BerandaHits
Kamis, 8 Nov 2023 18:58

Sepenggal Kisah Dokter Mueen, Lulusan UNS Solo, Jadi Korban Bom Israel

Dokter Mueen, dokter lulusan UNS yang meninggal di Gaza karena dibom Israel. (Twitter/aan__)

Dokter Mueen belajar di UGM dan UNS Solo sebelum memutuskan untuk pulang ke Palestina demi membantu menolong banyak orang. Sayangnya, dia tutup usia karena menjadi korban bom Israel.

Inibaru.id – Dari puluhan ribu warga Gaza, Palestina yang meninggal karena menjadi korban keberingasan Israel, ada satu kisah yang cukup menyayat hati. Kisah tersebut berasal dari seorang dokter lulusan Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo bernama Elshurafa Mueen Zayed atau yang akrab disapa dengan Dokter Mueen.

Kabar meninggalnya Dokter Mueen diungkap oleh dokter dan juga selebtwit Aan Kusumandaru di akun Twitter @aan__ pada Selasa, (7/11/2023) kemarin.

Innalillahi wainaillahirajiun. Telah berpulang dr Mueen Al Shurafa, spesialis anestesi Palestina lulusan Indonesia. Rumahnya terkena bom Israel. Insya Allah Syahid,” tulis Aan.

Pihak UNS membenarkan kabar tersebut. Kepala Program Studi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) UNS Solo Dr Purwoko bahkan sedikit menceritakan perjalanan Dokter Mueen saat belajar di Indonesia.

“Beliau orang baik dan santun. Meski awalnya banyak kata-kata Bahasa Indonesia yang nggak tahu karena lebih lancar berbahasa Inggris dan Arab, dia mau bertanya. Lama-lama dia memahami Bahasa Indonesia dan akhirnya lulus,” ungkap Purwoko sebagaimana dilansir dari Radarsolo, Rabu (8/11/2023).

Bagaimana bisa seorang dokter dari Palestina sampai belajar di UNS? Ternyata, Dokter Mueen mendapatkan beasiswa dari Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) pada 2009. Bersama dengan sejumlah calon dokter lain dari Gaza, mereka sengaja diminta belajar di Indonesia.

“Kami putuskan membuat program beasiswa pendidikan dokter karena di wilayah Gaza sangat membutuhkan,” jelas Ketua Majelis Permusyawaratan Anggota MPA BMSI Basuki Supartono sebagaimana dikutip dari Detik, Rabu (8/11).

Dokter Mueen saat belajar di UNS. (UNS)

Setelah menyelesaikan S2 di Universitas Gadjah Mada (UGM), dia melanjutkan pendidikan agar menjadi dokter spesialis anestesi di Program Studi dan Anestesiologi dan Reanimasi Fakultas Kedokteran UNS pada 2013. Saat itu, Dokter Mueen tinggal di Solo bersama dengan keluarganya. Di sini, anaknya bertambah dari awalnya empat menjadi tujuh.

Tatkala lulus dari UNS pada 2018, tanpa pikir panjang dia pulang ke Gaza. Alasannya, dia pengin membagikan ilmunya selama belajar di Indonesia dan memperbaiki kualitas layanan kesehatan di rumah sakit tempatnya bekerja.

“Dia pulang ke Gaza dan bekerja di Rumah Sakit Kamal Adwan milik pemerintah Palestina. Dia tinggal di rumah orang tuanya. Di sanalah dia terkena serangan bom. Istri anaknya ada di kota lain, Rafah,” cerita Basuki.

Semenjak Israel menyerang Gaza pada 7 Oktober 2023, Dokter Mueen sangat sibuk. Sekitar dua minggu sebelum meninggal, dalam satu menit, dia menangani hingga 10 pasien. Dia juga banyak mengirim foto kondisi rumah sakit di Gaza ke kolega-koleganya di Indonesia.

Sayangnya, pada Senin (6/11) malam, Dokter Mueen tutup usia. Dia menyelesaikan tugasnya sebagai dokter dengan sebaik-baiknya.

“Beliau menemui kemuliaannya. Tugasnya sudah tuntas. Dia dulu selalu bilang, saya orang Palestina, kewajiban saya kembali ke sana untuk menolong orang yang membutuhkan saya,” ungkap Ilham, salah satu anggota keluarga yang dulu menyediakan rumah bagi Dokter Mueen selama di Solo, Selasa (7/11).

Selamat jalan Dokter Mueen, jasamu akan kami kenang selamanya. Dari kami yang berharap perang ini usai. (Arie Widodo/E05)


Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Belajar dari Burung Dodo: Ketika Dunia Berubah, Bertahan Saja Tidak Cukup

1 Mei 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: