BerandaKomunitas
Sabtu, 25 Agu 2017 14:55

Komunitas Ibu Muda Semarang: Berawal dari Curhat di Whatsapp

Komunitas ibu muda Semarang. (Foto: google.com)

Menjadi ibu muda tidaklah selalu mudah, terlebih ketika ia harus hidup mandiri di sebuah pemukiman modern.

Inibaru.id - Dahulu sekali, seorang ibu muda akan di-drill orang tuanya, terutama ibu kandung atau mertuanya, bagaimana menjadi “ibu yang baik”. Ibu yang baik dalam kamus para orang tua terkadang (maaf) dipenuhi dengan berbagai mitos yang menyertainya, mulai dari tata cara makan, ketika hamil, saat merawat anak, dan lain sebagainya. Kultur sosial yang begitu melekat dalam ajaran “ibu yang baik” versi orang tua dulu dengan kini juga banyak yang berubah.

Bukan berarti ajaran dulu tak tepat sementara yang sekarang lebih baik, tapi terkadang ada beberapa hal yang sejatinya butuh untuk didiskusikan, misalnya hal-hal yang berkaitan dengan mitos.

Sebagian ibu muda kemudian mencari tahu sendiri dengan berselancar di internet atau mencari wadah bagi mereka dengan cara berkomunitas di dunia maya atau nyata. Salah satu wadah para ibu muda untuk wilayah Semarang di antaranya adalah Komunitas Ibu Muda Semarang.

Dilansir dari Asatu.id, Komunitas Ibu Muda Semarang yang bermula dari akun Instagram @bukibuk.smg  pun berencana menggelar pertemuan resmi (launching perdana) pada 26 Agustus 2017 mendatang di Neo Hotel Candi, Gajahmungkur Semarang. Acara akan berlangsung mulai pukul 08.30 sampai dengan selesai.

Komunitas yang beranggotakan ibu-ibu muda di Semarang dengan rentang usia 21 tahun sampai dengan 30 tahun ini awalnya terbentuk dari ibu-ibu muda yang merasa perlu wadah untuk berbagi dan mencari solusi atas masalah-masalahnya sebagai seorang ibu.

Setelah beberapa kali mengadakan pertemuan, komunitas ini pun pada akhirnya berhasil dibentuk pada 30 Maret 2017 silam. Merasa senasib-sepenanggungan, para ibu muda ini pun kemudian memutuskan untuk terus berbagi.

Minimnya pengetahuan kala menjadi ibu perdana meyatukan mereka. Hingga kemudian tercetuslah ide untuk me-launching Bukibuk.smg dengan tema: “Ibu Hebat, Ibu Merdeka”

Selain launching perdana, mini class juga akan dihadirkan pada acara perdana Bukibuk.smg. Ibu-ibu ini akan diberi edukasi mengenai essential oil class untuk mendukung kesehatan keluarga.

”Konsep utamanya kami ingin berbagi, berbagi apapun, berbagi cerita, berbagi kendala, berbagi ilmu pengetahuan, kebetulan tema pertama yang kami angkat untuk mendukung launching ini adalah essential oil,” kata Sari sebagai Ketua terpilih dari komunitas ini.

Sari berharap, nantinya mereka sebagai ibu-ibu bisa saling menguatkan dan mendukung satu sama lain. Ia juga menginginkan adanya kekompakan para anggotanya kendati tiap ibu muda memiliki latar belakang profesi serta pendidikan yang beragam.

“Semoga keberagaman itu malah bisa untuk saling menutupi dan mendukung satu sama lain,” tambahnya.

Berawal dari grup kecil beranggotakan kurang dari 10 orang yang tergabung dalam aplikasi perpesanan Whatsapp bertajuk “Bukibuk”, anggota Bukibuk.smg bertambah dengan signifikan dan saat ini jumlahnya mencapai 78 orang. Selain melalui whatsap group , ibu ibu yang lainnya juga bisa melihat berbagai informasi dan update acara ke depannya di instagram @bukibuk.smg.

“Harapan kami Bukibuk.smg ini makin solid ke depannya, dan kami dengan tangan terbuka masih akan terus menerima anggota lagi bagi ibu-ibu yang merasa perlu wadah untuk berbagi dan memerlukan dukungan dari para ibu lainnya,” pungkasnya. (OS/IB)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Blok GM, Surga Anak Skena, dan Wajah Baru Kota Semarang saat Malam

9 Apr 2026

Puting Beliung Terjang Banyumanik, Pemkot Semarang Akan Perbaiki Rumah Warga Terdampak

9 Apr 2026

Kembalikan Ruh, Tiket Masuk Resmi Ditiadakan dalam Tradisi Bulusan

9 Apr 2026

Pecinan Semarang Bakal Dikelilingi Arak-arakan 50 Kelenteng Akhir Pekan Ini!

10 Apr 2026

30 Persen Jemaah Haji asal Semarang Masuk Kategori Muda, Puluhan di Antaranya Gen Z

10 Apr 2026

Kolaborasi AMSI dan Meta untuk Dukung Jurnalisme Berkualitas

10 Apr 2026

Jaga Produksi, Pengusaha Tahu Semarang Putar Otak saat Harga Kedelai dan Plastik Naik

10 Apr 2026

Ogah Cuma Jadi Formalitas, Sumanto Pengin Bedah LKPJ 2025 Hasilkan Solusi Nyata buat Jateng

11 Apr 2026

Investasi buat Anak Cucu, Sumanto Ajak Relawan Jaga Kali-Rawat Bumi

12 Apr 2026

Kecelakaan (Lagi) di Silayur Semarang, Mau sampai Kapan?

12 Apr 2026

Bernuansa Spiritual, Tradisi Kirab Kelenteng di Pecinan Semarang

13 Apr 2026

Lansia Dominasi Calhaj Asal Semarang, Kesehatan jadi Tantangan Serius

13 Apr 2026

ASN Jateng WFH Tiap Jumat, Sumanto: Jangan Sampai Pelayanan Publik Malah Libur

13 Apr 2026

Dishub Perketat Akses Masuk ke Silayur, Dua Portal Disiapkan untuk Batasi Truk Tronton

14 Apr 2026

Forbasi Matangkan Struktur Organisasi via Rakernas dan Sertifikasi Juri-Pelatih

14 Apr 2026

Ikhtiar Warga Silayur, Kembalikan Tradisi Ruwatan untuk Keselamatan Pengguna Jalan

14 Apr 2026

Grup Cowok: Batas Tipis antara Bercanda dan Pelecehan Seksual

15 Apr 2026

Menanti Surpres, Nasib RUU PPRT Kini di Tangan Presiden

15 Apr 2026

Temuan Fosil Purba di Bumiayu, Diduga Lebih Tua dari Sangiran

16 Apr 2026

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: