BerandaHits
Kamis, 11 Mar 2020 09:00

Rayakan Bulan Film Nasional dengan Kritik Film

Diskusi soal kritikus film sebagai pembuka Bulan Film Nasional di Semarang. (Inibaru.id/ Gregorius Manurung)

Agar ekosistem perfilman berjalan imbang, kritik film dibutuhkan. Inilah yang coba disampaikan Sineroom Semarang dalam memeringati Bulan Film Nasional 2020

Inibaru.id – Setiap tahunnya, bulan Maret dirayakan sebagai Bulan Film Nasional. Banyak kelompok penggiat film yang merayakan ini dengan berbagai cara: mengadakan pemutaran film, mengadakan diskusi, bahkan merilis buku tentang film. Tahun ini, Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) merilis buku Tilas Kritik: Kumpulan Tulisan Rumah Film 2007-2012 yang berisikan tulisan-tulisan kritik film yang pernah dimuat di situs Rumah Film dari awal terbit hingga situs tersebut tutup pada 2012.

Sineroom, kelompok penggiat film asal Semarang, mengadakan bedah buku ini dan pemutaran empat film pendek di Tekodeko, Kota Lama, Semarang, Sabtu (7/3).

Acara yang berkolaborasi dengan Dewan Kesenian Jakarta, Kineforum dan Kolektif Film ini mengambil momentum diterbitkannya buku Tilas Kritik tersebut. Dari buku itulah tema kritik film diambil sebagai tema diskusi Rasan-Rasan Sinema Sineroom kali ini.

“Kami menganggap bahwa kritik film itu penting sebagai pembuka Bulan Film Nasional ini. Kritik film itu juga bagian dari ekosistem perfilman dan itu penting untuk menyeimbangkan ekosistem film seharusnya,” ucap Erma Yuliati, pengelola Sineroom, Sabtu (7/3).

Acara ini dibuka dengan pemutaran film pendek Klayaban (2005) karya Farishad Latjuba lalu dilanjutkan diskusi dengan pembicara Hikmat Darmawan, kritikus film dan pendiri Rumah Film, yang berbicara soal kerja-kerja kritikus film dan Rumah Film sebagai salah satu situs yang berfokus pada kritik film di Indonesia.

Setelah berdiskusi dan menapak tilas kerja-kerja kritik Rumah Film, acara dilanjut pada menonton tiga film pendek lain: Ani dan Waktu yang Mundur (2019), Rumah Bitha (2020), dan Suburbia (2019).

Peserta dengan kritik terbaik bakal menerima buku Tilas Kritik setebal 1600-an halaman, lo! (Inibaru.id/ Gregorius Manurung)

Nggak hanya menonton dan berdiskusi, setelah menonton keempat film, para peserta diskusi ditantang untuk memberi komentar atau review pada salah satu film yang diputar dan komentar terbaik akan dihadiahi buku Tilas Kritik yang tebalnya mencapai 1.606 halaman. Sederhananya, mereka diajak mengaplikasikan kritik film setelah mendapat materi soal kritik film dari diskusi sebelumnya.

Dari 10-an komentar, dua komentar dipilih menjadi pemenang. Salah satunya adalah komentar Rizqy Lutfiano, mahasiswa Sastra Indonesia Undip, yang mengomentari film Klayaban (2005).

“Menurutku film ini soal kesepian masing-masing tokohnya. Aku juga jadi inget Ingmar Bergman karena ada scene main catur dan tone warna di film Klayaban yang terkesan muram,” ucapnya.

Kalau kamu pernah mengkritiki film yang mana nih, Millens? (Gregorius Manurung/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Sritex Masuk Rencana Akuisisi Danantara, Ini Tujuan Pemerintah

18 Okt 2026

Warteg on Train, Inovasi Kuliner KAI yang Bikin Penumpang Penasaran

19 Okt 2026

Indonesia Women's League 2026 Resmi Dibuka, Sepak Bola Wanita Indonesia Siap Berkembang

21 Okt 2026

Ghost in the Cell Borong Dua Penghargaan di Sitges Film Festival 2026

22 Okt 2026

Jauh Sebelum Pajak Modern, Jawa Kuno Sudah Punya Sistem Pajak Tanah

23 Okt 2026

Pesawat N219 Buatan Indonesia Siap Terbang Desember 2026

24 Okt 2026

Progres Tol Semarang-Demak Capai 79,42 Persen, Ditarget Rampung 2027

26 Okt 2026

Dari Surabaya, Lahir Seruan Jihad yang menginspirasi Hari Santri Nasional

27 Okt 2026

Mengapa Salatiga Disebut Salah Satu Kota Tertua di Indonesia? Ini Sejarahnya

28 Okt 2026

Menjaga Napas Rawa Gambut yang Kian Rentan Terbakar

29 Okt 2026

Poke Wayang, Ketika Pikachu dan Wayang Kulit Bertemu dalam Satu Panggung

30 Okt 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

8 Tokoh Penting Kongres Pemuda II yang Lahirkan Sumpah Pemuda

28 Okt 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: