BerandaHits
Minggu, 27 Jun 2020 11:58

Udah Nggak Zaman yang Seram-seram, Permakaman di Madiun ini Dicat Warna-warni

Makam dicat warna-warni agar nggak lagi terlihat seram. (LenteraToday)

Permakaman di Madiun dicat warna-warni. Hal itu dilakukan agar menghilangkan kesan seram. Warga setempat juga ingin menjadikannya sebagai lokasi wisata religi. Seperti apa ya permakaman tersebut?<br>

Inibaru.id- Permakaman kerap diidentikan dengan hal-hal yang muram dan menakutkan. Namun, Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dukuh Nguwot, Tawangrejo, Kota Madiun ini malah memutarbalikkan anggapan tersebut. Makam di kampung tersebut dicat warna-warni sehingga terlihat lebih ceria.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Mayarakat Kelurahan (LPMK) Tawangrejo Gunawan menjelaskan tujuan dari tindakan tersebut. Katanya, pengecatan makam ini dilakukan agar menghilangkan kesan horor atau angker sebagaimana image pemakaman pada umumnya.

Dengan menggunakan biaya swadaya masyarakat, pengecatan makam tersebut dikerjakan selama sebulan. Nggak hanya dicat warna-warni, komplek makan dilengkapi juga dengan lampion dan diberi tambahan penerangan. Selain makam, pohon di kompleks juga nggak ketinggalan ikut dicat.

.”Kalau dicat gini kan kesan seramnya hilang. Seolah-olah jadi tempat rekreasi dan ramah bagi siapa saja,” terang Gunawan pada Kamis (25/6/2020).

Dengan dicat warna-warni, diharapkan makam nggak seram dan bisa menjadi wisata religi. (MetroJateng)<br>

Gunawan juga berpendapat kalau pemakaman disulap sedemikian rupa, anak-anak pun nggak takut lagi masuk makam. Apalagi kalau malam makan terlihat terang karena adanya penerangan yang cukup. Warga juga menanam beraneka ragam bunga hias di pintu masuk permakaman demi membuatnya lebih indah.

Lurah Tawangrejo, Karneli mengamini kalau ide pengecatan makam ini memang murni dari warga. Karena banyak yang senang, dia pun kepikiran untuk melakukan hal yang sama di permakaman lain di kelurahannya. Dia juga ngga menutup kemungkinan menjadikan permakaman warna-warni ini jadi wisata religi atau edukasi bagi anak-anak.

“Makam ini kan tempat kita terakhir jadi kesannya nggak harus seram. Dengan dicat seperti ini jadi banyak disambangi, Alhamdulillah,” tuturnya.

Sejauh ini, warga sudah menghabiskan biaya sekitar Rp 10 juta untuk pengecatan makam dan lain-lain. Mereka juga sudah siap untuk merawat makam ini agar tetap nggak terlihat seram.

Kalau menurut kamu, ide untuk mengecat makam ini brilian atau justru kurang pas nih, Millens? (Pik/IB28/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: