BerandaHits
Kamis, 2 Mei 2018 17:05

Rini Soemarno Laporkan Penyebar Rekaman Percakapannya ke Kepolisian

Menteri BUMN Rini Soemarno melaporkan penyebar rekaman ke polisi. (Merahputih.com)

Kasus rekaman percakapan yang diduga Menteri BUMN dan Direktur Utama PLN masih berlanjut. Kini, Menteri BUMN melaporkan kasus itu ke pihak berwajib.

Inibaru.id - Menteri BUMN Rini Soemarno melalui pengacaranya melaporkan penyebar rekaman percakapannya dengan Direktur Utama PLN Sofyan Basir ke kepolisian. Rekaman percakapan antara Rini dan Sofyan itu kali pertama diunggah akun Instagram @jokerpolitik dengan keterangan "Akhirnya kedok terbongkar" pada Jumat (27/4/2018) lalu.

“Saya sudah lapor ke polisi lewat pengacara saya. Tunggu saja hasilnya nanti,” ucap Rini seperti ditulis Tempo.co, Selasa (2/5).

Dalam rekaman yang beredar, Rini dan Sofyan diketahui sedang membicarakan pembagian saham suatu proyek yang dikerjakan PLN bersama Pertamina. Hal tersebut ditampik Sekretaris Kementerian BUMN Imam Apriyanto Putro. Imam menyebut Menteri Rini Soemarno dan Sofyan Basir memang pernah membicarakan tentang proyek PLN dan Pertamina, tapi percakapan yang tersebar tidak sesuai dengan kenyataan.

Menurut Imam, percakapan yang tersebar tidak utuh dan dipotong demi memuluskan maksud pihak-pihak tertentu yang ingin memberikan informasi yang tidak benar. Lebih lanjut, Imam mengatakan, percakapan itu sudah terjadi tahun lalu. Namun, proyek penyediaan energi yang dibicarakan dalam rekaman tersebut nggak terealisasi karena dianggap belum bisa memberikan keuntungan bagi Pertamina dan PLN.

Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla justru menganggap isi percakapan antara Rini Soemarno dengan Sofyan Basir itu nggak membicarakan fee sama sekali.

“Saya tahu betul isi percakapan itu. Itu hanya tentang bagaimana public private partnership dikelola dengan lebih baik,” ucap Kalla.

Dia juga menjelaskan, proyek yang dibahas Rini dan Sofyan adalah proyek pembangunan terminal penerimaan gas alam cair (LNG) di Bojonegara, Serang, Banten. Proyek ini digagas salah satu perusahaan milik keluarga Kalla, PT Bumi Sarana Migas (BSM).

“Proyek itu sudah ada sejak 2013, sebelum saya jadi wakil presiden. Jadi proyek ini murni swasta,” ujarnya.

Jangan mudah terprovokasi ya, Millens. Tunggu penjelasan dari pihak yang bersangkutan agar kasus ini jelas. (IB09)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Cantiknya Pemandangan Air Terjun Penawangan Srunggo di Bantul

20 Jan 2026

Cara Unik Menikmati Musim Dingin di Korea; Berkemah di Atas Es!

20 Jan 2026

Kunjungan Wisatawan ke Kota Semarang sepanjang 2025 Tunjukkan Tren Positif

20 Jan 2026

Belasan Kasus dalam Dua Tahun, Bagaimana Nasib Bayi yang Ditemukan di Semarang?

20 Jan 2026

Ratusan Perjalanan Batal karena Banjir Pekalongan, Stasiun Tawang Jadi Saksi Kekecewaan

20 Jan 2026

Viral 'Color Walking', Tren Jalan Kaki Receh yang Ampuh Bikin Mental Anti-Tumbang

20 Jan 2026

Nggak Suka Dengerin Musik? Bukan Aneh, Bisa Jadi Kamu Mengalami Hal Ini!

20 Jan 2026

Duh, Kata Menkes, Diperkirakan 28 Juta Warga Indonesia Punya Masalah Kejiwaan!

21 Jan 2026

Jika Perang Dunia III Pecah, Apakah Indonesia Akan Aman?

21 Jan 2026

Ki Sutikno; Dalang yang Tiada Putus Memantik Wayang Klithik Kudus

21 Jan 2026

Statistik Pernikahan Dini di Semarang; Turun, tapi Masih Mengkhawatirkan

21 Jan 2026

Kabar Gembira! Tanah Sitaan Koruptor Bakal Disulap Jadi Perumahan Rakyat

21 Jan 2026

Ternyata Bumi Kita Nggak Seburuk Itu, Simak Kabar Baik Pemulihan Alam Belakangan Ini!

21 Jan 2026

Kata Pakar Soal Makanan yang Bisa Bertahan Lebih dari 12 Jam

22 Jan 2026

Apakah Indonesia Sudah Memasuki Puncak Musim Hujan?

22 Jan 2026

Tradisi Unik jelang Ramadan; Nyadran 'Gulai Kambing' di Ngijo Semarang

22 Jan 2026

Bukan Cuma Rokok, Tekanan Finansial Juga Jadi Ancaman Serius buat Jantung

22 Jan 2026

Pantura 'Remuk' Pasca-Banjir, Pemprov Jateng Mulai Hitung Kerugian dan Siapkan Strategi Baru

22 Jan 2026

Menurut PBB, Dunia Sudah Memasuki Fase Kebangkrutan Air Global!

23 Jan 2026

Waktu-waktu Terburuk untuk Liburan ke Jepang pada 2026

23 Jan 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: