BerandaHits
Rabu, 5 Nov 2019 10:41

Pemkot Banda Aceh Laporkan Foto Pria Bugil di Google Maps ke Kominfo

Pria bugil yang muncul di Google Maps. (Kanalaceh)

Pada Senin (4/11/2019), foto pria bugil yang memprotes hukum syariat di Aceh muncul di Google map dengan kata kunci Aceh dan Banda Aceh. Pemkot Banda Aceh langsung melaporkan kasus ini ke Kominfo dan Google Indonesia.

Inibaru.Id – Masyarakat Banda Aceh dihebohkan dengan foto pria bugil yang muncul di Google Maps. Di dalam foto yang beredar, terlihat sang pria tersebut telanjang dan menuliskan Protest Sharia Law di tangan kirinya. Melihat hal ini Pemkot Banda Aceh nggak tinggal diam dan melaporkan hal ini ke Kementerian Telekomunikasi dan Informasi (Kominfo).

Tagar, Senin (4/11/2019) menulis, Kabag Humas Setdako Banda Aceh, Taufiq Alamsyah telah melaporkan konten negatif ini ke situs aduankonten.id yang dimiliki oleh Kominfo. Kasus ini juga sudah dilaporkan ke Google Indonesia.

“Wali Kota Banda Aceh mengutuk keras hal ini dan meminta untuk segera melakukan penindakan agar konten negatif ini dibatasi atau dihilangkan” ucap Taufik.

Peristiwa ini disebabkan karena Google merupakan media bersifat open-source. Hal tersebut berarti siapa saja dapat mengunggah konten apapun meskipun konten tersebut berbau negatif. Meskipun begitu, Google juga memiliki layanan aduan konten jika konten yang diunggah dianggap tidak sesuai dengan norma dan aturan yang telah berlaku.

Konten negatif yang terlanjur tersebar itu bisa segera dihilangkan, namun harus melalui mekanisme reporting massive. Hal ini berarti, tak hanya Pemkot yang aktif untuk melaporkan konten yang buruk, masyarakat juga harus aktif melaporkan.

“Semakin banyak aduan, semakin cepat Google menghapus konten tersebut,” jelas taufik.

Saat ini Pemkot Banda Aceh juga sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan kasus ini ke jalur hukum. Hal ini berarti pengunggah konten negatif ini bisa saja harus berurusan dengan hukum di kemudian hari.

Sebagai informasi, Senin (4/11) dini hari hingga pukul 10.00 WIB masyarakat dihebohkan dengan foto pria telanjang yang muncul di Google Maps saat melakukan pencarian dengan kata kunci Aceh dan Banda Aceh. Pria ini diduga adalah warga negara asing (WNA). Di tangan kirinya, terlihat tulisan yang isinya memprotes Syariat Islam yang berlaku di Provinsi Aceh.

Menurut Millens, ini cara protes yang kreatif atau malah melanggar hukum? (IB0/E06)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: