BerandaKulinary
Selasa, 15 Jan 2018 21:27

Cicip Seruit sambil Nyeruit

Seruit khas Lampung (Tourlampung)

Sebagai kuliner yang menyimbolkan kebersamaan, seruit menjadi idola bagi masyarakat Lampung karena cita rasanya yang khas. Rasanya seperti apa, ya?

Inibaru.id – Millens, sudah pernah mencicipi seruit? Kalau belum, coba rasakan uniknya olahan ikan khas Lampung ini.

Ikan balide, baung, dan layis yang sudah dibumbui biasanya menjadi bahan dasar masakan ini. Namun, kamu juga bisa memanfaatkan ikan lain. Ikan tersebut bisa dibakar atau digoreng. Sebagai sentuhan akhir, seruit disajikan dengan sambal terasi dan tempoyak, yakni durian yang sudah diawetkan dan difermentasi. Kadang-kadang, tempoyak diganti dengan mangga. Campuran inilah yang menghasilkan citarasa seruit yang istimewa.

Simbolkan Kebersamaan

Masyarakat Lampung dikenal memiliki kebersamaan yang kuat. Mereka senang berkumpul di antara keluarga dan tetangga. Nah, dari situlah muncul istilah penyebutan makanan ini sebagai seruit. Kata tersebut berasal dari kata nyeruit dalam bahasa Lampung yang artinya “dilakukan bersama-sama”. Cocok kan dengan kegemaran mereka? Bahkan, bagi masyarakat Lampung Pepadun, seruit dianggap sebagai makanan pokok, lo.

Baca juga:
Tahu Sumedang, Kuliner Sumedang dari Tiongkok
Kue Pancong Betawi, Aroma Kelezatannya Tercium sampai Amerika

Resep Seruit

Jika tergiur merasakan nikmatnya seruit, Millens nggak perlu jauh-jauh ke Lampung. Yuk, coba untuk memasak kuliner ini.

Ada dua jenis bahan yang perlu disiapkan. Bahan pertama merupakan bahan sambal, yang terdiri atas bawang merah, cabai merah, terasi, garam, dan gula pasir. Yang kedua adalah bahan-bahan dasar yakni ikan yang bisa dipilih sesuai selera, air jeruk nipis, bawang putih yang dihaluskan, tomat, air panas, dan mangga atau tempoyak. Tempoyak bisa didapatkan dengan menyimpan daging durian yang sudah dibubuhi garam dalam wadah rapat selama seminggu.

Baca juga:
Catatan 2017: Inilah Resep Makanan Paling Dicari
Kuah Beulangong, Lezat dan Simbol Pemersatu

Bagaimana cara membuatnya?

Gunakan air jeruk nipis, garam, dan bawang putih untuk melumuri ikan. Jangan lupa untuk mendiamkannya selama 20 menit. Kemudian, bakar atau goreng ikan tersebut. Angkat, lalu buatlah suwiran ikan. Campur suwiran ikan tersebut dengan tempoyak (atau potongan mangga) dan tomat sampai merata. Selanjutnya, aduk sambal dengan sedikit air panas. Terakhir, siram campuran sambal tersebut ke atas ikan.

Nah, tinggal dilengkapi dengan nasi hangat dan lalapan, seruit sudah siap memanjakan lidah kita. Aih, sedapnya! (AYU/SA)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Ikuti Tren Nasional, Angka Pernikahan di Kota Semarang Juga Turun

9 Nov 2024

Belajar dari Yoka: Meski Masih Muda, Ingat Kematian dari Sekarang!

9 Nov 2024

Sedih dan Bahagia Disajikan dengan Hangat di '18x2 Beyond Youthful Days'

9 Nov 2024

2024 akan Jadi Tahun Terpanas, Benarkah Pemanasan Global Nggak Bisa Dicegah?

9 Nov 2024

Pemprov Jateng Dorong Dibukanya Kembali Rute Penerbangan Semarang-Karimunjawa

9 Nov 2024

Cara Bijak Orangtua Menyikapi Ketertarikan Anak Laki-laki pada Makeup dan Fashion

9 Nov 2024

Alasan Brebes, Kebumen, dan Wonosobo jadi Lokasi Uji Coba Program Makan Bergizi di Jateng

9 Nov 2024

Lebih Dekat dengan Pabrik Rokok Legendaris di Semarang: Praoe Lajar

10 Nov 2024

Kearifan Lokal di Balik Tradisi Momongi Tampah di Wonosobo

10 Nov 2024

Serunya Wisata Gratis di Pantai Kamulyan Cilacap

10 Nov 2024

Kelezatan Legendaris Martabak Telur Puyuh di Pasar Pathuk Yogyakarta, 3 Jam Ludes

10 Nov 2024

Warga AS Mulai Hindari Peralatan Masak Berbahan Plastik Hitam

10 Nov 2024

Sejarah Pose Salam Dua Jari saat Berfoto, Eksis Sejak Masa Perang Dunia!

10 Nov 2024

Memilih Bahan Talenan Terbaik, Kayu atau Plastik, Ya?

10 Nov 2024

Demo Buang Susu; Peternak Sapi di Boyolali Desak Solusi dari Pemerintah

11 Nov 2024

Mengenang Gunungkidul saat Masih Menjadi Dasar Lautan

11 Nov 2024

Segera Sah, Remaja Australia Kurang dari 16 Tahun Dilarang Punya Media Sosial

11 Nov 2024

Berkunjung ke Museum Jenang Gusjigang Kudus, Mengamati Al-Qur'an Mini

11 Nov 2024

Tsubasa Asli di Dunia Nyata: Musashi Mizushima

11 Nov 2024

Menimbang Keputusan Melepaskan Karier Demi Keluarga

11 Nov 2024