BerandaKulinary
Jumat, 12 Feb 2026 11:01

Cerita Kue Citak Khas Parakan, Temanggung

Kue citak khas Temanggung. (FB/Nurul)

Setiap kali jelang Imlek, popularitas kue citak di Parakan, Temanggung, biasanya semakin populer. Begini sejarah unik kue ini, Gez.

Inibaru.id - Kalau sedang jalan-jalan ke Temanggung, khususnya kawasan Parakan, jangan heran kalau kamu menemukan kue merah mungil yang tampilannya sederhana, tapi punya cerita panjang. Namanya kue citak. Sekilas mirip kue ku atau angku kwe yang sering kita lihat di kota-kota besar, tapi di Temanggung, sebutannya memang sangat unik.

Di Jakarta, kue ini lebih dikenal sebagai kue ku. Di Lasem, namanya kue tok, karena konon diambil dari bunyi “tok” saat kue dikeluarkan dari cetakan kayu dengan cara diketuk atau dibanting perlahan dalam proses pembuatannya. Namun di Parakan, istilah citak sudah melekat kuat dan jadi identitas lokal.

Kue berbahan dasar tepung ketan dengan isian kacang hijau manis ini bukan sekadar camilan. Bagi masyarakat Tionghoa di Parakan, kue citak selalu hadir dalam berbagai ritual penting, mulai dari perayaan Imlek, sembahyang leluhur, peringatan kematian, hingga sembahyang sincia. Bahkan, dalam acara pernikahan atau hajatan tertentu, kue merah ini juga kerap ikut tersaji.

Sejarawan Parakan, Sutrisno Murtiyoso atau yang akrab disapa Sumur, menyebut kue citak punya peran yang lebih luas dibanding kue keranjang. “Kalau kue keranjang identik dengan Imlek, kue citak itu hampir selalu ada di banyak momen ritual,” ujarnya sebagaimana dinukil dari Suaramerdeka, Kamis (11/2/2026).

Kue citak sudah eksis sejak lama. (Kabartemanggung)

Pemilihan warna merah pada kue citak bukan tanpa alasan. Dalam budaya Tionghoa, merah melambangkan keberuntungan dan kebahagiaan. Sementara bentuknya yang menyerupai kura-kura dipercaya sebagai simbol panjang umur. Jadi, setiap gigitan kue citak seolah membawa doa dan harapan baik.

Sejarah kue citak di Parakan tak bisa dilepaskan dari sosok Mak Lay, pembuat kue legendaris sebelum masa Orde Baru. Ia dikenal piawai membuat aneka kue basah, termasuk kue citak yang rasanya begitu khas. Kue-kue buatannya diedarkan oleh Mbok Pawiro, penjual tenongan yang berkeliling membawa wadah seng khas.

“Mbok Pawiro itu karyawannya nenek saya. Dia yang mengedarkan kue-kue buatan nenek dan ibu saya,” kenang Siek Liang Thay, cucu Mak Lay.

Selain varian merah, dulu Mak Lay juga membuat kue citak berwarna hitam. Bedanya, yang hitam ini bukan untuk persembahan, melainkan sekadar jajanan. “Setahu saya, yang hitam itu hanya untuk dimakan sendiri, dijual sebagai jajanan,” kata Siek Liang Thay.

Warna hitam pada kue ini bukan dari bahan ketan hitam, melainkan dari campuran abu bunga edelweiss yang dibakar, teknik tradisional yang kini jarang terdengar. Unik banget kan?

Kini, kue citak bukan cuma soal tampilannya yang cantik, rasa manis, dan tekstur kenyalnya. Di balik bentuknya yang sederhana, tersimpan cerita tentang warisan keluarga, percampuran budaya, dan kenangan yang tetap hidup dari satu generasi ke generasi berikutnya. Sudah pernah mencicipinya, Gez? (Arie Widodo/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Tragedy of the Commons; Alasan Hutan dan Sumber Daya Bersama Mudah Rusak

16 Mar 2026

Tahayul Dunia Percintaan di Jepang yang Unik dan Lucu

16 Mar 2026

Cantiknya Pemandangan Bukit Lintang Sewu di Yogyakarta

16 Mar 2026

Arus Mudik Mulai Terasa, Puluhan Ribu Kendaraan Masuk Jateng via Tol Kalikangkung

16 Mar 2026

Kenapa Nggak Ada Mamalia Warna Ungu? Ternyata Ini Rahasia Evolusi di Baliknya!

16 Mar 2026

Mudik Jarak Jauh? Ini Posisi Kursi Pesawat Paling 'Wenak' buat Tidur

16 Mar 2026

Candi Muncar Wonogiri, Telaga Sejuk di Lereng Pengunungan Lawu Selatan

17 Mar 2026

Mengenal Fitur 'Safe Mode' Di HP Android, Apa Fungsinya, Ya?

17 Mar 2026

Bukan Cuma Kurang Olahraga, Ternyata Ini Alasan Ilmiah Lemak Perut Susah Banget Hilang!

17 Mar 2026

Manisan Berlapis yang Hangatkan Perayaan Idulfitri di Turki: Baklava!

17 Mar 2026

Ini Rekomendasi Outfit Anti-Pegal buat Penerbangan Jarak Jauh

17 Mar 2026

Panduan Mudik IDAI; Tetap Aman Bepergian bersama Anak

18 Mar 2026

Apa Sih Makna Makna Jumlah Bintang pada Hotel?

18 Mar 2026

Mudah Didaki Tapi Cantik, Puncak Argopuro di Gunung Lasem Cocok Buat Pendaki Tektok

18 Mar 2026

Perjuangan Ardit Erwandha dan Peran Arga dalam 'Tunggu Aku Sukses Nanti'

18 Mar 2026

Awas 'Ketiduran' Sedetik Bisa Fatal! Kenali Tanda Microsleep saat Mudik dan Cara Mengatasinya

18 Mar 2026

Mengenal Kerbau Rawa: Si Perenang Tangguh dari Kalsel yang Jago Nyelam!

18 Mar 2026

Indikator Bensin Menyala, BBM Mobil Masih Sisa Berapa?

19 Mar 2026

Mencicipi Kelezatan Nasi Liwet dan Cabuk Rambak Bu Parmi Solo yang Melegenda

19 Mar 2026

Jangan Kalap! Tips Aman Santap Menu Lebaran buat Si Diabetes & Hipertensi

19 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: