BerandaHits
Rabu, 3 Feb 2026 11:01

Ramadan 2026, Masjidil Haram Terapkan Salat Tarawih 10 Rakaat dan Witir 3 Rakaat

Salat tarawih di Masjidil Haram. (Arrayan Travel)

Otoritas Arab Saudi memberlakukan aturan terkini soal jumlah rakaat salat tarawih pada Ramadan 2026 di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, yaitu 10 rakaat tarawih dan 3 rakaat witir. Apa alasan dari penentuan ini, ya?

Inibaru.id - Berbeda dari beberapa tahun sebelumnya, pelaksanaan salat tarawih di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi pada Ramadan 2026 bakal terasa baru. Hal ini disebabkan oleh Otoritas Arab Saudi yang secara resmi menetapkan bahwa tarawih tahun ini akan dilaksanakan sebanyak 10 rakaat, lalu ditutup dengan 3 rakaat salat witir. Kebijakan ini berlaku serentak di dua masjid suci umat Islam tersebut.

Keputusan ini disampaikan langsung oleh Kepala Badan Urusan Dua Masjid Suci. Dalam keterangannya, ditegaskan bahwa format ibadah malam Ramadan 1447 Hijriah sudah dikonfirmasi dan akan dijalankan secara konsisten sepanjang bulan suci. Artinya, jamaah, baik warga lokal maupun internasional, sudah bisa bersiap dengan pola ibadah yang lebih ringkas dibandingkan beberapa tahun lalu.

Secara teknis, tarawih 10 rakaat ini akan dilaksanakan dengan lima kali salam. Setelah itu, jamaah akan melanjutkan dengan 3 rakaat witir sebagai penutup.

Pola ini sebenarnya bukan hal baru di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Tapi, biasanya pola tarawih dan witir di sana dilakukan dengan jumlah rakaat lebih banyak. Pada Ramadan 2022 misalnya, tarawih masih dilaksanakan 20 rakaat ditambah 3 witir, sehingga total ibadah yang dijalankan mencapai 23 rakaat.

Salat tarawih di Masjidil Haram juga akan disiarkan secara global. (Unsplash/Izuddin Helmi Adnan)

Lalu, kenapa kembali ke pola 10+3 rakaat? Pemerintah Arab Saudi menyebutkan bahwa penetapan ini merupakan bagian dari penyesuaian manajemen ibadah. Faktor kekhusyukan jamaah, keteraturan saf, hingga lonjakan jumlah jamaah yang terus meningkat setiap Ramadan menjadi pertimbangan utama. Dengan format yang lebih singkat, diharapkan pelaksanaan salat bisa berlangsung lebih tertib dan nyaman, terutama di tengah lautan manusia yang memadati kedua masjid tersebut.

Menariknya lagi, seluruh rangkaian salat Tarawih ini tetap akan disiarkan secara global. Artinya, umat Islam di berbagai belahan dunia masih bisa mengikuti suasana ibadah Ramadan dari Tanah Suci secara langsung. Bagi mereka yang belum berkesempatan berangkat umrah atau haji, siaran ini menjadi jembatan spiritual untuk tetap terhubung dengan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Kebijakan ini juga penting dicatat oleh calon jamaah umrah dan peziarah. Dengan mengetahui jumlah rakaat dan format pelaksanaannya sejak awal, jamaah bisa menyesuaikan diri dan tidak kebingungan saat mengikuti salat berjamaah. Apalagi, jamaah yang datang berasal dari berbagai negara dengan kebiasaan tarawih yang berbeda-beda.

Pada akhirnya, perubahan jumlah rakaat ini menegaskan satu hal: pengelolaan ibadah di dua masjid suci terus beradaptasi dengan kondisi zaman, tanpa meninggalkan tradisi yang telah lama dijaga. Dengan tarawih 10 rakaat dan witir 3 rakaat di Ramadan 2026, Arab Saudi berharap suasana ibadah tetap khusyuk, tertib, dan nyaman bagi jutaan jamaah yang datang dari seluruh penjuru dunia. (Arie Widodo/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Merekam Gadis Pingitan di Jantung Kudus Kulon

11 Mei 2026

Larung Sesaji dan 400 Kapal Warnai Sedekah Laut Tambaklorok

11 Mei 2026

Tumpeng, Simbol Syukur dan Harmoni dalam Tradisi Jawa

12 Mei 2026

Dolar AS Sentuh Rp17.500, Apa Dampaknya bagi Masyarakat?

13 Mei 2026

Rahasia Sehat dari Isi Piring Warna-Warni

13 Mei 2026

Jamu, Warisan Leluhur yang Tetap Relevan di Tengah Gaya Hidup Modern

14 Mei 2026

Saat Rupiah Melemah, Apa yang Bisa Kita Lakukan?

15 Mei 2026

Rahasia Matematika di Balik Motif Batik, dari Simetri hingga Pola Fibonacci

16 Mei 2026

ARTOTEL Gajahmada Semarang Hadirkan Pameran Seni Kontemporer “Episentrum”

16 Mei 2026

Nyandhang Tradisi untuk Menjaga Ingatan Batik Kudus

18 Mei 2026

9 WNI dalam Misi Kemanusiaan ke Gaza Dicegat Israel, Ada Wartawan Media Nasional

19 Mei 2026

Margin Kian Tipis, Banyak Seller Mulai Tinggalkan Marketplace

20 Mei 2026

SMA Negeri 1 Kemalang Resmi Berdiri, Anak Lereng Merapi Tak Perlu Sekolah Jauh Lagi

20 Mei 2026

Jateng Media Summit 2026 Bahas Masa Depan Media Lokal di Era Digital

21 Mei 2026

Di Tengah Gempuran AI dan Buzzer, Media Lokal Diajak Kembali ke Jurnalisme Publik

22 Mei 2026

Jejak Panjang Pecel, Lotek, dan Gado-Gado: Saat Salad Nusantara Punya Cerita Peradaban

22 Mei 2026

BI Jateng Ingatkan Bahaya Penipuan Digital di Tengah Tren Transaksi QRIS

23 Mei 2026

Belajar dari Estonia, China, dan Singapura dalam Membangun Infrastruktur Digital

23 Mei 2026

Walkot Semarang Resmi Luncurkan LOFF 2026, Perkuat Ekosistem Perfilman Kreatif

24 Mei 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: