BerandaHits
Minggu, 4 Apr 2020 10:46

Menteri Luhut Sebut Corona Tak Tahan Cuaca Panas, Benarkah?

Luhut sebut virus corona tak tahan panas. (Tempo)

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan virus corona tak tahan cuaca panas. Apakah pernyataan itu benar secara ilmiah?

Inibaru.id- Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan kembali mengeluarkan ujaran kontroversial. Luhut menyebut virus corona nggak akan tahan dengan cuaca panas Indonesia. Pernyataan ini dia sampaikan pada konferensi pers usai rapat terbatas membahas antisipasi mudik di tengah pandemi virus corona.

“Dari hasil modelling kami, cuaca Indonesia yang ada di garis ekuator ini memiliki panas dan kelembapan udara yang cukup tinggi, jadi virus corona nggak kuat di sini,” ujar Luhut pada Kamis (2/4/2020).

Namun, pernyataan Luhut ini belum bisa dibuktikan secara ilmiah. Sejumlah pakar kesehatan mengimbau masyarakat nggak mudah percaya dengan anggapan tersebut.

Pada 2010, Pusat Penyakit Menular Universitas Edinburgh, Inggris menemukan tiga jenis virus corona biasanya muncul pada musim dingin. Virus ini menyebar dengan cepat antara Desember hingga April. Jenis virus tersebut di antaranya SARS dan influenza.

Sayangnya, Covid-19 ternyata yang nggak masuk dalam tiga jenis virus yang diteliti tersebut. Covid-19 juga memiliki pola yang jauh lebih mengkhawatirkan. Terlebih World Health Organization (WHO) sudah memasukkan Covid-19 sebagai pandemi yang nggak mengenal musim.

WHO tetapkan COVID-19 sebagai pandemi. (Radio)

Sekalipun virus corona tak tahan panas, bukan berarti virus ini akan musnah setelah terpapar cuaca panas, Millens. Analisis awal yang dilakukan ilmuwan di Massachusetts Institute of Technology (MIT) memang mengatakan virus corona meningkat dengan cepat di suhu dingin. Namun, ilmuwan komputasi MIT Qasim Bukhari mengatakan virus corona tidak benar-benar musnah karena panas.

“Suhu yang hangat hanya membuat penularan virus ini kurang efektif. Ini bukan berarti tidak ada penularan,” ujar Bukhari, Jumat (3/4).

Para peneliti memastikan bahwa cuaca panas nggak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap virus corona . Ada baiknya kamu tetap waspada dan di rumah aja. Jangan lupa cuci tangan ya, Millens! (Det/IB03/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

Lezatnya Mi Ayam Ceker Pak Kawit yang Melegenda di Pusat Kota Semarang

16 Jan 2026

Rupiah Masuk Daftar 5 Besar Mata Uang Terlemah di Dunia

16 Jan 2026

Kembali Didera Banjir, Warga Desa Wonorejo Memilih Bertahan di Rumah

16 Jan 2026

Bertahan dalam Banjir; dari Alasan Merawat Ternak hingga Menjaga Anggota Keluarga

16 Jan 2026

Yuk, Intip Tradisi Leluhur 'Nabung' Air Hujan yang Mulai Terlupakan

16 Jan 2026

Jateng Nol Desa Sangat Tertinggal, Kini Ribuan Berstatus Mandiri dan Maju!

16 Jan 2026

Viral Buku 'Broken Strings, Begini Tanggapan Orang Tua yang Memiliki Anak Remaja

17 Jan 2026

Lebih dari Merajut Kerukunan, Tradisi Nyadran Perdamaian di Temanggung Digelar Demi Menjaga Alam

17 Jan 2026

Perselingkuhan dan Judol, Pemicu Ribuan Istri Gugat Cerai Suami di Semarang

17 Jan 2026

Perbarui Eksonim, Indonesia Revisi Penulisan Nama Sejumlah Negara Asing

17 Jan 2026

Begini Pola Pelaku Child Grooming di DIY Menguasai Korbannya

17 Jan 2026

Menyisir Jejak Pangeran Samudra, Bangsawan Majapahit yang Abadi di Puncak Kemukus

17 Jan 2026

Trik Menyimpan Pisang Biar Nggak Cepat Membusuk

18 Jan 2026

Enak dan Mengenyangkan, Begini Cerita Warung Pecel dan Brongkos Mbok Teguh Pakis, Magelang

18 Jan 2026

Ratusan Ribu Keluarga Belum Punya Rumah, Apa Rencana Pemkot Semarang?

18 Jan 2026

Ketika Wayang Klithik Menolak jadi 'Artefak' Budaya

18 Jan 2026

Gawat! Dijajah Spesies Asing, Jumlah Serangga Lokal Anjlok

18 Jan 2026

Parenting Tipe C, Gaya Asuh Fleksibel yang Bikin Anak dan Orang Tua Lebih Bahagia

18 Jan 2026

Di Korea Selatan, Siswa Pelaku Bullying Dipersulit Masuk Universitas

19 Jan 2026

Melegenda di Muntilan, Begini Kelezatan Bubur Mbah Gamping

19 Jan 2026

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: