BerandaHits
Kamis, 11 Feb 2026 13:06

Program Cek Kesehatan Gratis Hampir Sentuh 1.000 Desa di Jateng

Masyarakat sedang mengikuti proses pemeriksaan cek kesehatan gratis di Puskemas Pandanaran. (Inibaru.id/ Sundara)

Program Cek Kesehatan Gratis di Jawa Tengah hampir menyentuh dari target yang menjangkau hingga hampir 1.000 desa.

Inibaru.id - Jawa Tengah terus menggenjot program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di wilayahnya. Mereka mengklaim, jangkauannya sudah mendekati target pemerataan di tingkat desa. Pemprov Jateng menilai, ini bukan lagi agenda temporer, karena telah terbentuk perilaku menjaga kesehatan sejak dini di masyarakat.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyebut, sebanyak 970 (90-an persen) dari target 1.000 desa telah tersentuh program CKG. Mengecek kesehatan, meski sedang nggak dalam kondisi sakit, juga telah menjadi kebiasaan baru di masyarakat.

"Kami sedang membangun identitas Jawa Tengah sebagai provinsi dengan layanan kesehatan preventif yang kuat. Program CKG ini akan menjadi spesialisasi daerah, yang jangkauannya akan terus diperluas agar warga dari berbagai wilayah mudah mengaksesnya," kata Luthfi di Puskemas Pandanaran, Selasa (10/2/2026).

Dia menambahkan, keberhasilan tersebut nggak terlepas dari peran dokter spesialis keliling yang menyasar wilayah perdesaan. Layanan ini, lanjutnya, mampu menutup kesenjangan akses kesehatan antara desa dan kota.

"Dokter spesialis keliling itulah yang menjadi andalan kita, sehingga masyarakat desa betul-betul terlayani yang selama ini belum pernah tahu dokter spesialis," sebut mantan Kapolda Jateng tersebut. "Hari ini juga capaian CKG Jateng nomor satu di tingkat nasional."

Masih Jauh dari Target Akhir

Puskemas Pandanaran Kota Semarang menyediakan alat untuk mengetahui capaian CKG. (Inibaru.id/ Sundara)

Sejalan dengan laporan dari Pemprov Jateng, pelaksanaan CKG di Kota Semarang juga menunjukkan progres yang signifikan, meski masih jauh dari target akhir. Dinas Kesehatan (Dinkes) Semarang mencatat, program ini telah menjangkau 36 persen penduduk atau sekitar 750 ribu orang sepanjang 2025.

Kepala Dinkes Kota Semarang M Abdul Hakam mengatakan, Dinkes menargetkan cakupan CKG mencapai 80 persen dari total 1,7 juta penduduk atau sekitar 1,3 juta jiwa tahun ini. Untuk mencapai target ini, pemeriksaan rutin menjadi krusial sebagai ansisipasi dini penyakit nggak menular yang sering luput dari perhatian warga.

"Kebanyakan hasil pemeriksaan normal, tapi ada juga yang darah tinggi atau gula darahnya tinggi. Setelah ketahuan abnormal, tensinya terlalu tinggi atau gulanya terlalu tinggi, langsung kami tindak lanjuti," ungkap Hakam.

Untuk menjamin keberlanjutan layanan kesehatan bagi warga, Pemkot Semarang mengalokasikan anggaran besar bagi program Universal Health Coverage (UHC). Tahun ini, dana yang disiapkan mencapai Rp121 miliar, termasuk untuk mengakomodasi reaktivasi kepesertaan jaminan kesehatan yang sempat nonaktif.

"Kami siapkan Rp121 miliar untuk UHC. Di antara 35 kabupaten dan kota di Jateng, Semarang, termasuk salah satu yang paling banyak mengakomondasi paling besar untuk UHC ini, termasuk dalam hal reaktivasi," tegasnya.

Jadi Pemeriksaan Rutin

Menjes RI Budi Gunadi Sadikin saat sedang memantau proses CKG di Puskemas Pandanaran. (Inibaru.id/ Sundara)

Sementara itu, saat meninjau pelaksanaan CKG di Kota Semarang, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan program tersebut tahun ini membawa pendekatan baru yang lebih agresif dalam pencegahan penyakit, yakni pemeriksaan harus dibarengi dengan pengobatan jika ditemukan gangguan kesehatan.

"CKG juga diarahkan menjadi pemeriksaan rutin tahunan, terutama bagi warga dengan risiko penyakit kronis. Layanan ini nggak lagi hanya terpusat di puskesmas, tetapi juga akan diperluas ke sekolah dan tempat kerja," sebut Menkes Budi.

Dia mengatakan, perluasan tersebut diharapkan membuat masyarakat semakin mudah mengakses layanan kesehatan dasar. Tujuan akhir dari program ini, akunya, adalah untuk memastikan warga yang terdeteksi memiliki gangguan kesehatan benar-benar pulih.

"Tujuan kami bukan hanya mengetahui, tapi juga memastikan yang sudah tahu kurang sehat menjadi sehat kembali," tandasnya.

Jangan tunggu sakit, Gez! Cek Kesehatan Gratis siap membantu kamu mendeteksi penyakit lebih dini, kok. Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati, kan? (Sundara/E10)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Blok GM, Surga Anak Skena, dan Wajah Baru Kota Semarang saat Malam

9 Apr 2026

Puting Beliung Terjang Banyumanik, Pemkot Semarang Akan Perbaiki Rumah Warga Terdampak

9 Apr 2026

Kembalikan Ruh, Tiket Masuk Resmi Ditiadakan dalam Tradisi Bulusan

9 Apr 2026

Pecinan Semarang Bakal Dikelilingi Arak-arakan 50 Kelenteng Akhir Pekan Ini!

10 Apr 2026

30 Persen Jemaah Haji asal Semarang Masuk Kategori Muda, Puluhan di Antaranya Gen Z

10 Apr 2026

Kolaborasi AMSI dan Meta untuk Dukung Jurnalisme Berkualitas

10 Apr 2026

Jaga Produksi, Pengusaha Tahu Semarang Putar Otak saat Harga Kedelai dan Plastik Naik

10 Apr 2026

Ogah Cuma Jadi Formalitas, Sumanto Pengin Bedah LKPJ 2025 Hasilkan Solusi Nyata buat Jateng

11 Apr 2026

Investasi buat Anak Cucu, Sumanto Ajak Relawan Jaga Kali-Rawat Bumi

12 Apr 2026

Kecelakaan (Lagi) di Silayur Semarang, Mau sampai Kapan?

12 Apr 2026

Bernuansa Spiritual, Tradisi Kirab Kelenteng di Pecinan Semarang

13 Apr 2026

Lansia Dominasi Calhaj Asal Semarang, Kesehatan jadi Tantangan Serius

13 Apr 2026

ASN Jateng WFH Tiap Jumat, Sumanto: Jangan Sampai Pelayanan Publik Malah Libur

13 Apr 2026

Tanggapan Warga Terkait Kemungkinan Harga BBM Naik pada 1 April 2026

31 Mar 2026

Benar Nggak Sih Mengaktifkan Mode Pesawat Bikin Durasi Ngecas HP Jadi Lebih Cepat?

31 Mar 2026

April Mop atau April Panas? Intip Bocoran Cuaca BMKG Sepekan ke Depan!

31 Mar 2026

Stres Kok Sampai Meriang? Mari Kenalan dengan Demam Psikogenik

31 Mar 2026

Persiapan Menghadapi Fenomena Alam Godzilla El Nino pada Musim Kemarau Nanti, Apa Saja?

1 Apr 2026

Memakai BBM yang Ditimbun Lama, Berbahaya Buat Kendaraan Nggak, Ya?

1 Apr 2026

Legenda Azan Pitu di Cirebon; Kisah Para Muazin Melawan Ilmu Hitam

1 Apr 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: