BerandaKulinary
Senin, 27 Apr 2025 13:48

Kisah Toko Nopia dan Mino Asli Ting Lie Liang Purbalingga yang Eksis Sejak 1940-an

Nopia, kudapan khas Purbalingga yang jadi produk utama Toko Nopia dan Mino Asli Ting Lie Liang. (Nopia Asli Ting Lie Liang)

Toko Nopia dan Mino Asli Ting Lie Liang sudah eksis sejak 1940-an. Rasa nopia yang tersedia di sana masih sama sejak kali pertama toko tersebut berdiri.

Inibaru.id – Sebagai warga asli Purbalingga yang tinggal di Kecamatan Bobotsari, Lukman Hakim sering lewat Tugu Knalpot saat ada keperluan ke pusat kota. Di sebelah utara tugu, terdapat toko oleh-oleh langganannya bernama Toko Nopia dan Mino Asli Ting Lie Liang.

Di Purbalingga, nopia dan mini nopia (mino) mungkin bisa dengan mudah ditemukan. Namun, bagi Lukman, rasa dan kualitas camilan khas Purbalingga di toko ini nggak ada duanya.

“Karena nopia dan minonya pasti berkualitas, jadi rasanya pantas banget buat dijadikan oleh-oleh kalau ada keluarga jauh yang datang. Saya juga kadang beli untuk camilan sendiri. Memang rasanya enak, kok,” ungkap Lukman pada Jumat (25/4/2025).

Ada alasan yang bikin kualitas nopia yang disediakan di sana masih yang terbaik di Kota Perwira. Sejak eksis pada dekade 1940-an, proses pembuatannya masih sama. Mereka mempertahankan cara tradisional untuk membuat kudapan yang juga dikenal masyarakat setempat dengan sebutan ndog bledeg tersebut.

Toko Toko Nopia dan Mino Asli Ting Lie Liang di Purbalingga. (Google Street View)

“Pernah ngobrol sama yang kerja di sana. Nopianya masih dipanggang di oven dari tanah liat dengan bahan bakar kayu bakar. Sengaja seperti itu sejak zaman kemerdekaan dulu agar rasa nopianya tetap terjaga,” lanjut Lukman.

Lebih dari itu, varian nopia yang tersedia di sana juga beragam. Ada yang rasa cokelat, gula jawa, bawang, kopi, keju, hingga rasa buah-buahan seperti nanas, durian, maupun stroberi. Ada juga kudapan lain khas Purbalingga yang terkadang Lukman beli seperti kue toso.

“Setahu saya pada zaman dahulu, rasa nopia asli itu gula merah yang dicampur dengan bawang goreng. Makanya, pas tahu sekarang varian rasanya jauh lebih banyak, rasanya senang aja. Banyak orang yang jadi penasaran dengan rasa-rasa baru ini dan bikin camilan ini disukai generasi-generasi yang lebih muda,” ungkap Lukman.

Kini, toko yang dulu didirikan oleh Ting Tie Liang ini dikelola oleh cucunya, yaitu Yohanes Andrianto. Meski produk nopianya sudah didistribusikan hingga ke luar kota seperti Jakarta, Kebumen, hingga Solo, nyatanya tetap banyak orang luar kota yang mampir ke toko tersebut untuk mencicipi nopia dengan rasa yang sama sejak 1940-an tersebut. (Arie Widodo/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengulik Filosofis Naga Jawa dalam Kosmologi Masyarakat Jawa Kuno

2 Jun 2026

Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Nanik S Deyang Ditunjuk sebagai Pengganti

3 Jun 2026

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: