BerandaHits
Jumat, 14 Apr 2022 16:45

Pemerintah Pasang Biaya Akses NIK Rp 1.000, untuk Apa?

Kini, akses NIK di data kependudukan Dukcapil dipatok harga Rp 1.000. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Pemerintah menetapkan tarif Rp 1.000 per akses NIK di server data kependudukan. Hal ini tentu cukup kontroversial, Millens. Lantas, untuk apa sih biaya ini?

Inibaru.id – Di zaman yang serba sulit seperti sekarang ini, pemerintah kembali mengeluarkan kebijakan kontroversial. Kali ini, pemerintah pasang biaya akses Nomor Induk Kependudukan (NIK) di database kependudukan Rp 1.000 per akses. Untuk apa?

Kalau menurut Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri Zudan Arif Fakhrulloh, biaya akses ini untuk memberikan dana bagi perawatan sistem data kependudukan. Maklum, selama ini, server data kependudukan di Indonesia nggak diberi anggaran sehingga masih belum diperbaiki.

Padahal, server data kependudukan sudah berusia sepuluh tahun dan garansinya sudah nggak ada. Yang bikin makin mengenaskan, suku cadang perangkat kerasnya malah sudah nggak ada lagi di pasaran.

Kok bisa server data kependudukan yang sangat penting itu sampai nggak ada anggaran perawatan? Sebenarnya sih, kementerian Dalam Negeri sudah mengajukan anggaran untuk itu empat kali, tapi nggak pernah disetujui oleh Kementerian Keuangan.

“Memang sudah saatnya server-server ini diremajakan agar pelayanan publik menjadi lebih baik dan menjaga Pemilu Presiden dan Pilkada Serentak 2024 agar bisa berjalan baik dari sisi penyediaan daftar pemilih,” ungkap Zudan, Rabu (13/4/2022).

Biaya akses untuk dana pemeliharaan database kependudukan Kemendagri. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Omong-omong ya, yang dikenakan biaya akses adalah lembaga pengguna database kependudukan. Nggak cuma akses ke NIK, akses ke data-data kependudukan lain juga bakal kena biaya kok.

Soal detail tarifnya, masih belum fix. Maklum, masih dirumuskan dalam Rancangan Peraturan Pemerintah Penerimaan Negara Bukan Pajak (RPP PNPB).

“Sudah disosialisasikan juga ke berbagai lembaga sesuai rapat terdahulu untuk akses NIK Rp 1000 per akses,” lanjut Zudan.

Di sisi lain, Wakil Ketua Komisi II DPR Luqman Hakim justru menyoroti keamanan data para penduduk Tanah Air. Maklum, bagaimana bisa server data kependudukan sampai nggak punya anggaran untuk perawatan. Hal ini tentu cukup meresahkan di zaman di mana keamanan data sangatlah penting.

“Kita menghadapi ancaman serius mengenai data kependudukan. Hampir 200 juta data kependudukan yang tersimpan di data center Dukcapil Kemendagri terancam hilang atau musnah,” terangnya, Selasa (12/4/2022).

Kalau menurutmu, ide menetapkan tarif Rp 1.000 untuk setiap kali akses data kependudukan apakah tepat, Millens? (Cnn/IB09/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Kelapa Kopyor Mahal Bukan Tanpa Alasan, Ini Fakta Menariknya

31 Jul 2026

Jemparingan, Seni Panahan Khas Mataram yang Mengajarkan Fokus dan Keteguhan Hati

1 Agu 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Terjawab Sudah Alasan Achmad Yurianto Diganti Reisa Broto Asmoro

10 Jun 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: