BerandaInspirasi Indonesia
Selasa, 27 Mei 2019 13:21

Mengais Berkah di Bulan Ramadan, Bolo Semarang Berbagi Kebaikan dengan <em>Free Food Car</em>

Free Food Car hadir di tengah-tengah masyarakat. (Inibaru.id/ Audrian F)

Bolo Semarang terbentuk pada 15 November 2016 silam. Sebelumnya, Ifana hanya bergerak bersama suaminya, Desi Firmansyah dan teman satu kantonya, Imam Suprayitno. Tapi, seiring waktu berjalan kini anggota dari Bolo Semarang berjumlah 25 orang. Berbagai kalangan mulai dari ibu rumah tangga, siswa SMA, mahasiwa bahkan sampai murid Sekolah Dasar (SD) aktif di komunitas ini.

Inibaru.id - Yang namanya berbuat kebaikan pun bisa di mana saja, kapan saja dan bentuknya juga bisa apa saja. Nah, salah satunya yang telah dijalankan oleh Bolo Semarang ini.

Dengan maksud mulia, mereka berbagi kebaikan dengan nama Free Food Car (FFC). Yap, sesuai namanya, Bolo Semarang menggunakan mobil untuk membagikan makanan secara cuma-cuma kepada masyarakat. FFC hadir di setiap Sabtu. Tapi mereka bisa lo berdonasi di luar hari Sabtu jika ada yang pengin. Kebetulan, saat itu saya mengikuti kegiatan mereka membagikan makanan berbuka di Pondok Pesantren Qosim Al-Hadi, Wonolopo, Mijen, Kota Semarang.

Free Food Car hadir di Pondok Pesantren Qosim Al-Hadi. (Inibaru.id/ Audrian F)

FFC memang sengaja digelar mendekati jam-jam berbuka. Sekitar pukul 17.00 sore, mobil ini sudah menyajikan berbagai macam menu berbuka gratis untuk orang-orang. Kalau di hari biasa FFC hadir di jam-jam makan siang, yaitu sekita pukul 11- 12.30.

Sejauh ini Free Food Car hadir di lokasi-lokasi sentral yang sekiranya banyak terletak orang-orang yang membutuhkan. Memang sasaran utama Free Food Car adalah anak yatim, musafir, dan tentu masyarakat yang membutuhkan.

Ifana, ketua Bolo Semarang berkata kalau caranya berbagai ini terinspirasi dari apa yang dilakukan Sekolah Relawan. Yups, Bolo Semarang merupakan cabang lembaga kemanusiaan yang fokus terhadap edukasi kerelawanan dan pemberdayaan masyarakat yakni Sekolah Relawan yang berbasis di wilayah Depok.  

“Berawal dari apa yang sudah dilakukan oleh Sekolah Relawan kemudian saya menerapkannya di Semarang. Waktu itu belum kami namai dengan Bolo Semarang, masih berjalan begitu saja tanpa nama. Namun lambat laun karena makin banyak anggotanya, jadi kami namai dengan Bolo Semarang,” tutur Ifana, Sabtu (15/4).

Ifana mengaku bimbang pada awal mendirikan Bolo Semarang bimbang. Dia khawatir akan dibilang riya’ . Namun berkat bimbingan dan dorongan dari salah satu relawan juga dari sekolah relawan yakni Bunda Milla, dia mantap meneruskan kebaikan ini. Bunda Milla juga yang ikut menyebarluaskan kegiatan ini dan hasilnya positif. yang di luar kegiatan ini juga merupakan guru Kimia Industri di SMK 3 Kendal.

Perempuan yang juga guru kimia industri di SMK 3 Kendal ini mengungkapkan alasannya mengapa dia getol menggerakkan kegiatan ini. "Separah-parah kondisi kita semua ada yang lebih parah lagi," katanya.

Free Food Car di depan Pasar Bulu. (Doc. Bolo Semarang)

Bahan baku dan segala sumber daya dari Free Food Car ini berasal dari sumbangan para relawan. Nggak hanya berbentuk uang, ada pula yang memberikan makanan siap santap.

Selain membuat Free Food Car, program yang dijalankan oleh Bolo Semarang antara lain berbagi sembako, berbagai pakaian layak pakai untuk korban bencana, dan yang baru akan dilaksanakan adalah Belanja Bareng Anak Yatim. Keren banget kan?

Kalau kamu ingin berbagi kebaikan bersama Bolo Semarang, kamu bisa menghubungi nomor yang tertera di Instagram @Bolo Semarang. Insyallah berkah. Yuk, gabung. (Audrian F/E05)

 

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengulik Filosofis Naga Jawa dalam Kosmologi Masyarakat Jawa Kuno

2 Jun 2026

Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Nanik S Deyang Ditunjuk sebagai Pengganti

3 Jun 2026

Dolar Tembus Rp18.000, Apa Dampaknya bagi Masyarakat dan Apa yang Perlu Dilakukan?

4 Jun 2026

Membaca Duduk Perkara Kasus MBG: Berikut Dugaan Penyimpangan yang Sedang Diusut

4 Jun 2026

Bancakan, Tradisi Makan Bersama Masyarakat Jawa yang Sarat Makna Kebersamaan

5 Jun 2026

Grebeg Besar Keraton Solo, Tradisi Iduladha yang Menyatukan Syukur, Budaya, dan Harapan

5 Jun 2026

Mirip Orient Express, KAI Siapkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer dari Jakarta hingga Banyuwangi

6 Jun 2026

Bediding Kembali Datang Saat Musim Kemarau, Dari Mana Asal Istilahnya?

7 Jun 2026

Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Chatbot AI? Ini Penjelasannya

8 Jun 2026

Puluhan Rafflesia Bermekaran di Anambas, Peneliti Temukan Habitat Baru

9 Jun 2026

Berusia 67.800 Tahun, Cap Tangan di Pulau Muna Pecahkan Rekor Dunia

10 Jun 2026

Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Versi TasteAtlas 2026, Nasi Padang Jadi Salah Satu yang Tertinggi

11 Jun 2026

Majelis Masyayikh: Pengakuan terhadap Pesantren Harus Diikuti Dukungan Pendanaan

12 Jun 2026

Perkuat Posisi Tawar Industri Pers, Dewan Pers Himpun Masukan soal RUU Hak Cipta

12 Jun 2026

AMSI Soroti Ancaman FIMI, Bentuk Baru Manipulasi Informasi di Era AI

14 Jun 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: