BerandaHits
Selasa, 3 Jan 2022 09:00

Praktik 'Human Trafficking' Spirit Doll, Tren di Kalangan Para Artis

Spirit doll, tren baru di kalangan artis, termasuk Ivan Gunawan. (Parapuan.co)

Sejumlah selebritas seperti Ivan Gunawan, Sarwendah, Celine Evangelista dll memulai tren mengadopsi spirit doll, boneka yang kabarnya memiliki roh atau arwah dan bisa mendatangkan rezeki. Beneran nih?

Inibaru.id – Belakangan ini sejumlah selebritas di Tanah Air seperti Sarwendah, Celine Evangelista, Soimah, Nora Alexandra, hingga Ivan Gunawan mengadopsi spirit doll atau boneka arwah. Meski hanya boneka, kabarnya boneka ini lain dari yang lain sehingga bisa diasuh layaknya bayi manusia.

Ivan Gunawan misalnya. Selebritas yang sering disapa dengan sebutan Igun ini bahkan menamai spirit doll-nya dengan nama Miracle Putra Gunawan dan disapa dengan Baby Eqqel. Dia menyebut boneka ini sebagai putra mahkota yang menjadi pewaris tahtanya. Hm, ini cuma gimmick apa nggak, ya?

Nggak hanya kalangan selebritas, sejumlah orang biasa juga membeli dan mengadopsi spirit doll ini. Katanya sih, boneka ini bisa dibeli dari seseorang bernama Furi Harun.

Dia memang dikenal sebagai kolektor dari boneka arwah ini. Tercatat, ada setidaknya 349 boneka yang dia beli dari sejumlah negara.

Apa Itu Spirit Doll?

Kok bisa disebut sebagai boneka arwah atau spirit doll? Konon, boneka ini bisa diisi oleh arwah orang yang sudah meninggal, lo. Duh, kok jadi kesannya serem begini? Karena ada arwahnya inilah, maka orang yang membeli dan mengasuh boneka ini menyebutnya sebagai anak adopsi dan diperlakukan sebagaimana anak pada umumnya.

Igun bahkan sampai menyebut boneka arwahnya sebagai bayi hidup. Bahkan, ada sejumlah orang yang mengasuh boneka ini dan menyebut boneka ini bisa meninggal. Duh, duh.

Tren mengadopsi spirit doll di kalangan artis. (KaltengToday)

Di sejumlah marketplace, kamu juga bisa membeli spirit doll, lo. Harga dan ukurannya bervariasi. Kalau dalam keterangan penjual boneka ini, kalau mengadopsinya, kabarnya bisa meningkatkan rezeki, karier, usaha, memberikan perlindungan, dan lain-lain. Bahkan, ada juga keterangan kalau sebelum mengadopsinya, harus tahu soal tata cara merawatnya, siapa nama bonekanya, hingga riwayat dari boneka tersebut.

Namun, ada juga yang menyebut boneka di marketplace ini bukan spirit doll, melainkan boneka arwah jenis lain bernama lukhtep. Kalau spirit doll, arwah yang mengisinya dari entitas peri atau elf, sementara lukhtep isinya adalah arwah orang yang meninggal penasaran atau dengan kondisi nggak wajar.

Nah, walau ada unsur mistisnya, kabarnya sih spirit doll nggak berbahaya dan bakal mengabdi pada orang yang mengasuhnya. Soal makanan, katanya boneka ini bisa mencari sendiri meski pemiliknya terkadang harus menyediakan semacam kopi, bunga, atau bahkan dupa.

Dikritik Pemuka Agama, Dianggap Bisa Membantu Kesehatan Psikis oleh Psikiater

Karena ada unsur magis dan isu bisa menambah rezeki pada spirit doll ini, pemuka agama seperti Pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah Yahya Zainul Ma’arif atau Buya Yahya sampai angkat bicara. Dia menyebut orang dewasa nggak boleh menggunakan boneka, sementara untuk anak-anak yang bermain boneka dianggap sebagai kekhilafan saja.

Spirit doll juga sudah dikenal di luar negeri. (Pixabay)

Soal adanya isu roh atau arwah pada spirit doll, Buya Yahya berpesan agar umat Islam nggak mempercayainya. Baginya, boneka hanyalah boneka. Bahkan, roh anak-anak yang meninggal pun sudah ditempatkan di alam barzah, anak kecil yang jahat sekalipun.

Pendapat lain diungkap psikiater dari New York Hospital dr Gail Saltz. Boneka yang kalau di sana juga dikenal dengan sebutan reborn doll ini dianggap bisa menjadi pengobat luka psikis bagi para perempuan yang sedang sedih, cemas, atau mengalami kehilangan.

"Memang belum ada penelitian tentang fenomena perempuan dengan bayi boneka. Tapi saya mempertimbangkan sisi positifnya," ujar dr Saltz.

Kalau menurut dr Saltz, dengan 'sibuk' merawat boneka bayi ini, pikiran mereka teralihkan dari rasa sedih. Meski tetap saja, kalau seseorang mengalami masalah psikis yang serius, sebaiknya meminta bantuan psikiater, bukannya mengalihkannya ke sebuah boneka begitu saja.

Hm, tren spirit doll ini jadi bikin penasaran ya, Millens? (Rep,Pik,Par/IB09/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Seni, Tradisi, dan Ekspresi Keislaman di Festival Takjil Piji Wetan

22 Mar 2026

Menikmati Kesejukan Kebun Teh Sikatok di Wonosobo

22 Mar 2026

Ternyata, Kangkung Nggak Pernah Ada di Menu bagi Pasien Rumah Sakit

22 Mar 2026

Michael Spence, Teori Sinyal, dan Proses Rekrutmen di Perusahaan Modern

22 Mar 2026

Libur Lebaran, Jutaan Wisatawan Diprediksi Serbu Destinasi Wisata di Jateng

22 Mar 2026

Tester Makeup di Toko Bisa Jadi Sarang Bakteri dan Virus

22 Mar 2026

7 Masjid Unik dan Bersejarah di Semarang; Dari 'Kapal Nabi Nuh' Sampai Menara Khas Melayu

22 Mar 2026

Mengapa di Label Informasi Gizi Makanan Ada Tulisan yang Dicetak Tebal?

23 Mar 2026

Segarnya Pemandangan Alam Air Terjun Kembang Soka di Kulon Progo, DIY

23 Mar 2026

Induced Demand dan Paradoks Pembangunan Jalan di Wilayah Urban

23 Mar 2026

Halalbihalal: Tradisi Pemersatu Bangsa yang Lahir dari Diplomasi Politik dan Seruan Pedagang Martabak

23 Mar 2026

Panci Presto Disulap Jadi Alat Sterilisasi Pangan, Solusi Murah buat UMKM Naik Kelas

23 Mar 2026

Menu Kuliner Nusantara saat Halalbihalal di Semarang, Ini Rekomendasinya!

24 Mar 2026

Cantiknya Pemandangan Alam Lembah Manah di Sluke, Kabupaten Rembang

24 Mar 2026

Hangat dan Sederhana; Berlebaran dengan Harira di Maroko

24 Mar 2026

Dehidrasi Bisa Bikin Mood Berantakan dan Otak Lemot

24 Mar 2026

Okupansi 'Hotel Anabul' Pet Central Semarang Full selama Periode Mudik

24 Mar 2026

Lapangan Tanah Liat Hijau Terbukti Lebih Cepat Capai Net Zero

24 Mar 2026

Lebih dari Sekadar Pantai, Begini Serunya Main ke Pantai Balongan Rembang

25 Mar 2026

Rekomendasi Restoran Ramen Halal di Tokyo yang Bisa Kamu Coba

25 Mar 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: