BerandaInspirasi Indonesia
Minggu, 29 Nov 2025 19:03

Diganjar Award, Saat Anak Muda Jateng Unjuk Gigi di Dunia Pertanian Modern

Maresti Mei Yuniasih, Petani Milenial asal Bedono, yang berhasil meraih Juara 1 Komoditas Kopi dalam Ajang Anugerah Insan Pertanian 2025 di Novotel Semarang, Kamis (27/11). (Humas Jateng)

Ajang Anugerah Insan Pertanian 2025 menjadi panggung bagi Jawa Tengah untuk menunjukkan potensi pertaniannya sekaligus menggaet minat generasi muda. Dengan produksi padi dan jagung yang terus naik serta inovasi teknologi yang makin berkembang, pertanian Jateng membuktikan diri sebagai sektor yang bukan hanya strategis, tetapi juga menjanjikan bagi masa depan.

Inibaru.id - Dunia pertanian Jawa Tengah sedang bersolek. Melalui gelaran Anugerah Insan Pertanian 2025, Pemprov Jateng ingin menunjukkan bahwa sektor yang selama ini dianggap “kurang bergengsi” sebenarnya menyimpan peluang besar bahkan mampu menjadi tulang punggung pangan nasional. Puncak acaranya berlangsung hangat dan penuh semangat di Balairung Hotel Novotel Semarang, Kamis (27/11/2025) malam, mempertemukan petani, inovator muda, hingga para pelaku usaha agrikultur.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jateng Defransisco Dasilva Tavares menyebut ajang ini bukan sekadar seremoni. Lebih dari itu, dia ingin membuka mata generasi muda bahwa bertani kini bisa menjadi profesi yang menjanjikan, terutama karena banyak peluang baru yang lahir dari modernisasi pertanian.

“Ini karena kami ingin membangun semangat anak-anak muda, bahwa pertanian merupakan peluang besar untuk mendapatkan pendapatan yang lebih,” ungkapnya.

Frans, sapaan akrabnya, menuturkan bahwa pertanian modern memang dihadapkan pada tantangan penyempitan lahan. Namun teknologi dari mekanisasi, varietas unggul, hingga penggunaan drone, telah membuat sektor ini bergerak jauh lebih efisien.

Hasilnya pun mulai terlihat. Berdasarkan prognosa Badan Pusat Statistik melalui metode Kerangka Sampel Area (KSA), produksi Gabah Kering Panen (GKP) Jawa Tengah hingga Desember 2025 diperkirakan mencapai 11,36 juta ton, atau setara 9,38 juta ton GKG. Angka tersebut menunjukkan tren naik dibanding tahun sebelumnya.

Produksi gabah kering hingga Desember 2025 meningkat. (via RRI)

Bukan cuma padi, produksi jagung Jateng juga ikut melesat. Prognosanya mencapai 3,86 juta ton pada 2025, naik signifikan dari 3,28 juta ton pada 2024.

“Kami yakin dengan potensi ini, Jateng bisa menjadi andalan menjaga stabilitas ketersediaan beras, makanan pokok masyarakat Indonesia,” tegas Frans.

Berbagai strategi disiapkan untuk menjaga momentum positif tersebut. Mulai dari penggunaan benih unggul, pemupukan berimbang, perbaikan irigasi, hingga memperluas penggunaan teknologi cerdas di lahan-lahan pertanian. Menariknya, menurut Frans, generasi muda lebih cepat beradaptasi dengan perkembangan teknologi, sehingga keberadaan mereka sangat krusial dalam transformasi pertanian Jateng.

“Anak-anak muda menguasai teknologi, sehingga sistem pertanian dengan mekanisasi dan teknologi lebih cepat mereka kuasai dan terapkan. Sekarang banyak yang sudah menggunakan drone dan teknologi lainnya,” tambahnya.

Pada ajang Anugerah Insan Pertanian 2025, berbagai kategori diberikan sebagai bentuk apresiasi. Mulai dari petani milenial, pendamping petani, kelompok tani perkebunan, produsen benih terbaik, hingga daerah dengan kenaikan indeks pertanaman padi tertinggi.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah Maresti Mei Yuniasih, Petani Milenial asal Bedono, yang berhasil meraih Juara 1 Komoditas Kopi. Perjalanan Maresti berawal pada 2019, dan kini usahanya berkembang pesat seiring naiknya minat anak muda terhadap kopi. Kenaikan harga green bean menjadi bukti nyata, dari semula Rp17.000 kini meroket hingga Rp75.000–Rp100.000 tergantung kualitas.

“Sekarang banyak anak muda gemar kopi. Dulu harga green bean hanya Rp17.000 dijual ke tengkulak. Tahun ini bisa Rp75.000 untuk biji kopi biasa, sedangkan kopi petik merah sudah mencapai Rp100.000,” ungkap pemilik Kelir Javanese Coffee itu.

Melalui ajang ini, Jawa Tengah ingin menunjukkan bahwa masa depan pertanian bukanlah hal yang usang, melainkan ruang inovasi yang terus tumbuh dan generasi muda memegang peran penting untuk menggerakkannya. Semoga makin banyak anak muda yang mau menekuni bidang pertanian ya, Gez. (Siti Zumrokhatun/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Blok GM, Surga Anak Skena, dan Wajah Baru Kota Semarang saat Malam

9 Apr 2026

Puting Beliung Terjang Banyumanik, Pemkot Semarang Akan Perbaiki Rumah Warga Terdampak

9 Apr 2026

Kembalikan Ruh, Tiket Masuk Resmi Ditiadakan dalam Tradisi Bulusan

9 Apr 2026

Pecinan Semarang Bakal Dikelilingi Arak-arakan 50 Kelenteng Akhir Pekan Ini!

10 Apr 2026

30 Persen Jemaah Haji asal Semarang Masuk Kategori Muda, Puluhan di Antaranya Gen Z

10 Apr 2026

Kolaborasi AMSI dan Meta untuk Dukung Jurnalisme Berkualitas

10 Apr 2026

Jaga Produksi, Pengusaha Tahu Semarang Putar Otak saat Harga Kedelai dan Plastik Naik

10 Apr 2026

Ogah Cuma Jadi Formalitas, Sumanto Pengin Bedah LKPJ 2025 Hasilkan Solusi Nyata buat Jateng

11 Apr 2026

Investasi buat Anak Cucu, Sumanto Ajak Relawan Jaga Kali-Rawat Bumi

12 Apr 2026

Kecelakaan (Lagi) di Silayur Semarang, Mau sampai Kapan?

12 Apr 2026

Bernuansa Spiritual, Tradisi Kirab Kelenteng di Pecinan Semarang

13 Apr 2026

Lansia Dominasi Calhaj Asal Semarang, Kesehatan jadi Tantangan Serius

13 Apr 2026

ASN Jateng WFH Tiap Jumat, Sumanto: Jangan Sampai Pelayanan Publik Malah Libur

13 Apr 2026

Dishub Perketat Akses Masuk ke Silayur, Dua Portal Disiapkan untuk Batasi Truk Tronton

14 Apr 2026

Forbasi Matangkan Struktur Organisasi via Rakernas dan Sertifikasi Juri-Pelatih

14 Apr 2026

Ikhtiar Warga Silayur, Kembalikan Tradisi Ruwatan untuk Keselamatan Pengguna Jalan

14 Apr 2026

Grup Cowok: Batas Tipis antara Bercanda dan Pelecehan Seksual

15 Apr 2026

Menanti Surpres, Nasib RUU PPRT Kini di Tangan Presiden

15 Apr 2026

Temuan Fosil Purba di Bumiayu, Diduga Lebih Tua dari Sangiran

16 Apr 2026

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: