BerandaHits
Kamis, 6 Agu 2025 19:10

Wajah Tirus ala Kim Kardashian; Antara Janji dan Kontroversi Face Shapewear

Kim Kardashian meluncurkan korset wajah yang diklaim bisa membuat wajah tirus. (The Sun US)

Produk ini menjanjikan wajah tirus dan rahang tegas, namun di balik janji-janji manis itu, muncul perdebatan sengit tentang efektivitas dan dampaknya pada self-esteem.

Inibaru.id - Tren kecantikan memang nggak ada habisnya. Setelah ramainya ritual tidur yang katanya bikin kulit glowing, sekarang muncul tren baru yang lebih ekstrem: korset wajah.

Tren ini dipopulerkan oleh Kim Kardashian lewat merek shapewear-nya, Skims, yang baru saja meluncurkan produk face shapewear untuk membuat wajah lebih tirus.

Dijual seharga sekitar Rp1,2 juta, masker wajah ini ludes dalam waktu kurang dari 24 jam. Banyak yang membelinya berharap bisa memiliki garis rahang yang tegas, sesuai klaim iklan.

Namun, produk ini menuai perdebatan sengit. Ada yang menyebutnya sebagai "masa depan kontur tanpa bedah", tapi nggak sedikit juga yang mengecamnya sebagai tren "distopia" yang justru bikin perempuan makin nggak percaya diri.

Awalnya untuk Pasca-Operasi, Sekarang Dipakai Harian

Sebenarnya, korset wajah bukanlah barang baru. Desain serupa sudah ada selama bertahun-tahun dan biasanya digunakan untuk pemulihan pasca-operasi. Tapi, Skims memodifikasi konsep ini dan memasarkannya sebagai "barang wajib punya" yang bisa dipakai setiap hari, dengan janji mampu "membentuk dan mengukir" wajah.

Di TikTok, tren ini disambut hangat. Para influencer kecantikan yang mengikuti tren "morning shed" menggunakan korset wajah ini bersamaan dengan plester mulut dan gua sha demi bangun dengan kulit kencang dan cantik.

Menurut pakar perawatan kulit, Laura Porter, produk ini memang sengaja menargetkan Gen Z dan milenial. "Branding dan nada pesannya menunjukkan bahwa produk ini ditujukan kepada perempuan yang mengikuti tren kecantikan dan budaya influencer," jelasnya.

Skims juga menggandeng banyak influencer kecantikan untuk promosi. Beberapa dari mereka mengklaim produk ini memberikan hasil instan. "Cara face wrap ini meningkatkan penampilan kulit saya di pagi hari sungguh luar biasa, garis rahang saya belum pernah se-lifting ini," kata seorang influencer dalam videonya.

Hanya Efek Sementara

Para ahli percaya wajah tirus Kim diperoleh dari serangkaian operasi mahal, bukan dari korset. (Shefinds)

Meski banyak testimoni, para dokter justru mengingatkan bahwa nggak ada bukti ilmiah yang mendukung efektivitas korset wajah ini. Dr. Anna Andrienko, seorang ahli prosedur kosmetik, menjelaskan bahwa produk seperti ini memang bisa memberi efek meniruskan sementara karena tekanan.

"Korset wajah ini tidak memberikan hasil kontur atau pengencangan kulit yang tahan lama," tegas Dr. Andrienko. "Paling banter, ini bisa mengurangi retensi cairan dalam jangka pendek. Malah, penggunaan berlebihan dapat menyebabkan iritasi kulit, jerawat, atau masalah sirkulasi jika dikenakan terlalu ketat atau dalam jangka waktu lama," tambahnya.

Dia juga menepis klaim produk yang menyebutkan "diinfus dengan benang kolagen". Menurutnya, sangat sedikit bukti bahwa kain yang mengandung kolagen bisa memberikan manfaat yang terukur.

Bukan Sekadar Kecantikan, Tapi Soal Self-Esteem

Selain efektivitasnya yang diragukan, produk ini juga menuai kritik karena dianggap memicu standar kecantikan yang merugikan. Dia seolah mengirim pesan bahwa bahkan tidur pun perlu "dioptimalkan" demi penampilan.

Laura Porter mengatakan bahwa produk seperti ini bisa memengaruhi citra tubuh, terutama di kalangan gadis muda. "Ketika kita mulai menargetkan area seperti dagu atau garis rahang dengan balutan kompresi, itu mengirimkan pesan bahwa bahkan fitur alami dan struktural yang normal pun perlu diperbaiki," ujarnya.

Aktivis body positivity, Michelle Elman, mengingatkan bahwa konsumen bisa jadi salah sangka. "Konsumen mungkin akan membeli produk karena mengira akan memiliki bentuk rahang yang sama seperti Kim Kardashian jika mereka memakai korset wajah," katanya. Padahal, ia menambahkan, "Itu tidak benar, karena dia (Kim) menjalani perawatan kecantikan yang mahal untuk mendapatkan bentuk rahang dan wajah, bukan karena memakai selembar korset."


Tuh kan, meskipun banyak influencer yang mengklaim hasil instan, para ahli dan dokter justru mengingatkan kita untuk lebih bijak. Efek yang dihasilkan korset wajah ini sifatnya hanya sementara dan berisiko menimbulkan masalah kulit. Terlebih lagi, produk semacam ini bisa memperkuat standar kecantikan yang nggak realistis dan berdampak buruk pada rasa percaya diri kita.

Jadi, sebelum memutuskan untuk ikut tren, penting untuk selalu kritis dan cari tahu kebenarannya. Ingat, Gez, kecantikan sejati datang dari rasa nyaman dan penerimaan diri, bukan dari tekanan untuk terus-menerus mengubah diri. (Siti Zumrokhatun/E05)



Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengintip Sisi Lain Nusakambangan yang Indah di Pantai Bantar Panjang

11 Jan 2026

Waroeng Sate Pak Dul Tjepiring, Tempat Makan yang Juga Museum Mini

11 Jan 2026

Bahaya yang Mengintai saat Anak Terlalu Cepat Diberi Gawai

11 Jan 2026

Lebih dari Menikmati Kopi, 'Ngopi' adalah tentang Koneksi dan Ekspresi Diri

11 Jan 2026

Sungai Finke Sudah Mengalir Sebelum Dinosaurus Lahir

11 Jan 2026

Musim Hujan Bikin Para Ibu Gampang Capek dan Baperan? Ini Penjelasan Ilmiahnya!

11 Jan 2026

Menilik Keindahan Curug Merak di Kabupaten Temanggung

12 Jan 2026

Cara Naik Kereta 36+3 di Jepang yang Santai dan Kaya Pemandangan Indah

12 Jan 2026

Belenggu Musim Baratan bagi Nelayan; Gagal Melaut dan Terjerat Lintah Darat

12 Jan 2026

Koperasi hingga Budi Daya Ikan, Upaya Pemkot Bantu Nelayan Semarang hadapi Paceklik

12 Jan 2026

3 Kode dari Tubuh Kalau Kamu Alami Intoleransi Gluten!

12 Jan 2026

Akses Jalan Mulai Terbuka, Desa Tempur Jepara Perlahan Bangkit Pascalongsor

12 Jan 2026

'Project Y', Film Korea Terbaru yang Duetkan Aktris Papan Atas Korea Han So-hee dan Jun Jong-seo

13 Jan 2026

Cerita Legenda Puncak Syarif di Gunung Merbabu

13 Jan 2026

Merti Sendang Curug Sari dan Kampanye 'Nggodog Wedang' Warga Pakintelan Semarang

13 Jan 2026

In This Economy, Mengapa Orang Masih Berburu Emas meski Harga Sudah Tinggi?

13 Jan 2026

Riset Ungkap Kita Sering Merasa Kebal dari Dampak Perubahan Iklim

13 Jan 2026

Bolehkah Makan Malam Cuma Pakai Buah?

13 Jan 2026

Sebenarnya, Boleh Nggak Sih Merokok di Trotoar Kota Semarang?

14 Jan 2026

Paradoks Memiliki Anak di Korea, Dianggap Berkah Sekaligus Kutukan Finansial

14 Jan 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: