BerandaInspirasi Indonesia
Sabtu, 11 Sep 2020 12:00

Mereka yang Masih Menganggap Betapa Berharga dan Pentingnya Radio

Seberapa penting radio saat ini? (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Radio di zaman kemerdekaan mungkin jadi media penting dalam menyebarkan informasi. Lalu bagaimana saat ini? Orang-orang ini tampaknya cukup menegaskan kalau radio masih punya peran yang istimewa.<br>

Inibaru.id - Radio punya banyak peran penting bagi bangsa Indonesia, terutama pada masa ketika para tokoh besar sedang susah payah merebut kemerdekaan. Bahkan, 11 September yang kini diperingati sebagai Hari Radio Nasional menjadi tanggal bersejarah dalam riwayat perjuangan Tanah Air.

Menurut Historia.id, tanggal tersebut merupakan kali pertama Radio Republik Indonesia (RRI) mengudara. Sebelum mengudara, RRI merupakan kantor radio Jepang bernama Hosokyoku. Kantor tersebut kemudian direbut bangsa Indonesia.

Radio adalah corong perjuangan. Kala itu, semua arus informasi disampaikan lewat radio, mulai dari propaganda perjuangan hingga ikrar Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Sekarang, ada yang bilang radio ada di tepian jurang. Benarkah?

Berlebihan kalau mengatakan radio sudah habis. Tanyalah Rini, salah seorang pendengar setia radio dari Semarang. Menyandang disabilitas pengelihatan, perempuan berusia 65 tahun itu sangat menggantungkan hidupnya pada radio.

Bagi penyandang disabilitas, mendengarkan radio penuntun hidupnya. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>

Rini menjalani hari-hari dengan bantuan kursi roda. Pengelihatannya juga sudah nggak berfungsi sejak 10 tahun silam. Semenjak itu, dia sangat mengandalkan radio.

“Radio adalah hal penting dalam hidup saya,” ujar Rini saat diwawancarai Inibaru.id lewat telpon, Kamis (10/9/2020).

Mendengarkan radio memang sudah menjadi rutinitas Rini sejak kecil. Dari pagi sampai sore dia mendengarkan siaran audio yang disalurkan melalui pemancar tersebut. Nggak hanya menyimak siaran dalam negeri, dia juga mendapatkan informasi dari luar negeri via radio.

Meski dengan kondisi yang kurang "sempurna", Rini menolak menyerah. Radio memberinya pandangan dunia dengan terang-benderang meski apa yang dilihatnya selalu gelap. Radio juga menuntun Rini dalam mendapat teman dan pergaulan.

“Kalau radio rohani, atau biasanya Radio Idola bikin acara, saya sering datang. Dari situ saya jadi kenal banyak orang,” akunya.

Yuni Kurniarini mengajar muridnya lewat radio. (Doc Yuni)<br>

Selain Rini, ada pula Yuni Kurniarini yang mengaku terbantu dengan keberadaan radio. Selama pandemi Covid-19, Guru Biologi SMA N 14 Semarang itu memanfaatkan radio dalam proses pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Metode mengajar dengan radio ini dilakukannya melalui program "Belajar di RRI". Perlu kamu tahu, Radio Republik Indonesia (RRI) Semarang memang membuat program rutin yang memberi kesempatan para guru di Semarang dari berbagai jenjang pendidikan untuk siaran sekaligus mengajar.

“Menurut saya, jadi pengalaman yang unik ya. Apalagi saya punya basic di radio juga. Senang sekali!” terang Yuni via telepon.

Baginya, mengajar dengan memanfaatkan radio memiliki banyak manfaat, salah satunya mengurangi biaya membeli kuota, karena selama ini PJJ memang kebanyakan dilakukan pakai platform digital memanfaatkan jaringan internet. Ini juga bisa sekaligus memberi edukasi siswa tentang radio.

Sebelumnya, dia memang menyayangkan karena anak zaman sekarang, termasuk para muridnya, nggak banyak yang mengenal radio. Nah, dia sengaja menggunakan frekuensi radio untuk PJJ sebagai sarana edukasi, meski, tentu saja tetap ada kekurangannya.

“Yah, kekurangannya memang interaksi secara visual. Tapi, apa pun itu, komunikasi lewat radio terasa lebih dekat dan menyentuh daripada sekadar dengar lagu-lagu atau melihat video di internet,” tutup Yuni.

Thriyani Rahmania menganggap radio bisa jadi tempat belajar yang istimewa. (Doc. Thriyania)<br>

Yap, bagi sebagian orang, radio memang masih seperti itu. Hal ini pula yang dialami Thriyani Rahmania. Penyiar di Radio Pro Alma FM itu banyak belajar dari radio tempatnya bekerja. Radio, bagi Thriyani, membuatnya belajar menjadi pendengar yang baik.

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro Semarang itu juga mengaku belajar berkomunikasi dengan baik via radio. Sebelum menjadi penyiar, dia sempat berpikir kalau berbicara itu mudah. Ternyata nggak seperti itu.

Berkomunikasi, kata Thriyani, bukan nggak sekadar berbicara, tapi berbicara dengan benar. Menurutnya, ini sejalan dengan kuliah yang digelutinya, jadi bakal sangat berguna untuk masa depan.

“Radio itu kayak tempat yang klasik, tapi punya banyak makna dan manfaat,” pungkasnya.

Ternyata, nggak cuma pada masa perjuangan atau awal kemerdekaan, bagi sebagian orang, radio rupanya masih penting ya, Millens! (Audrian F/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Blok GM, Surga Anak Skena, dan Wajah Baru Kota Semarang saat Malam

9 Apr 2026

Puting Beliung Terjang Banyumanik, Pemkot Semarang Akan Perbaiki Rumah Warga Terdampak

9 Apr 2026

Kembalikan Ruh, Tiket Masuk Resmi Ditiadakan dalam Tradisi Bulusan

9 Apr 2026

Pecinan Semarang Bakal Dikelilingi Arak-arakan 50 Kelenteng Akhir Pekan Ini!

10 Apr 2026

30 Persen Jemaah Haji asal Semarang Masuk Kategori Muda, Puluhan di Antaranya Gen Z

10 Apr 2026

Kolaborasi AMSI dan Meta untuk Dukung Jurnalisme Berkualitas

10 Apr 2026

Jaga Produksi, Pengusaha Tahu Semarang Putar Otak saat Harga Kedelai dan Plastik Naik

10 Apr 2026

Ogah Cuma Jadi Formalitas, Sumanto Pengin Bedah LKPJ 2025 Hasilkan Solusi Nyata buat Jateng

11 Apr 2026

Investasi buat Anak Cucu, Sumanto Ajak Relawan Jaga Kali-Rawat Bumi

12 Apr 2026

Kecelakaan (Lagi) di Silayur Semarang, Mau sampai Kapan?

12 Apr 2026

Bernuansa Spiritual, Tradisi Kirab Kelenteng di Pecinan Semarang

13 Apr 2026

Lansia Dominasi Calhaj Asal Semarang, Kesehatan jadi Tantangan Serius

13 Apr 2026

ASN Jateng WFH Tiap Jumat, Sumanto: Jangan Sampai Pelayanan Publik Malah Libur

13 Apr 2026

Dishub Perketat Akses Masuk ke Silayur, Dua Portal Disiapkan untuk Batasi Truk Tronton

14 Apr 2026

Forbasi Matangkan Struktur Organisasi via Rakernas dan Sertifikasi Juri-Pelatih

14 Apr 2026

Ikhtiar Warga Silayur, Kembalikan Tradisi Ruwatan untuk Keselamatan Pengguna Jalan

14 Apr 2026

Grup Cowok: Batas Tipis antara Bercanda dan Pelecehan Seksual

15 Apr 2026

Menanti Surpres, Nasib RUU PPRT Kini di Tangan Presiden

15 Apr 2026

Temuan Fosil Purba di Bumiayu, Diduga Lebih Tua dari Sangiran

16 Apr 2026

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: