BerandaHits
Kamis, 6 Jan 2021 10:40

Nggak Hanya Indonesia, Beberapa Negara Ini juga Punya Tradisi Pawang Hujan

Di Indonesia punya tradisi unik yang menggunakan pawang hujan untuk memanggil dan mencegah hujan. (Medcom)

Menyinggung pawang hujan barangkali lekat dengan Indonesia. Namun nggak begitu juga, beberapa negara lain ternyata punya tradisi menolak atau mendatangkan hujan.<br>

Inibaru.id - Pawang hujan mungkin akan kamu pikir kalau hanya ada di Indonesia karena tradisi mitosnya yang mengakar kuat. Namun ternyata, negara-negara lain yang bahkan lebih maju juga punya tradisi ini. Negara-negara tersebut antara lain Jepang, Thailand, dan Afrika Selatan.

Nah, bagaimana ya pawang hujan versi negara-negara tersebut?

Ritual Suku Pedi, Afrika Selatan

Suku Pedi sang pengendali hujan. (Wikimedia Commons)<br>

Di Afsel, ‘tukang’ pengusir dan pemanggil hujan di sana berasal dari Suku Pedi. Bahkan beberapa orang di desa ini punya cara-cara tersendiri buat melakukannya. Kalau di sana sang pawang hujan disebut dengan “Moroka”.

Cara yang digunakan oleh Suku Pedi sebagaimana tradisi mereka adalah dengan memberikan uang atau persembahan kepada moroka agar dapat memilih awan yang menghasilkan hujan. Semakin besar persembahan yang dikeluarkan maka hasilnya pun akan lebih bagus, sebab menurut mereka, moroka juga harus bersaing dengan pawang dari desa lain.

Benda-benda yang biasa digunakan moroka untuk memanggil hujan adalah tanduk ajaib yang ditempatkan di gua, bir, dan jagung.

Prosesi ritualnya yakni dilakukan anak gadis dan laki-laki perjaka bersama para tetua dengan memukul-mukul tongkat ke tanah sambil berteriak “pula, pula, pula” atau ‘hujan, hujan, hujan’ beberapa kali.

Sementara untuk menolak hujan, dahulu Suku Pedi menggunakan kulit dahi sapi. Namun belakangan diganti jadi sepatu kulit dahi sapi. Mungkin biar sekalian bisa dipakai kali ya?

Kalau yang ini dilakukan oleh seorang perempuan tua atau paruh baya yang membawa sepatu kulit dahi sapi di punggung mereka sepanjang upacara. Ketika upacara selesai, perempuan tersebut bisa melepas sepatu tersebut dari punggungnya. Para penduduk berkata bahwa sesaat setelah sepatu dilepas, hujan akan mulai turun.

Teru Teru Bozu dari Jepang

Boneka Teru teru Bozu.(Wikimedia Commons)<br>

Kalau di Jepang ada tradisi menghindari hujan namanya “Teru Teru Bozu”. Sebutan itu merujuk pada boneka kecil yang terbuat dari kertas atau kain putih yang diikat dengan tali lalu digantung di jendela.

Dengan menggantung boneka itu dipercaya dapat memanggil cuaca cerah keesokan harinya. Kalau secara arti, “Teru-teru” artinya adalah bersinar. Kemudian “Bozu” adalah biksu Buddha.

Teru teru bozu konon awalnya berasal dari Tiongkok pada periode Heian. Legenda mengatakan bahwa teru teru bozu awalnya adalah seorang gadis yang membawa sapu–sapu tersebut diyakini akan menyapu awan karena menyelamatkan kota dari amukan badai besar. Namun selama waktu berjalan diganti dengan Buddha karena dinilai membawa kecerahan.

Teru teru bozu juga bisa untuk memanggil hujan. Cukup dengan menggantung bonekanya dalam keadaan terbalik, konon hujan bisa turun.

Sereh dan Gadis Perawan di Thailand

Di Thailand, punya tradisi yang nggak kalah unik juga dalam menghindari hujan. Yakni dengan sebatang sereh yang ditancapkan terbalik ke tanah oleh seorang gadis perawan. Dengan begitu, dipercaya hujan akan berhenti.

Wah, ternyata tradisi-tradisi sejenis pawang hujan di negara-negara lain juga nggak kalah unik ya, Millens. (Kum/IB28/E05)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Riset CISDI: Satu Dekade Berlalu, Harga Rokok Tetap Murah, Reformasi Cukai Diperlukan

17 Apr 2026

Sisi Positif Mitos Genderuwo; Cara Leluhur Jaga Pohon Raksasa Biar Sumber Air Tetap Awet

20 Apr 2026

Sumanto Dorong Desa Gempolan Jadi 'Surga' Durian: Jangan Cuma Tanam, Harus Inovasi!

20 Apr 2026

Jung Jawa, Jejak Kapal Raksasa Penguasa Laut Nusantara

21 Apr 2026

Spot Favorit Bali, Wajib Masuk Daftar Itinerary Liburan Keluarga

22 Apr 2026

Pilihan Penginapan Nyaman di Bandung untuk Liburan Singkat yang Maksimal

22 Apr 2026

Pendaftaran Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Sediakan 140 Beasiswa S1

22 Apr 2026

7 Pemikiran Kartini yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

23 Apr 2026

Adon-Adon Coro: Minuman Hangat Khas Jepara Favorit Kartini

23 Apr 2026

Kini Jadi Ancaman, Plastik Ternyata Pernah Jadi Solusi Menyelamatkan Bumi

24 Apr 2026

Sosialisasi Mitigasi Gunung Slamet, Pemprov Jateng Tekankan Keselamatan Warga

24 Apr 2026

Kasus Daycare Jogja: Tentang Kepercayaan, Pengasuhan, dan Sistem yang Belum Utuh

27 Apr 2026

Gunung Ungaran: Jejak Tiga Generasi yang Tumbuh dari Runtuhan

28 Apr 2026

Saat Video Kekerasan Anak Viral, Apa yang Seharusnya Kita Lakukan?

28 Apr 2026

Ilmu Tebang Bambu Leluhur, Tradisi Canggih yang Terbukti oleh Sains

30 Apr 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: