BerandaIndie Mania
Rabu, 28 Apr 2020 13:10

Mengintip Sejarah Mixtape di Indonesia

Mixtape biasanya dibuat dari koleksi rilisan fisik pribadi seperti kaset dan CD yang direkam sendiri. (Inibaru.id/Gregorius Manurung)

Membuat mixtape bukan hal baru di dunia musik. Di tahun 90-an, mixtape marak dibuat dan disebarkan di Indonesia. Seperti apa sih sejarahnya?

Inibaru.id – Di tengah pandemi Covid-19, banyak orang yang membuat mixtape atau playlist musik yang dibagikan di akun media sosial. Teman-teman saya juga ikut melakukannya, padahal dulu mereka sangat jarang berbagi lagu yang sedang didengarkan.

Di tengah ramainya kegiatan ini, saya jadi penasaran: bagaimana sih dulu praktik membuat dan menyebarkan mixtape?

Saya berkesempatan berbincang dengan Samack, jurnalis musik dan pengelola toko musik Toko Rekam Jaya di Malang, Jawa Timur. Menurut Samack, praktik membuat mixtape ini muncul di tahun 1980-an. Ketika itu banyak yang melakukan tape-trading atau tukeran rilisan fisik berupa kaset pita, CD atau piringan hitam. Lalu mereka menggunakan kaset pita kosong untuk merekam sendiri lagu-lagu kesukaan mereka yang tersebar di banyak album berbeda.

Sementara di skena musik lokal, Samack berkata bahwa trend membuat dan menyebarkan mixtape terjadi pada tahun 1990-an. Praktik membuat dan membagikan mixtape jamak muncul di skena musik independen dan underground.

Saat itu, belum ada internet sehingga akses atas musik-musik underground sangat sulit. Mereka harus memiliki teman yang memiliki koleksi rekaman dan akses atas musik-musik tersebut. Bahkan, banyak orang yang sampai harus merekam dari radio yang kebetulan memutar lagu tersebut.

“Kalau dulu di Malang ada Radio Senaputra yang koleksi rock/metal-nya agak ajaib. Temen-temen saya banyak merekam musik dari sana,” ucap pengelola Demajors Malang ini, Selasa (14/4/2020).

Duo rapper gaek Morgue Vanguard alias Ucok “Homicide” dan Doyz pernah membagikan pengalaman merekam dari radio tersebut di lagu “CSDB FM”. Lagu ketiga di album Demi Masa (2018) tersebut mengambil penggalan lagu “I Love You Boy” milik Fairuz. Ketika di tengah chorus lagu Fairuz tersebut, muncul iklan berbunyi “Termorex, bekerja aktif turunkan panas, untuk bayi dan anak-anak” plus suara kresek-kresek radio. Iklan di penghujung lagu sangat bernuansa radio, kan, Millens?

Nggak cuman dari koleksi pribadi dan radio. Sepengetahuan Samack, ada yang sampai merekam dari konser yang mereka hadiri dan sesi latihan musikus.

Mixtape di aplikasi Spotify yang dibuat oleh Samack ketika wabah Covid-19. (Inibaru.id/Gregorius Manurung)

Untuk urusan pembajakan, Samack berkata bahwa membuat mixtape yang merekam sendiri dari rilisan si musikus berbeda dengan membajak lagu. Membuat mixtape biasanya dibuat untuk kepentingan personal dan dibagikan secara terbatas. Bahkan banyak yang membuat mixtape hanya untuk memberikannya ke gebetan sebagai modus. Motif pembuatannya juga tidak untuk mendulang untung atau profit-oriented.

“Lagipula, sepertinya sudah tidak relevan juga kalau bahas pembajakan di era sekarang,” ucap Samack.

Kalau menurutmu bagaimana, Millens? Tertarik untuk membuat mixtape sendiri? (Gregorius Manurung/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Seni, Tradisi, dan Ekspresi Keislaman di Festival Takjil Piji Wetan

22 Mar 2026

Menikmati Kesejukan Kebun Teh Sikatok di Wonosobo

22 Mar 2026

Ternyata, Kangkung Nggak Pernah Ada di Menu bagi Pasien Rumah Sakit

22 Mar 2026

Michael Spence, Teori Sinyal, dan Proses Rekrutmen di Perusahaan Modern

22 Mar 2026

Libur Lebaran, Jutaan Wisatawan Diprediksi Serbu Destinasi Wisata di Jateng

22 Mar 2026

Tester Makeup di Toko Bisa Jadi Sarang Bakteri dan Virus

22 Mar 2026

7 Masjid Unik dan Bersejarah di Semarang; Dari 'Kapal Nabi Nuh' Sampai Menara Khas Melayu

22 Mar 2026

Mengapa di Label Informasi Gizi Makanan Ada Tulisan yang Dicetak Tebal?

23 Mar 2026

Segarnya Pemandangan Alam Air Terjun Kembang Soka di Kulon Progo, DIY

23 Mar 2026

Induced Demand dan Paradoks Pembangunan Jalan di Wilayah Urban

23 Mar 2026

Halalbihalal: Tradisi Pemersatu Bangsa yang Lahir dari Diplomasi Politik dan Seruan Pedagang Martabak

23 Mar 2026

Panci Presto Disulap Jadi Alat Sterilisasi Pangan, Solusi Murah buat UMKM Naik Kelas

23 Mar 2026

Menu Kuliner Nusantara saat Halalbihalal di Semarang, Ini Rekomendasinya!

24 Mar 2026

Cantiknya Pemandangan Alam Lembah Manah di Sluke, Kabupaten Rembang

24 Mar 2026

Hangat dan Sederhana; Berlebaran dengan Harira di Maroko

24 Mar 2026

Dehidrasi Bisa Bikin Mood Berantakan dan Otak Lemot

24 Mar 2026

Okupansi 'Hotel Anabul' Pet Central Semarang Full selama Periode Mudik

24 Mar 2026

Lapangan Tanah Liat Hijau Terbukti Lebih Cepat Capai Net Zero

24 Mar 2026

Lebih dari Sekadar Pantai, Begini Serunya Main ke Pantai Balongan Rembang

25 Mar 2026

Rekomendasi Restoran Ramen Halal di Tokyo yang Bisa Kamu Coba

25 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: