BerandaInspirasi Indonesia
Senin, 22 Des 2019 08:33

Menjadi Ibu: Menggali Panggilan Jiwa, Mencari Makna, Menemu Bahagia

Hessa bersama dua buah hatinya. (Inibaru.id/ Dyana Ulfach)

Menjadi ibu adalah sebuah profesi yang mulia. Nggak sekadar status, profesi yang satu ini membutuhkan panggilan jiwa untuk menjalaninya. Alih-alih digaji berupa materi, kebahagiaan anak menjadi orientasi profesi ini.

Inibaru.id – Menjalani profesi sebagai orang tua tunggal, Hesti Kartika Dewi menceritakan sedikit pengalamannya kepada saya. Hessa (36), panggilan akrabnya, mengaku telah selesai dengan dirinya dan telah menemukan panggilan jiwanya sebagai seorang ibu. Meskipun nggak bekerja di ranah publik, ibu tiga anak ini percaya bahwa rezeki akan selalu datang untuk keluarga kecilnya. Ini karena baginya, kemuliaan menjadi seorang ibu adalah hal yang lebih utama dibandingkan dengan meteri.

Sebagai seorang ibu, Hessa nggak melupakan passion-nya dalam bidang literasi. Maka dari itu dia mendirikan sebuah komunitas pejuang literasi. Komunitas ini memfasilitasi orang-orang yang tertarik dengan dunia literasi membaca dan menulis. Malah, komunitas ini kini menjadi penerbit indie yang telah menerbitkan puluhan buku fiksi dan nonfiksi. Nggak hanya itu, Hessa juga aktif menyuarakan isu literasi lingkungan dengan menciptakan dan menjual berbagai macam sabun yang ramah lingkungan bersama kawan-kawannya. Ini adalah kebahagiaan lain yang dia miliki selain menjadi seorang ibu.

Menjadi seorang ibu nggak membatasi Hessa untuk terus berkarya dengan passionnya. (Inibaru.id/ Dyana Ulfach)

Kebahagiaan diri itulah yang juga kemudian dia tularkan ke anak-anaknya. Karena baginya kebahagiaan anak bisa diciptakan dengan cara membahagiakan diri terlebih dahulu. Jika kebahagiaan diri telah ditemukan, peran perempuan dan ibu yang dia miliki nggak hanya bermanfaat untuk diri sendiri, tapi juga untuk keluarga dan masyarakat sekitar. Menjadi ibu profesional dalam bidang keibuan menurutnya nggak membatasi dirinya untuk berkarya sesuai dengan passion-nya. Setidaknya, ini menjadi pelajaran kecil yang dia dapat setelah bergabung dengan Komunitas Ibu Professional Regional Semarang.

Konon, kesempurnaan sebagai perempuan adalah ketika melahirkan. Hal ini juga menjadi salah satu kebahagiaan baginya. Dia masih ingat betul rasa haru yang dia rasakan pascamelahirkan anak pertamanya. Kini, kebahagiaan ketiga anaknya adalah yang utama. Maka dari itu Hessa ingin selalu menjaga komunikasi dan melibatkan anak dalam hal apapun.

Kedekatan Hessa dengan anak bungsunya, Lula. (Inibaru.id/ Dyana Ulfach)

“Kebahagiaan terbesar saya itu ya ketika bisa membuat mereka paham dengan apa yang sedang kita jalani bersama-sama,” ungkap Hessa.

Nggak hanya dengan menjalani passion, kebahagiaan seorang Ibu juga bisa didapat dari energi yang ditularkan dari sosok ayah. Sebagai poros utama dalam pengasuhan anak, seorang ayah harus terlibat dalam proses pengasuhan anak. Ini karena pengasuhan anak adalah salah satu misi keluarga bukan misi individu. Ibarat sekolah, ayah memegang peran sebagai kepala sekolah dan ibu sebagai guru. Tentu saja ini membutuhkan kekompakan kedua pihak untuk bersama-sama mewujudkan visi keluarga yang telah disepakati bahkan sebelum pernikahan.

Berprofesi menjadi ibu nggak melulu tentang melakukan pekerjaan rumah tangga, tapi juga ikut serta dalam proses menggapai cita-cita anaknya. (Inibaru.id/ Dyana Ulfach)

Meskipun kini Hessa seorang diri dalam mendidik ketiga anaknya, rona bahagia selalu tercermin dari gurat senyumnya. Merasakan pelukan tiba-tiba dari anaknya, tangisan anak sulungnya yang meminta dibacakan buku cerita, kecupan anaknya saat pamit ke musala, atau bernegosisasi dengan anaknya yang ingin bermain lumpur hingga pukul setengah lima adalah secuil kebahagiaan yang dia rasakan kini.

Jika anak adalah amanah dari Tuhan yang harus dijaga dan dididik dengan penuh tanggung jawab, maka terima kasih untuk setiap ibu yang sudah berjuang menjadi ibu terbaik untuk anak-anaknya. Selamat hari ibu, Millens! (Dyana Ulfach/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Belajar dari Burung Dodo: Ketika Dunia Berubah, Bertahan Saja Tidak Cukup

1 Mei 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: