BerandaInspirasi Indonesia
Kamis, 16 Agu 2017 20:01

Sudirman Said dan Jalan Terjal Menuju Kursi Pilgub Jateng

Menteri ESDM kabinet kerja Presiden RI Joko Widodo periode 2014-2016, Sudirman Said. (Foto: Aktual)

Setelah turun dari jabatannya sebagai Menteri ESDM kini Sudirman Said digadang sebagai orang nomor satu di Jateng.

Inibaru.id - Sosok ini adalah mantan Menteri ESDM dalam Kabinet Kerja Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang akhirnya digantikan Archandra Tahar. Lahir di Brebes, Jawa Tengah, namanya mencuat kala alumnus STAN ini ditunjuk sebagai Dirut PT Pindad. Ia kini disebut sebagai kandidat kuat penantang Ganjar Pranowo di Pilgub Jawa Tengah 2018 mendatang.

Dia adalah Sudirman Said. Hidup dalam keluarga miskin di Brebes, pria kelahiran 16 April 1963 ini bisa dikatakan kini telah berhasil mengubah nasibnya menjadi lebih baik. Kendati demikian, masa-masa suram pernah dilaluinya dulu, terutama setelah bapaknya meninggal saat ia berumur 10 tahun.

Baca juga: Sudirman Said: Pilkada Bukan Ajang Para Kandidat tapi Hajat Rakyat

"Pada umur 10 tahun, bapak meninggal dan ibu menjadi single mother. Kami 6 bersaudara. Merasakan betul bagaimana menjadi miskin," kata Sudirman di Hotel Borobudur, Jakarta, sekira tiga tahun lalu, dikutip dari Detik.com.

Pasca ayahnya meninggal, kehidupan ekonomi Sudirman makin sulit, termasuk soal pembiayaan pendidikannya. Untungnya pada waktu itu, ia termasuk anak yang berprestasi, sehingga mendapat bantuan beasiswa dari negara.

"Sejak SMP dibiayai negara karena ada sedikit prestasi juga mungkin. SMA saya sering menangis pulang ke rumah. Karena saat semester itu tidak dapat kartu ujian, karena belum bayar uang SPP," kenangnya.

Waktu cepat berlalu, menempa lulusan George Washington University ini untuk terus maju menghadapi kehidupan, hingga akhirnya ia dikenal sebagai tokoh antikorupsi, Staf Ahli Direktur Utama PT Pertamina, Wakil Direktur Utama PT Petrosea, Direktur Utama PT Pindad, dan kemudian menjadi Menteri ESDM, kendati tak bertahan lama.

Kendati demikian, tiap burung pasti berniat kembali ke sarangnya. Puluhan tahun berkiprah di luar daerah, tahun ini sepertinya Sudirman ingin kembali ke kampung halamannya. Namanya pun banyak disebut dalam koran-koran lokal dan media daring di wilayah Jawa Tengah.

Baca juga: Ini Dia “Uneg-uneg” Warga Jateng pada Sudirman Said Demi Kemajuan Jateng

Ya, dia digadang sebagai kandidat Gubernur Jawa Tengah. Kebetulan, tahun depan kursi itu akan kembali diperebutkan dalam kontestasi Pilgub serentak 2018. Namanya menjadi begitu familiar di telinga masyarakat Jawa Tengah. Apa yang akan dilakukannya di provinsi ini?

Kumparan menulis, pria 54 tahun ini konon sibuk blusukan menemui tokoh masyarakat, elite parpol, kalangan akademis, dan lainnya untuk mendiskusikan masa depan Jateng.

"Sudah 20 kabupaten saya datangi dan saya ketemu ulama, LSM dan pimpinan partai. Maju di Pilgub bagian dari niat baik saya yaitu membayar utang," kata Sudirman di Tegal, sebagaimana dikutip dari Kumparan.

Kans Cagub

Bagaimana kansnya? Hm, Wapres Jusuf Kalla pernah menyatakan, Sudirman layak memimpin Jawa Tengah. "Saya yakin dia mampu, bekas menteri dan juga orang Jateng," ungkapnya Mei lalu.

Aturan KPU Nomor 9 Tahun 2016 menyatakan, parpol atau gabungan parpol bisa mencalonkan jika memiliki sekurangnya 20 persen kursi di DPRD atau 25 persen dari suara sah di pileg terakhir. Jateng sendiri memiliki 100 kursi.

Baca juga: Ini Dia! Cagub Jateng Sudirman Said Blusukan ke Santrendelik

Partai Gerindra (11 kursi) konon telah melirik sosoknya. Namun, partai ini butuh menggalang koalisi untuk memajukan Sudirman. PKS dan PAN konon tertarik, tapi mereka masih menunggu perkembangan.

Berdasarkan survei terbuka dari Lembaga Populi Center, 14 Juni 2017 lalu, Sudirman memiliki 1,5 persen suara, di bawah Walikota Semarang Hendrar Prihadi (3,5 persen), Yoyok Riyo Sudibyo (5,3 persen), dan Ganjar Pranowo (59,6 persen). Sementara sebanyak 30,1 persen responden tidak tahu.

Ya, survei terhadap 800 responden itu tentu tidak bisa menjadi acuan. Namun, setidaknya Sudirman harus ancang-ancang dari sekarang jika memang berniat mendaftarkan diri ke KPU sebagai Cagub Jateng Januari 2018 mendatang. (IP/IB)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: