BerandaIndie Mania
Senin, 15 Des 2019 09:10

Program Pengajian Bagi Kaum Disabilitas di Masjid Agung Jawa Tengah Ini Menjadi Oase

Serambi MAJT dapat dijangkau berbagai kalangan. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) memiliki pengajian khusus yang diperuntukkan bagi kaum disabilitas. Pengajian dilakukan setiap dua bulan sekali di aula lantai satu masjid dan dihadiri sekitar 300-400 difabel. Pengajian ini memberi oase pengetahuan bagi sebagian kaum disabilitas yang ilmu agamanya masih terbatas.

Inibaru.id – Setiap dua bulan sekali pada minggu pertama MAJT bekerja sama dengan Majelis Pengajian Difabel (MPD) Semarang dan Himpunan Masyarakat Inklusi Kota Semarang (HiMIKS) mengadakan pengajian khusus untuk kaum disabilitas. Pengajian dilaksanakan di aula lantai 1 MAJT yang memiliki kapasitas sebanyak 400 jemaah.

Kasubag Humas MAJT Ika Ratna Yuni Wulandari saat ditemui Inibaru.id di ruang sekretariat menjelaskan, jika aula tempat dilaksanakan pengajian mudah dijangkau. “Dari akses jalan menurun dan belum naik tangga. Memudahkan untuk yang sekiranya kursi roda. Dekat dengan ruang wudu karena acara berlangsung dari jam 9 pagi sampai dengan zuhur. Setelah selesai disambung salat," katanya.

Jalan menuju ruang utama MAJT. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Jangan salah Millens, saat pengajian dilaksanakan, aula pengajian penuh kaum difabel mulai tunanetra, tunarungu, hingga hidrosefalus yang didampingi orang tua hadir.

Pengajian bagi kaum disabilitas ini memang nggak seperti pengajian pada umumnya. Jika pada pengajian biasa penceramah selesai bicara, acara langsung bubar, di sini nggak. Ada sesi interaktif yang menunjukkan jika para kaum disabilitas haus sekali pengetahuannya akan bidang agama. Ada sesi tanya jawab yang bisa jadi bagi orang biasa sangat mudah dijawab.

"Ada yang bertanya Rasul itu siapa? Mereka tidak tahu. Kemudian Asmaul Husna? Mungkin mereka tidak pernah mendengar. Ini kan memang butuh khusus untuk menyampaikan, karena memang pengetahuan mereka tentang Islam limit dan keingintahuannya besar sekali," ucap Ika.

Ruang aula lantai 1 MAJT untuk pengajian kaum disabilitas. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Karena itu, narasumber yang didatangkan juga spesial orang-orang yang memiliki kesabaran yang ekstra. Dalam pengajian ini juga ada juru bahasa yang akan membantu para kaum disabilitas memahami isi materi yang diberikan. Juru bahasa berperan pula sebagai jembatan bagi para kaum disabilitas untuk bisa melihat dan mendengar.

Irfan Bagus Fahrudin penyandang disabilitas tunanetra saat ditemui di Roemah Difabel Jalan Jalan MT Haryono 266 Semarang mengatakan, dirinya sering mengikuti pengajian bagi kaum disabilitas di MAJT.

Jalan menuju aula yang aksesibel. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Di forum tersebut Irfan mengaku dapat bertemu dengan semua kalangan disabilitas. Dia juga bisa mendengar berbagai tema pengajian yang berbeda-berbeda-beda. Setelah pulang dia mengaku mendapatkan semangat lagi.

"Jadi bersyukur, mengingatkan soal ibadah seperti itu. Terus lagi sebelum pengajian ada cerita kayak curhat dengan disabilitas yang dialami, kesusahannya apa. Seperti itu. Ada sharing sebelum masuk ke inti pengajian," katanya.

Irfan datang ke pengajian tersebut seorang diri menggunakan ojek online. Meski di tahap ini dia juga mengalami kesusahan dalam memesan ojol. "Cuma kesusahannya saat kita memesan Grab saja. Bingung mandu orangnya. Itu aja. Caranya, begitu chat langsung saya kirim foto saya dan foto sekitar saya untuk ketemu," ucapnya.

Ramp khusus untuk para penyandanga disabilitas di MAJT. (Inibaru.id/ Isma Swastiningrum)

Bahkan saking seringnya Irfan datang, dia sampai hafal panitia pengajian tersebut. Salah satunya penyandang disabilitas tunadaksa bernama Aisyah dari Unissula. Biasanya Irfan setelah selesai pengajian melanjutkan dengan berkeliling beberapa spot keramaian di Semarang untuk memberi gambaran bagaimana cara memberi pelayanan pada tunanetra.

Selain pengajian bagi kaum disabilitas, di MAJT juga pernah melaksanakan acara dancing on the street yang dihadiri para penyandang disabilitas se-Kota Semarang. Lokasinya berada di parkir utara sebelah kakbah MAJT. "Kemungkinan besar akan dilakuan secara rutin. Jadi nanti mulai lagi re-schedule lagi Januari 2020," tutur Ika.

Wah bisa dipantau nih perkembangan jadwal dan informasi terbarunya ya Millens. Salut buat tim pengajian MAJT dan Irfan! (Isma Swastiningrum/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: