BerandaInspirasi Indonesia
Jumat, 27 Agu 2020 09:00

Keluh Kesah Pembaca Tarot Semarang, Madam Vie: Sering Kurang Tidur demi Klien

Menjadi pembaca tarot bisa bikin kurang tidur. (Inibaru.id/ Audrian F)

Tampaknya hanya duduk, klien mengambil kartu, lalu Madam Vie tinggal membacanya. Namun, menjadi pembaca tarot nggak semudah itu. Jam kerja yang nggak menentu bikin perempuan bernama asli Fitri Indahyani ini sering kurang tidur demi klien.<br>

Inibaru.id - Anggapan bahwa pekerja lepas atau freelancer punya lebih banyak waktu luang sebetulnya nggak tepat. Ya, mereka memang punya keleluasaan menentukan jam kerja, tapi bukan berarti semaunya, apalagi untuk usaha jasa yang berurusan dengan klien, misalnya seorang pembaca tarot.

Menjadi pembaca tarot memang nggak semudah yang dibayangkan. Meski terlihat hanya duduk, meminta klien mengambil kartu, lalu membacakannya, nyatanya profesi ini juga menguras tenaga dan menyita banyak waktu.

Pembaca tarot memang nggak seperti pegawai kantoran yang punya jam kerja terjadwal. Klien bisa datang kapan saja, seperti yang disampaikan pembaca tarot profesional dari Semarang, Madam Vie. Inilah yang kadang dikeluhkan perempuan bernama asli Fitri Indahyani tersebut.

“Sering kurang tidur, karena konsultasi nggak memandang waktu,” ujarnya, saat ditemui Inibaru.id di Titikdua Kopi, Kelurahan Kedungmundu, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Kamis (13/8/2020).

Harus Menjaga Rahasia Klien

Fitri mengaku sulit mengabaikan klien yang datang untuk meluapkan semua permasalahannya. (Inibaru.id/ Audrian F)

Berbusana hitam dengan rambut tergerai sebahu, perempuan murah senyum itu mengungkapkan, dia sebetulnya bisa saja menolak, tapi nggak sanggup. Jika ada yang datang, kemudian meluapkan semua permasalahannya, dia nggak bakal tega untuk abai. Mau nggak mau dia pasti layani.

Menjadi pembaca tarot, menurutnya, adalah menjadi seseorang yang dipercaya. Yap, dipercaya sebagai tempat curhat dan dipercaya untuk selalu menjaga rapat-rapat apa pun permasalahan yang diceritakan klien.

"Harus menjaga baik kepercayaan itu," kata Fitri, yang kemudian menambahkan bahwa dia pernah punya pengalaman unik terkait menjaga kepercayaan.

Perempuan 37 tahun tersebut bercerita, suatu ketika dia punya klien seorang pasutri. Keduanya sama-sama menggunakan jasa klien pasutri. Nah, salah seorang dari mereka mengatakan, dia berselingkuh, hal yang tentu saja berseberangan dengan hati nurani Fitri.

“Saya sempat bingung dan sebal," ketus perempuan yang mengaku sebagai pembaca tarot sejak 2005 tersebut, "Tapi mau gimana lagi, itu semua rahasia klien."

Baginya, kepercayaan klien harus dijaga. Akhirnya, apa yang pengin disampaikan pun dia terjemahkan dan utarakan dengan media tarot.

Awal di Semarang, Bingung Menentukan Harga

Menjadi pembaca tarot wajib menjaga rahasia klien. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>

Menjadi pembaca tarot di Kota Semarang baru dilakoni Fitri dalam enam tahun terakhir. Dia memang bukan warga asli Kota Lunpia. Sebelumnya, dia berdomisili di Jakarta dan melakoni profesi sebagai tarot reader dari sana.

Memulai profesi dengan menjadi pengisi rubrik zodiak pada sebuah media di ibukota pada usia 18 tahun, dia kemudian membuka jasa pembacaan kartu tarot di depan Bioskop Taman Izmail Marzuki. Lapaknya ramai, tawaran berdatangan, maka dia memutuskan fokus sebagai pembaca tarot.

Pada 2014, Fitri pindah ke Semarang karena pekerjaan suaminya. Berpindah ke daerah yang memiliki kultur dan ekonomi yang berbeda sempat menjadi kendala bagi Fitri. Ini membuatnya sempat kekurangan klien dan bingung menentukan harga.

“Tapi lambat laun pulih kembali. Klien saya di Jakarta juga masih berhubungan via daring. Saya banyak terbantu dari media sosial,” kenangnya.

Nggak Semua Klien Setuju

Nggak gampang jadi pembaca tarot. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>

Namanya juga meramal, nggak semua orang sepakat dengan ramalan yang dibacakan untuknya, apalagi kalau ramalan itu buruk. Pun demikian dengan yang dialami Madam Vie. Dari klien-klien yang minta dibaca kartunya, nggak semua orang mengamini hasil "ramalan" itu.

Berdasarkan penuturannya, beberapa orang memang tampak nggak setuju. Namun, dari beberapa kartu yang benar, akhirnya hal-hal yang nggak disetujui jadi tersisihkan. Hm, semua menang, semua senang, ya! Ha-ha.

Lebih dari sedekade menjadi pembaca tarot tentu bukan waktu yang singkat. Dari sorot mata dan gimana dia memamerkan kartu-kartunya, perempuan yang juga menjadikan kartu tarot sebagai koleksi itu memang terlihat menikmati pekerjaan tersebut.

"Menjadi pembaca tarot itu bisa kenal banyak orang dari berbagai kalangan," pungkasnya, lalu tersenyum.

Profesi apa pun kalau dijalani dengan sepenuh hati memang beda, ya, Millens! Secapai apa pun, rasa puas selalu berhasil membayarnya dengan tuntas. Sepakat? (Audrian F/E03)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Sejarah Marga Kolopaking, Trah Bangsawan Kebumen yang Berasal dari Kisah Kelapa Aking

3 Agu 2026

Berkolaborasi dengan China, Lampung Siap Luncurkan Satelit Lampung-1

4 Agu 2026

Naik Lima Kali Lipat, Biaya Lepas Status WNI Resmi Naik Jadi Rp5 Juta, Ini Alasannya

5 Agu 2026

Kemenkeu Ambil Alih 60% Saham KCIC untuk Restrukturisasi Utang Whoosh

6 Agu 2026

CoreWeave Investasi Miliaran Dolar AS, Bangun Tiga Pusat Data AI Pertama di Indonesia

7 Agu 2026

Wayang Beber, Wayang Tertua di Nusantara yang Masih Bertahan hingga Kini

8 Agu 2026

Desa Giyombong Pernah Jadi Ibu Kota Jawa Tengah pada 1948, Ini Kisahnya

10 Agu 2026

Tari Lengger Banyumas: Warisan Budaya Penuh Makna yang Tetap Menari Melintasi Zaman

11 Agu 2026

AI Factory Terbesar di Asia Tenggara Bakal Dibangun di Indonesia, Kapasitas Capai 1 GW

12 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: