BerandaHits
Selasa, 23 Jun 2025 11:34

Shinrin-yoku, Cara Orang Jepang 'Ngobrol' dengan Pohon demi Kesehatan Jiwa

Shinrin-yoku, praktik healing orang Jepang dengan menikmati hutan. (Pexels/Ron Lach)

Pengin bikin jiwamu jadi lebih tenang atau menyembuhkan stres di kepala? Cobain deh terapi unik yang banyak dilakukan orang Jepang ini. Shinrin-yoku namanya. Gimana cara melakukannya, ya?

Inibaru.id - Bayangkan ini: kamu berjalan perlahan menyusuri jalan setapak di tengah hutan. Daun-daun bergoyang ditiup angin, suara kicau burung terdengar sayup di kejauhan, dan cahaya matahari menembus rimbunnya pepohonan.

Nggak ada notifikasi WhatsApp, nggak ada klakson kendaraan. Hanya kamu dan alam.

Inilah yang disebut Shinrin-yoku atau terapi hutan, sebuah praktik khas Jepang yang makin populer sebagai cara menyembuhkan diri dari stres kehidupan kota.

Bahkan, terapi ini sudah dianggap sebagai bagian dari layanan kesehatan preventif di Negeri Sakura, lo!

Nggak Harus Mendaki, Cukup Datang ke Hutan atau Kebun Terdekat

Berbeda dari aktivitas hiking atau camping yang butuh tenaga ekstra, Shinrin-yoku nggak mengharuskanmu capek-capek mendaki bukit. Kamu hanya perlu hadir dan membiarkan pancaindera menyerap suasana hutan.

Dengar suara aliran sungai kecil, hirup aroma lumut, sentuh permukaan batang pohon, dan biarkan pikiranmu mengendap perlahan.

Seperti yang dijelaskan Dr Qing Li, ahli kedokteran dari Nippon Medical School Tokyo sekaligus presiden Komunitas Terapi Hutan Jepang, banyak orang modern menderita masalah kesehatan yang dia sebut “defisit alam".

Alasannya, sebagian besar dari kita menghabiskan 93 persen waktu di dalam ruangan! Makanya, tubuh dan pikiran kita butuh reset, dan hutan adalah tempat sempurna untuk itu.

Banyak Manfaat, Tanpa Ribet

Shinrin-yoku bisa menurunkan stres dengan signifikan. (Pixnio/Drazen Nesic)

Menurut sejumlah penelitian di Jepang, terapi hutan bisa menurunkan stres, memperbaiki kualitas tidur, meningkatkan fokus, bahkan memperkuat sistem imun. Nggak heran kalau praktik ini makin sering direkomendasikan oleh dokter di Jepang, terutama bagi mereka yang terpapar stres kronis, kecemasan, dan insomnia.

Yang menarik, efek positifnya bukan cuma terasa saat terapi berlangsung, tapi juga bisa bertahan lama. Nggak heran kalau banyak warga Jepang yang rutin menyempatkan diri “mengobrol” dengan hutan.

Hutan sebagai Obat, Bukan Sekadar Tempat Piknik

Shinrin-yoku punya nilai yang mirip dengan praktik meditasi Zen. Tapi bedanya, kamu nggak perlu duduk diam dan memaksa pikiran tenang. Di tengah hutan, kesadaran hadir dengan sendirinya. Sensasi embusan angin, tekstur tanah, hingga warna-warni dedaunan, semuanya jadi "obat" alami untuk jiwamu yang lelah.

Kalau kamu berkesempatan ke Jepang, banyak tempat yang bisa jadi lokasi Shinrin-yoku. Misalnya, Pegunungan Alpen Jepang yang bisa diakses dari Tokyo, hutan-hutan sakral di Semenanjung Kii dekat Osaka, atau hutan purba di Taman Nasional Yakushima yang penuh pohon kuno berumur ribuan tahun.

Kita Juga Bisa Coba di Sini!

Untuk melakukan hal ini, sebetulnya kamu nggak harus ke Jepang. Di Indonesia, banyak hutan dan taman yang bisa jadi tempat buat terapi hutan ala Shinrin-yoku. Kuncinya cuma satu: tinggalkan sejenak dunia digital dan biarkan alam “bicara” padamu.

Siapa tahu, dari duduk diam di bawah pohon, kamu bisa pulang dengan pikiran lebih jernih dan hati lebih ringan. Menarik banget kan, Millens? (Arie Widodo/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Dikira Bahasa Gaul, "Anjir" Justru Kosakata Lama Nelayan Pantura

7 Jul 2026

Penelitian Terbaru Ungkap Fakta Baru Manusia Hobbit Flores

8 Jul 2026

Muhammadiyah Resmikan KucingMu, Kampanyekan Kepedulian terhadap Hewan

9 Jul 2026

Pemerintah Tetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan, Ini Dasar Pertimbangannya

10 Jul 2026

BRIN Targetkan Luncurkan Satelit NEO-1 pada Januari 2027, Tonggak Kemandirian Teknologi Antariksa Indonesia

13 Jul 2026

Indonesia dan India Berkolaborasi Konservasi Candi Prambanan, Perkuat Pariwisata Budaya Kelas Dunia

14 Jul 2026

Warisan Sejarah Indonesia Kembali, Dua Arca Buddha Kuno Dipulangkan dari AS

14 Jul 2026

4 Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Makanan Berbahan Tepung Tapioka Terbaik 2026 Versi Taste Atlas

15 Jul 2026

Istana Kepresidenan Yogyakarta Kini Bisa Dikunjungi Gratis, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

16 Jul 2026

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: