BerandaInspirasi Indonesia
Jumat, 25 Jan 2018 07:21

Qanita dan Satriyani Mengesktrak Kulit Rambutan Jadi Produk Kesehatan

Qonita Kurnia Anjani (sulsel.ldii.or.id )

Kulit rambutan yang terbuang sia-sia di tempat sampah itu diekstrak jadi produk yang sehat dikonsumi. Itulah temuan Qanita dan Satriyani yang diganjar penghargaan internasional.

Inibaru.id –  Karena kepeduliannya terhadap lingkungan, perempuan alumnus Fakultas Farmasi, Universitas Hasanuddin Makasar ini melakukan inovasi ekstrak kulit rambutan sebagai pencegah kanker kolorektal. Temuannya ini diganjar medali emas pada ajang 8th Europan Exhibition of Creativity and Innovation (Euroinvent) 2016 di Lasi, Romania.

Siapa dia? Nama lengkapnya Qonita Kurnia Anjani.

Dilansir dari sulsel.ldii.or.id (23/1/2018), pada kompetisi bergengsi ini, bersama rekan setimnya Satriyani, Qonita meraih juara I atas penemuannya yang bertajuk Nepelactobi: Solution for Prevention Colorectal Cancer. Nepelactobi merupakan produk kulit rambutan yang diekstraksi lalu digabungkan dengan bakteri Lactobacillus casei yang dibungkus dengan bahan polimer.

Bagaimana Qonita bisa meraih penghargaan itu?

Penghargaan di Romania berawal dari iniasiatif Qonita dan Satriyani untuk mengajukan inovasi produk ke kompetisi di Taiwan.  Pada kompetisi tersebut mereka mendapatkan medali perak. Awal Februari  2016 mereka mendapat e-mail rekomendasi untuk mengajukan kembali inovasi produk tersebut ke kompetisi di Romania.

Qonita dan Satriyani pun melakukan persiapan selama tiga bulan. Karena keterbatasan biaya, akhirnya hanya Qonita yang berangkat ke Romania. Ketika Satriyani fokus menyelesaikan skripsinya, Qonita terbang sendiri ke Romania

Kreasi yang diajukan Qanita harus bersaing dengan ratusan peserta lain. Wow! Jumlahnya 500 produk. Tapi Qonita nggak menyerah. Dengan doa dan tekad yang kuat, usaha Qonita membuahkan hasil.

Banyak yang tertarik dengan inovasi dan produk Qonita, termasuk profesor dari Arab Saudi dan Polandia. Kedua negara itu memberikan penghargaan khusus untuk produknya. Qonita pulang dengan membawa satu medali dan dua penghargaan khusus untuk Unhas dan Indonesia.

Manfaatkan Limbah

Inovasi dan produk yang  Qonita bawa ke kompetisi yakni kombinasi bakteri Lactobacillus casei dan ekstrak kulit rambutan yang diformulasi dan dibentuk menjadi mikrokapsul. Inovasi ini dilatarbelakangi oleh banyaknya limbah kulit rambutan pada saat musimnya yang hanya terbuang dan menumpuk mengotori lingkungan.

Millens tahu, ekstrak kulit rambutan juga termasuk material yang dapat dikategorikan memiliki antioksidan sangat kuat sehingga dapat dijadikan kandidat obat kanker karena dapat mengatasi radikal bebas dalam tubuh. Alhasil, perlu upaya tertentu untuk memanfaatkan limbah ini. Adapun bakteri jika dikonsumsi dapat rusak dan tidak berfungsi sebelum sampai di usus besar jika sudah terkena asam lambung dan garam empedu, maka diperlukan formulasi khusus untuk melindungi bakteri ini agar tetap stabil.

Qonita dan Satriyani pun berinovasi mengkombinasi bakteri Lactobacillus casei dan ekstrak kulit rambutan untuk meningkatkan efektivitas bakteri tersebut menjaga kesehatan usus dan organ pencernaan lainnya sehingga kanker kolorektal dapat dicegah dan penyerapan nutrisi semakin baik.

Qonita berharap dengan pengolahan bahan baku produk yang berasal dari limbah dapat menjadikan produk ini lebih murah dan terjangkau bagi semua kalangan masyarakat.

Inspiratif sekali ya Millens. Semoga pemerintah juga turut mendukung temuan Qonita ya…. (LAM/SA)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Kementerian Kehutanan Lepasliarkan Elang Jawa dan Resmikan Fasilitas Konservasi di Megamendung

15 Jun 2026

9 Tradisi Malam Satu Suro di Berbagai Daerah yang Masih Dilestarikan hingga Kini

15 Jun 2026

TikTok Jadi Media Sosial Paling Sering Diakses Warganet Indonesia pada 2026

16 Jun 2026

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Warga Jateng Diminta Sambut Petugas dengan Baik

17 Jun 2026

Keraton Solo Keluarkan 14 Pusaka dan Kebo Bule dalam Kirab Malam 1 Suro

17 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: