BerandaHits
Rabu, 2 Jun 2020 18:20

Mobil Listrik dan Mobil BBM, Lebih Hemat Mana?

Mobil listrik dianggap lebih hemat dibandingkan dengan mobil biasa. (Flickr/opengridscheduler)

Semakin banyak orang yang tertarik untuk menggunakan kendaraan elektrik seperti mobil listrik atau motor listrik. Selain ramah lingkungan, apakah benar jika kendaraan listrik ini lebih hemat dibandingkan dengan kendaraan berbahan bakar minyak?

Inibaru.id - Perawatan motor listrik diklaim jauh lebih irit ketimbang motor konvensional. Hal ini karena sepeda motor listrik hanya memiliki tiga unit komponen penggerak, yaitu motor penggerak, baterai, dan sistem kelistrikan.

"Jika dihitung akan lebih murah daripada motor konvensional. Sebab, motor listrik tidak pakai servis rutin," jelas Frengky Osmond, Marketing Communication PT Triangle Motorindo, salah satu produsen motor listrik di Indonesia.

Sebagai contoh, salah satu jenis sepeda motor listrik yang ada di Indonesia membutuhkan pengisian baterai lima jam agar penuh. Jika hal ini dihitung dengan tarif dasar listrik PLN sebesar Rp 1.467 (Mei 2020), maka hanya butuh Rp 2.934 untuk dapat menempuh jarak 60 km.

"Kemudian kita bandingkan dengan motor konvesional, 60 km sekali isi bensin misalkan RON 90 per liter Rp 7.650 (Juni 2019). Itu belum bisa untuk 60 km. Anggap motornya skutik, dan bisa melaju 40 km per liter, artinya butuh 1,5 liter," kata Frengky.

Presiden Joko Widodo meninjau motor listrik Gesits. (Anwarholil.wartawanindonesia)

Hal yang sama ternyata juga berlaku bagi mobil listrik. Sebagai contoh, untuk merek Glory E3 dengan kapasitas baterai sebesar 52,56 kWh, juga lebih irit dibandingkan dengan mobil BBM. Mobil ini mampu menempuh jarak 405 km jika baterai diisi penuh.

Fakta ini dipaparkan oleh Ricky Humisar Siahaan, Deputy Product Division Head PT Sokonindo Automobile.

"Jarak dari Jakarta ke Semarang itu sekitar 400 km. Artinya, dengan baterai yang terisi penuh, Glory E3 mampu mencapai Semarang. Tentunya, dengan kecepatan yang konstan," ujar Ricky di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019.

Hanya dengan membeli token listrik prabayar PLN seharga Rp 100.000, kamu akan mendapat sekitar 66 kWh. Artinya, selain bisa mengisi penuh baterai Glory E3, masih ada sisa untuk keperluan listrik lainnya. Nggak banyak, memang, namun biaya ini dianggap jauh lebih murah dibandingkan dengan biaya BBM mobil konvensional.

Ramah lingkungan dan lebih hemat, kini mobil listrik semakin diminati. (Flickr/ Frerk Meyer)

Hasil tes resmi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terhadap mobil BBM berjenis Glory 560 adalah 12,66 km per liter. Jika menggunakan BBM berjenis Pertamax dengan harga per liter Rp 9.000 (Mei 2020), maka Glory 560 akan menghabiskan biaya sekitar Rp 288.000 untuk mencapai Semarang. Angka ini hampir tiga kali lebih mahal dibanding mobil listrik Glory E3.

Wakil Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan rata-rata mobil konvensional membutuhkan 1 liter BBM untuk 10 km. Sedangkan untuk jarak tempuh yang sama, mobil listrik hanya memerlukan daya listrik sebesar 2 kWh, atau jika dikonversikan ke rupiah hanya sebesar Rp 2.934 per 10 km.

"Jadi kalau pakai mobil bensin 10 km biayanya Rp 9.500, kalau pakai listrik Rp 3.000," ujar Darmawan di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta.

Meski begitu, kendaraan listrik juga membutuhkan perawatan, khususnya dalam hal baterai. Jika sudah lama dipakai, baterai harus diganti dengan yang baru di kemudian hari.

Jadi, apakah kamu sudah siap beralih ke kendaraan listrik, nih, Millens? (Kom/MG27/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Dijuluki Little Tiongkok, Lasem Simpan Jejak Akulturasi Budaya yang Masih Terjaga

27 Jul 2026

KAI Siapkan Nusantara Explorer, Kereta Sleeper Mewah Bernuansa Budaya Indonesia

28 Jul 2026

BRIN Kembali Temukan 18 Ikan Purba Coelacanth di Pulau Talise, Bukti Pentingnya Konservasi Laut Dalam

29 Jul 2026

Mengenal Londo Ireng, Tentara Afrika yang Direkrut Belanda ke Nusantara

30 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Kidung Rumekso Ing Wengi, Mantra Tolak Bala Warisan Sunan Kalijaga

15 Nov 2020

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: