelum dipotong, inilah bentuk asli bahan Sup Matahari setelah dikukus. (Inibaru.id/ Sitha Afril)

Proses pembuatan sup ini tergolong rumit, Millens. Takaran untuk membuat telur dadar harus pas. Telur dadar ini akan dijadikan kulit untuk membungkus isian sup. Selain soal takaran, waktu pengukusan juga harus tepat. Untuk mengukus bahan-bahan yang telah dibungkus telur ini memakan waktu 1 jam.

"(Takaran adonan) Nggak boleh sembarangan, bisa-bisa kulit pembungkus bisa berbau amis atau malah robek," tegas pemilik warung Neni Widiyasti yang akrab disapa Cik Bun ini.

Cik Bun juga mewanti-wanti saat mengiris kulit pembungkus isian sup. Jika nggak hati-hati kulit nggak akan "mekar" atau malah bisa sobek. Menurut saya di sinilah seninya. Kalau kamu tipe nggak sabaran, lebih baik beli saja. Ha ha. Praktis dan sudah jelas enak seperti di warung ini.

Satu porsi sup matahari di warung ini hanya dipatok harga Rp 18 ribu. (Inibaru.id/Sitha Afril)

Rasanya beneran enak? Tentu saja. Menurut saya juru masak di warung ini sukses membuat lidah saya bergoyang. Hanya saja jika kamu nggak terlalu suka cengkeh, kamu bakal terkejut dengan rasa makanan khas Solo ini.

Meski semua bahan sudah bersatu padu, tapi saya masih bisa merasakan wortel, jamur, dan yang paling membuat nikmat adalah kriuk jamur putih. Kua sup juga seger banget, Millens. Mau lebih pedas, tinggal tambah sambal dan tentukan sendiri level pedasmu.

Kurang kenyang cuma makan sup? Kamu bisa kok pesan nasi putih ditambah segelas es teh. Hmm, mantap kan? Selain sop matahari, kamu juga bisa mencicipi aneka sup lain seperti sup galantin, dan sup manten.

O ya, Cik Bun juga sempat menjelaskan makna filosofi sup ini terutama bagi orang Solo. "Makna tersebut berkaitan dengan pengharapan agar pasangan suami-istri dapat diberikan sinar kemudahan dan keberkahan dalam menjalani rumah tangga," kata Cik Bun.

Sup ini memang sering disajikan saat jamuan acara pernikahan, Millens. Sst, konon, bagi pasangan yang belum menikah, mengonsumsi sup ini juga diyakini mampu mempercepat jalan menuju jenjang pernikahan lo!

Gimana? Tambah tertarik mencicipi sup ini? Jangan lupa ajak pasanganmu, ya. Kalau belum ada ya cari dulu. Ha ha. (Sitha Afril/E05)

 

Warsop Cik Bun

Kategori: warung

Alamat: Jalan Kyai Saleh Nomor 10 Mugasari Semarang (Sebelah JNE 24 jam)

Harga : Sup Rp 18.000

           Nasi Rp 3.000

           Es teh Rp 3.000

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengulik Filosofis Naga Jawa dalam Kosmologi Masyarakat Jawa Kuno

2 Jun 2026

Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Nanik S Deyang Ditunjuk sebagai Pengganti

3 Jun 2026

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: