BerandaHits
Jumat, 19 Feb 2026 11:01

Menguak Fakta Tentang Sisa Usia Operasional Waduk Gajah Mungkur yang Tinggal 5 Tahun

Waduk Gajah Mungkur di Wonogiri kabarnya hanya tinggal memiliki sisa usia operasional 5 tahun. (Radarjogja/Iwan Adi Luhung)

Dibangun pada 1980-an, kabarnya sisa usia operasional Waduk Gajah Mungkur tinggal 5 tahun lagi. Apakah berarti waduk ini bakal nggak lagi berfungsi setelah itu?

Inibaru.id - Kabar tentang usia operasional Waduk Gajah Mungkur yang disebut hanya tersisa sekitar lima tahun lagi bikin banyak orang terkejut. Waduk raksasa yang selama ini hadir di tengah-tengah kehidupan masyarakat Wonogiri dan sekitarnya itu ternyata sedang berpacu dengan waktu akibat sedimentasi yang kian parah.

Beroperasi sejak awal 1980-an, waduk ini memang dirancang dengan usia teknis sekitar 50 tahun. Artinya, jika dihitung dari masa awal pengoperasian, masa efektifnya diperkirakan hanya bertahan hingga 2031. Masalah utamanya ada pada endapan lumpur yang terus menumpuk dari aliran sungai, membuat kapasitas tampung air menyusut cukup drastis.

Dulu, waduk ini mampu menahan lebih dari 500 juta meter kubik air. Kini, volumenya disebut tinggal sekitar 340 juta meter kubik saja. Sedimentasi bukan cuma menggerus daya tampung, tapi juga mengancam fungsi vital waduk sebagai pengendali banjir dan penyedia air.

Padahal, sejak awal dibangun, Waduk Gajah Mungkur punya peran besar dalam menahan luapan Bengawan Solo, sungai terpanjang di Pulau Jawa yang dulu langganan bikin wilayah hilir kebanjiran. Selain itu, air di waduk ini juga dimanfaatkan untuk irigasi, kebutuhan rumah tangga, hingga pembangkit listrik tenaga air.

Pemerintah sendiri tak tinggal diam mendengar kabar sedimentasi yang parah ini. Salah satu langkah yang kini dikebut adalah pembangunan closure dike atau tanggul penutup. Sistem ini dibuat untuk menahan sedimen agar tidak langsung masuk ke tubuh utama waduk.

Sedimentasi di Waduk Gajah Mungkur cukup parah. (Espos/Rudi Hartono)

Air yang sudah relatif bersih baru dialirkan ke bendungan utama, sementara lumpurnya “ditangkap” lebih dulu di area khusus. Harapannya, usia waduk bisa diperpanjang dan fungsinya tetap terjaga.

Menariknya, meski kabar soal “umur pendek” ini beredar, kondisi waduk di lapangan masih terlihat seperti biasa. Kawasan ini tetap ramai jadi tempat rekreasi favorit warga Wonogiri dan sekitarnya. Panorama air luas berpadu perbukitan hijau masih jadi magnet utama, apalagi saat sore menjelang matahari terbenam.

Saat libur panjang seperti Natal dan Tahun Baru lalu pun, waduk ini tetap dipadati pengunjung. Orang-orang datang untuk naik perahu, memancing, jajan kuliner lokal, atau sekadar duduk santai menikmati angin waduk yang sejuk. Bagi banyak keluarga, Waduk Gajah Mungkur bukan cuma infrastruktur, tapi juga ruang healing murah meriah.

Di balik keindahannya, waduk ini juga menyimpan sejarah besar, termasuk kisah bedhol desa saat puluhan kampung direlokasi demi pembangunan bendungan. Hingga kini, cerita tentang desa-desa yang tenggelam masih hidup dalam ingatan warga.

Kabar sisa usia operasional lima tahun ini jadi semacam alarm keras. Waduk Gajah Mungkur bukan sekadar danau buatan, tapi urat nadi kehidupan, penyangga bencana, sekaligus kebanggaan Wonogiri. Upaya penyelamatan lewat teknologi seperti closure dike kini jadi harapan besar agar ikon ini tak benar-benar kehabisan waktu. Semoga saja upaya ini berhasil mempertahankan waduk ini ya, Gez? (Arie Widodo/E07)

Tags:

ARTIKEL TERKAIT

BRIN Targetkan Luncurkan Satelit NEO-1 pada Januari 2027, Tonggak Kemandirian Teknologi Antariksa Indonesia

13 Jul 2026

Indonesia dan India Berkolaborasi Konservasi Candi Prambanan, Perkuat Pariwisata Budaya Kelas Dunia

14 Jul 2026

Warisan Sejarah Indonesia Kembali, Dua Arca Buddha Kuno Dipulangkan dari AS

14 Jul 2026

4 Kuliner Indonesia Masuk 10 Besar Makanan Berbahan Tepung Tapioka Terbaik 2026 Versi Taste Atlas

15 Jul 2026

Istana Kepresidenan Yogyakarta Kini Bisa Dikunjungi Gratis, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

16 Jul 2026

Mengenal Kalender Aboge, Sistem Penanggalan Jawa-Islam yang Masih Bertahan hingga Kini

17 Jul 2026

OSC Award 2026 Umumkan 116 Penerima Beasiswa S1 Penuh, Pendaftar Tembus 7.600 Peserta

17 Jul 2026

Ragam Upacara Adat Jawa dari Kehamilan hingga Kematian, Sarat Makna dan Nilai Kehidupan

18 Jul 2026

Harga Pertamax Berpeluang Turun Bulan Depan, Ini Penjelasan Menteri ESDM

21 Jul 2026

Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang Mengundurkan Diri, Fokus Jalani Pengobatan Jantung

22 Jul 2026

Populasi Macan Tutul Jawa di Gunung Ungaran Tinggal 4–7 Ekor, Konservasi Dinilai Kian Mendesak

22 Jul 2026

China Klaim Berhasil Komersialkan Chip Otak, Babak Baru Persaingan dengan Neuralin

23 Jul 2026

Penanda Perbatasan Baru DIY Segera Dibangun, Desain "Cahaya Pradipta" Terinspirasi Cahaya Matahari di Gunungkidul

24 Jul 2026

Sering Dianggap Sama, Ternyata Putu Bambu dan Putu Ayu Punya Banyak Perbedaan

25 Jul 2026

Lima Kasus HAM yang Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Belum Selesai!

10 Des 2019

Sebelum Menikah, Coba deh Hitung Wetonmu dan Pasangan, Cocok Nggak?

24 Jun 2020

Terkuak, Ini Penyebab Mitos Orang Jawa dan Sunda Nggak Boleh Menikah

28 Jun 2020

Cek Daftar Kata Ini Sebelum Beli Baju di Online Shop

30 Mei 2018

Macan Akar a.k.a Kucing Hutan kok Dipiara

7 Des 2017

Jarang Disadari, Begini Ciri-Ciri WhatsApp yang Disadap dan Cara Mencegahnya

1 Mar 2021

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

A Group Member of

Ikuti kamu di: