BerandaHits
Sabtu, 19 Des 2025 15:01

SPPG di Semarang Didorong untuk Pakai Bahan Baku Lokal, Bukan Industri

Menko Pangan Zulhas saat membagikan MBG untuk balita dan ibu hamil di Kecamatan Mijen Kota Semarang. (Inibaru.id/ Sundara)

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG) didorong menggunakan bahan baku yang berasal dari UMKM serta Koperasi Merah Putih di tingkat kelurahan, bukan dari industri besar.

Inibaru.id - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan mendorong Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) unuk menggunakan bahan baku nonindustri dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan melibatkan UMKM serta Koperasi Merah Putih di tingkat kelurahan.

Tujuannya adalah untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan. Hal ini dia sampaikan saat mengecek kondisi SPPG Mijen Jatibarang 2 di Jalan Raya Kaligetas, Kota Semarang, Jumat (19/12/2025) pagi.

"Kami datang ke sini untuk memastikan SPPG telah memenuhi standar gizi, termasuk sudah ada SLHS-nya," ujar Zulkifli kepada Inibaru.id. "Yang paling penting, menjamin keamanan pangan sehingga makanan yang disajikan aman."

Selain untuk para pelajar, dia mengatakan bahwa SPPG juga menyajikan menu makanan bagi tiga kelompok lainnya, yakni balita serta ibu hamil dan menyusui. Program unggulan tersebut perlu mendapat pengawasan ketat karena bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

Saat ini tercatat sebanyak 18.000 SPPG telah beroperasi di seluruh Indonesia, termasuk di Jateng. Fokus pemerintah saat ini tinggal menyiapkan SPPG untuk daerah-daerah tertinggal.

"Jumlah penerima Makan Bergizi Gratis (MBG) per hari ini telah mencapai lebih dari 50 juta orang. Kami menargetkan jumlah tersebut meningkat menjadi 82,9 juta penerima pada Maret," ungkapnya.

Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan

Program MBG ini juga diharapkan menjadi gerakan pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Zulkifli meminta SPPG nggak mengambil bahan baku berskala besar dari industri, melainkan menyerap pasokan dari usaha rumahan, UMKM, serta Koperasi Merah Putih di tingkat kelurahan.

"Nanti, supplier atau maksudnya bahan bakunya, sudah kami atur tata kelolanya agar menimbulkan dampak ekonomi kerakyatan," imbuhnya. "Pasokan harus berasal dari koperasi kelurahan, badan usaha milik desa, atau usaha-usaha rakyat di sekitar, sehingga ekonomi setempat bisa tumbuh".

Menko Pangan RI Zulkifli Hasan saat sedang mengecek salah satu ruang SPPG di Kecamatan Mijen Kota Semarang. (Inibaru.id/ Sundara)

Dia menambahkan skema tersebut membuka ruang keterlibatan langsung masyarakat di sekitar SPPG, mulai dari budi daya sayur dan buah hingga perikanan serta berbagai usaha pangan lainnya.

"(Masyarakat) bisa menanam sayur, buah, mengelola tambak, dan lain-lain. Dengan begitu, ekonomi rakyat bisa berkembang dengan baik," terangnya.

MBG untuk Pelajar Libur

Memasuki masa pembelajaran akhir, penyaluran MBG di sekolah akan dihentikan untuk sementara waktu Namun, kata Zulkifli, layanan SPPG masih akan beroperasi. Mereka akan menyediakan MBG dengan sasaran utama kelompok lainnya di posyandu.

"(Libur sekolah) penyaluran MBG di SPPG ke Posyandu," paparnya.

Terpisah, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen mengaku belum mengetahui secara pasti mekanisme penyaluran MBG selama masa libur sekolah. Namun, dia memastikan SPPG masih melayani kebutuhan gizi kelompok sasaran lainnya seperti ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita.

"Untuk penyaluran bagi ibu hamil dan lainnya masih ada. Tapi untuk anak sekolah kami belum tahu, nanti akan kami tanyakan," tukas Taj Yasin.

Dengan cakupan yang terus diperluas, publik kini menanti satu jawaban: apakah program MBG benar-benar menjawab kebutuhan gizi masyarakat di tingkat akar rumput? (Sundara/E10)


Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: